arrow_upward

Isu Pengurangan Risiko Bencana Mesti Dicantumkan dalam RPJMD Sumbar 2021-2026

Thursday, 11 March 2021 : 19:39

 

Para praktisi kebencanaan usai diskusi yang diadakan oleh JEMARI Sakato bekerjasama dengan Forum PRB Sumbar. (ist)

Padang, AnalisaKini.id- Keberadaan dokumen RPJMD mestinya menjadi payung bagi OPD untuk mengagendakan isu Pengurangan Risiko Bencana (PRB) dalam program kegiatannya. 

"Untuk itu, kita mesti mendorong PRB ini eksplisit disebutkan dalam visi atau dalam salah satu misi dari dokumen RPJMD yang akan disusun oleh Pemprov Sumbar," kata Nuwirman, aktivis Jemari Sakato dalam kegiatan Ngopi (Ngobrol Pintar JEMARI) dan Coffee Morning Forum-PRB Sumbar, Rabu (10/3/2021) di kantor JEMARI Sakato di Gunung Pangilun, Padang. 

Nuwirman menyebutkan, hal ini tujuannya agar PRB tidak menjadi isu yang eksklusif sehingga hanya menjadi beban OPD tertentu.

Sedangkan Direktur JEMARI Robi Syafwar yang concern dengan isu tata kelola perencanaan dan penganggaran daerah menjelaskan secara rinci kaitan antara RPJMD teknokratis Sumbar dan RPJMD 2021-2026 yang akan disusun oleh Pemerintah Provinsi Sumbar. 

"Jika kita tidak segera mendorong isu PRB ekplisit, maka konsekuensinya adalah sulitnya mendesak OPD supaya memasukkan isu PRB dokumen perencanaan OPD seperti Rencana Strategis OPD maupun Renja dan turunan-turunannya. Karena payung besarnya (RPJMD) tidak secara tegas memandatkan. Ini dikhawatiran, makanya dari sekarang mesti disuarakan dengan berbagai metode," terangnya.

Diskusi yang diikuti sekitar 15 orang pegiat kebencanaan Sumbar itu, mengambil tema “ Wajah RPJMD Sumbar 2021-2026, Adakah PRB Menjadi Prioritas”. Agenda ini merupakan gagasan bersama JEMARI Sakato dan F-PRB Sumbar menyikapi perkembangan kebencanaan di Sumatera Barat. 

Menurut Kordinator F-PRB, Khalid Syaifullah, agenda ini juga mengambil momentum telah dimulainya pemerintahan baru Sumbar di bawah pimpinan Mahyeldi – Audy. RPJMD menjadi perhatian khusus karena ini merupakan dokumen perencanaan resmi pertama yang harus disusun oleh tim Gubernur.

"Salah satu kekhawatiran PRB tidak menjadi prioritas adalah visi misi saat pencalonan maupun draft program strategis setelah terpilih belum memberikan ruang yang khusus untuk PRB," lanjut Khalid.

Dalam diskusi yang dipandu oleh Nashrian Bahzein (PadangTV) mengemuka berbagai pendapat dan masukan yang cukup strategis. Peserta diskusi juga menyebutkan RPJMD Teknokratik yang sudah disusun oleh Bappeda tidak sepenuhnya mengacu pada dokumen Kajian Risiko Bencana Provinsi. 

Dan ironinya juga, dokumen KRB Sumbar ternyata terakhir dimutakhirkan pada 2015. Perkembangan kebencanaan yang sangat cepat dan cenderung fluktuatif tidak terdokumentasi secara resmi. Apalagi setahun belakangan, pandemi Covid-19 yang meluluhlantahkan berbagai sendi kehidupan. 

Selama lebih kurang 2,5 jam proses diskusi berlangsung, juga menjadi wadah berkeluh kesah atau curhat peserta diskusi. Setidaknya tergambar betapa program PRB yang selama 10 tahun terakhir telah dilaksanakan baik oleh pemerintah maupun secara mandiri dikelola oleh berbagai NGO sepertinya tidak berkelanjutan. Tidak semua daerah baik provinsi, kabupaten maupun kota sebagai pemilik otoritas sepenuhnya mampu dan mau bekerja secara berkelanjutan di isu ini. 

Melalui RPJMD yang responsif PRB akan memberikan kesempatan kepada semua stakeholder untuk sama-sama bertanggungjwab memperkuat kesiapsiagaan di segala bidang dan menjadikan Sumbar tangguh bencana. 

Forum ini merekomendasikan beberapa hal penting yang dianggap bisa mengawal PRB menjadi maisntream dalam pembangunan Sumbar setidaknya untuk 5 tahun ke depan. Di antara langkah-langkah taktis yang akan dilakukan adalah (1) membentuk tim perumus untuk memastikan proses sinkronisasi rumusan advokasi RPJMD sampai pada teknis usulan nomenklatur PRB.

Kemudian (2) mengagendakan bertemu dengan tim ahli Gubernur untuk sinkronisasi draft teknokratik RPJMD, (3) audiensi dengan Gubernur bersama tim ahli Gubernur, (4) audiensi dengan Kepala BAPPEDA Sumbar dan (5) hearing dengan Ketua DPRD dan Komisi IV DPRD Sumbar. (ef)



Bagikan

Saat ini 0 komentar :

Terbaru

Copyright © 2020 Analisakini.id | Jernih Melihat - All Rights Reserved