arrow_upward

Anggota DPR Minta Pertamina Segera Atasi Kelangkaan Solar di Sumbar

Selasa, 02 Maret 2021 : 18.49
Drs. H. Guspardi Gaus, M.Si

Padang,  AnalisaKini.id-Anggota DPR dari Fraksi PAN asal Sumatera Barat,  Guspardi Gaus merasa heran kenapa  BBM bersubsidi jenis solar langka hampir seluruh SPBU di wilayah Sumatera Barat.

Legislator asal Sumatera Barat ini mengingatkan, kelangkaan solar belakangan ini sangat sering terjadi di Sumbar pada hal solar sudah merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Pemerintah harusnya turun tangan dalam mengatasi masalah ini. 

Mantan Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Sumbar ini tidak habis pikir dan prihatin terhadap kelangkaan solar ini,  bagaimana  berkompetisi dengan negara lain sedangkan masalah solar saja yang merupakan kebutuhan dasar masyarakat tidak mampu mengatasinya. 

"Pertamina harus  bertanggung jawab terhadap pasakon dan ketersediaan solar untuk kebutuhan masyarakat serta menjamin, kelangkaan tidak akan terjadi lagi," katanya.

Kelangkaan solar tersebut tentu akan berdampak negatif dan menimbulkan kerugian bagi masyarakat karena solar sudah merupakan kebutuhan dasar dalam menggerakkan ekonomi. 

Akibat dari kelangkaan solar tidak hanya kerugian waktu karena menunggu pasokan dan antrian tetapi juga mengganggu aktivitas dan produktivitas masyarakat. 

Untuk itu anggota Baleg DPR ini mengingatkan kepada pihak Pertamina jangan sampai kelangkaan solar ini menimbulkan keresahan dan kegaduhan karena BBM jenis solar lebih banyak di peruntukan dan di perlukan bagi masyarakat banyak. 

"Pertamina harus segera turun tangan dan bertanggung jawab mengatasi kelangkaan solar yang sudah menjadi kebutuhan masyarakat ini, "ujar politisi PAN ini. 

Guspardi yang akrab disapa berharap agar Pertamina perlu juga melakukan  penelusuran apakah kelangkaan BBM jenis solar itu karena adanya indikasi permainan dan  penyelewengan di lapangan?.

"Harus diwaspadai para spekulan yang bisa saja memanfaatkan keadaaan dengan aksi  penimbunan solar. ini jelas motifnya keuntungan semata. Harus di ungkap dan  diusut tuntas itu," ujarnya.

Di samping itu, pengisian BBM bersubsidi termasuk jenis solar juga tidak boleh dijual untuk masyarakat yang menggunakan jerigen atau sejenisnya. Ataupun melayani pelanggan yang datang secara berulang ataupun mobil yang sudah dimodifikasi tanki BBM-nya sehingga bisa mengisi BBM bersubsidi 2 - 3 kali lipat dari kapasitas normalnya. 

"Masa' iya masalah solar yang sudah menjadi kebutuhan dasar masyarakat saja pemerintah tidak bisa mengatasinya, "pungkas Guspardi. (***).

Bagikan

Terbaru

Copyright © 2020 Analisakini.id | Jernih Melihat - All Rights Reserved