arrow_upward

Mahyeldi, Anak Tukang Becak yang Jadi Gubernur Sumbar

Thursday, 25 February 2021 : 23:25

 

Presiden Joko Widodo memberikan ucapan selamat kepada Gubernur Mahyeldi.(ist)

Jakarta, AnalisaKini.id-Mahyeldi resmi menjadi Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) periode 2021-2024 usai dilantik oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Kamis (25/2/2021).

Mahyeldi dilantik bersamaan dengan pelantikan Audy Joinaldy sebagai Wagub Sumbar serta Gubernur/Wagub Bengkulu dan Kepri.

Sebelum menjadi Gubernur Sumbar, putra asli Minang berusia 54 tahun ini menjabat Walikota Padang dua periode. 

Dikutip dari berbagai sumber, Mahyeldi kecil menjalani hidupnya di Nagari Gadut, Tilatang Kamang, Kabupaten Agam. Dia lahir dari pasangan Mardanis St. Tanameh (ayah) dan Nurmi (ibu) di Bukittinggi pada 25 Desember 1966.

Mahyeldi merupakan anak pertama dari tujuh bersaudara. Ayahnya adalah seorang tukang becak dan buruh angkat di Pasar Atas, Bukittinggi. Sejak masih kelas tiga SD, dia sudah bekerja membantu ayahnya untuk mendapatkan uang.

Saat Mahyeldi kelas lima SD, dia dan keluarga pindah ke Kota Dumai, Provinsi Riau. Dia tetap bekerja untuk menopang ekonomi keluarga hingga masuk SMP. Tamat SMP, Mahyeldi masuk ke SMA Negeri 1 Bukittinggi.

Selama SMA, Mahyeldi masih bekerja dengan berjualan koran pada pagi hari dan menjual kue pada sore hari. Selain itu, ia juga pernah beternak kerbau. Dari hasil jerih payahnya bekerja, dia dapat menabung untuk biaya kuliah.

Setamat SMA, Mahyeldi diterima di Program Studi Pembangunan Pedesaan, Fakultas Pertanian Universitas Andalas. Selama kuliah di Universitas Andalas, dia ikut menggerakkan kegiatan dakwah. Namanya Forstudi Islam. Sambil menuntut ilmu, Mahyeldi juga menjadi guru mengaji di kawasan Air Tawar, dekat kampusnya (sebelum pindah ke Limau Manis pada  1995). Aktivitasnya di bidang dakwah inilah mengantarnya bergabung dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) hingga akhirnya dipercaya menjadi Ketua DPW PKS Sumbar.

Pada pemilihan umum legislatif 2004, Mahyeldi terpilih sebagai anggota DPRD Sumbar. 

Dari seluruh anggota DPRD Sumbar terpilih, Mahyeldi merupakan peraih suara terbanyak. Kemudian duduk sebagai Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat periode 2004–2009. Tak lama, dia mengundurkan diri karena dilantik sebagai Wakil Walikota Padang mendampingi Walikota Fauzi Bahar pada 18 Februari 2009.

Gubernur Mahyeldi dan Wagub Audy Joinaldy beserta istri masing-masing.(ist)


Usai menjadi Wakil Walikota. Mahyeldi kemudian mencalonkan diri sebagai Walikota Padang dalam Pilwako pada 30 Oktober 2013. Saat itu, Mahyeldi bersama pasangannya Emzalmi menang 29,45% suara dari 10 pasangan yang maju. Karena tidak ada yang mencapai angka 30 persen sesuai aturan yang dibuat KPU, maka dilanjutkan ke putaran kedua yang diikuti oleh paslon Mahyeldi-Emzalmi dan palson Desri Ayunda pada 5 Maret 2014. Dalam putaran kedua, Mahyeldi - Emzalmi  unggul dengan perolehan 50,29% suara.

Pelantikannya tertunda karena pasangan calon yang kalah mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi. Pada 13 Mei 2014, Mahyeldi resmi dilantik jadi Walikota Padang.

Pada Pilkada 28 Juni 2018, Mahyeldi kembali maju sebagai Cawako berpasangan dengan Cawawako Hendri Septa. Paslon ini menang atas Emzalmi-Desri dan dilantik pada 13 Mei 2019.

Pada Pilkada Serentak 2020, Mahyeldi kembali diusung PKS untuk maju di Pemilihan Gubernur Sumbar. Didampingi Audy Joinaldi, keduanya diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dengan kekuatan 14 kursi di DPRD Sumbar.

Dalam Pilgub 2020 yang digelar pada 9 Desember 2020 itu, Mahyeldi dan Audy Joinaldi pun menjadi pemenang, mengalahkan tiga paslon. Namun dua paslon menggugat ke MK dan MK dalam sidangnya pada 16 Februari 2021 menolak sehingga Mahyeldi-Audy sah sebagai pemenang Pilkada Sumbar. Sembilan hari kemudian (Kamis, 25/2/2021) pasangan ini dilantik sebagai Gubernur dan Wagub Sumbar. Selamat bertugas, semoga sukses. (***)


 

Bagikan

Saat ini 0 komentar :

Terbaru

Copyright © 2020 Analisakini.id | Jernih Melihat - All Rights Reserved