arrow_upward

Bapisah Bukannyo Bacarai

Wednesday, 17 February 2021 : 18:02

 


Oleh : M. Nur Idris Sati Bagindo

Ketika dilantik oleh Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, 17 Pebruari 2016 lalu, saya pernah berpikir apakah pasangan Ramlan Nurmatias dan Irwandi Walikota dan Wakil Walikota Bukittinggi Periode 2016-2021 akan bisa memimpin Kota Bukittinggi. 

Ternyata pikiran saya itu keliru, belum selesai orang memberikan ucapan selamat dan papan bunga sebagai ucapan selamat masih saja tersisa berderet di sepanjang jalan Kota Bukittinggi. Pasangan ini sudah mulai bekerja melalui kegiatan pertama yang saya ingat kala itu kegiatan jumat bersih.

Kegiatan jumat bersih adalah membersihkan semua fasilitas umum seperti pasar dan drainase serta selokan di lingkungan kelurahan dalam Kota Bukittinggi. Dia ajak seluruh ASN dan pegawai dan kader serta masyarakat kelurahan untuk aktif kegiatan jumat bersih. 

Saya berpikir kenapa itu yang dilakukan, akhirnya saya tahu bahwa kegiatan ini untuk mengajak semua komponen kota untuk bekerjasama membangun kota. Alhasil, kegiatan itu berbuah manis dengan berhasilnya Kota Bukittinggi menerima Piala Adipura Kirana yang diserahkan Presiden Jokowi di Siak Riau (19/7/2016) yang sudah lebih 20 tahun tidak diperoleh lagi oleh Kota Bukittinggi.

Penghargaan itu menjadi yang pertama dan berlanjut dengan ratusan deretan piala dan penghargaan yang diterima keduanya atas nama Kota Bukittinggi sepanjang 5 tahun kepemimpinan mereka berdua. Ketika saya masih sebagai anggota DPRD Bukittinggi melihat APBD Tahun 2017 yang menjadi APBD pertama bagi keduanya berlanjut sampai APBD 2021, penuh dengan rencana dan program pembangunan kedepan. 

Saya berpikir lagi bisakah mereka melakukannya, jangan-jangan ini hanya perencanaan dalam anggaran nanti tidak dikerjakan akhirnya menjadi silpa anggaran.

Sekali lagi pikiran saya salah, rupanya kepemimpinan dua putra Kurai ini memang ingin membuktikan janji kampanyenya dahulu yang sudah disampaikan lewat visi dan misinya. Mulai pembangunan pembangunan sekolah SD dan SMP Negeri, pendestrian jam gadang dan revitalisasi trotoar, revitalisasi kebun binatang dna objek wisata, pembangunan perkantoran pemerintahan, sampai terakhir pembangunan RSUD Bukittinggi. Disamping pembangunan fisik yang dikerjakan,  pembangunan non fisik juga tidak sedikit yang sudah dibuat.

Maka akhir-akhir ini setelah dilihat hasil pembangunan Kota Bukittinggi 5 tahun terakhir ini,  banyak disebut-sebut orang Walikota Ramlan Nurnatias itu cocok disebut sebagai Bapak Pembangunan Bukittinggi. 

Pada konteks ini saya mempersilahkan masyarakat yang menilai, karena bagi yang senang pasti akan setuju, sebaliknya bagi yang melihat ini sebagai yang tidak baik akan berpikir sebaliknya pula. Saya termasuk yang setuju karena ini merupakan pilihan dalam menilai dan berpandangan dalam melihat dan menilainya.

Kini tepat pula tanggal 17 Pebruari 2021, pengakhiran secara resmi kepemimpinan Ramlan Nurmatias dan Irwandi memimpin Kota Bukittinggi sebagai Walikota dan Wakil Walikota Periode 2016-20121. 

Walaupun sebenarnya mulai 16 Pebruari 2021 kemaren, keduanya sudah berakhir melaksanakan tugas mulia ini. Saya dan kita semua akan berpisah dengan kedua pemimpinan Kota Bukittinggi ini, tapi berpisah bukan bacarai.

Bapisah bukan bacarai, kira-kira itu yang terlintas dibenak saya dengan keduanya. Memang kita berpisah sepanjang keduanya menjabat sebagai Walikota dan Wakil Walikota Bukittinggi. Tapi  saya kira kita tidak bacarai, karena datang dan pergi dengan suasana baik. Sekira-kira seperti pituah minang saya dan kita dengan mereka seperti “datang tampak muko, pulang tampak pungguang”. 

Mungkin saya dan kita akan bertemu dengan mereka degan waktu dan suasana lain. Saya yakin keduanya adalah orang yang lahir dan tali pusatnya pernah dikuburkan di tanah Bukittinggi, inssa allah tidak akan melupakan Bukittinggi. 

Ada pertanyaan kepada saya tentang Ramlan Nurmatias, apakah sedih meninggalkan jabatannya, setahu saya Uda Ramlan Nurmatias (sebelum jadi Walikota saya biasa menyapa dengan sebutan Uda) itu orangnya ikhlas dan ihtiarnya membangun kota ini sejak dulu hanya untuk memajukan kota ini dengan masyarakat, apalagi ini adalah tanah kelahirannya.

Beberapa waktu lalu saya sempat bercerita dengan Uda Ramlan Nurmatis, bahwa menurut saya manusiawi saja ada sedihlah, sebelumnya selalu bersama kini tidak bersama lagi. Beliau juga senang, karena tidak punya masalah dan tidak membuat masalah dengan banyak orang selama memimpin kota ini. 

Dengan ASN beliau merasa senang bisa berpisah karena tidak menyusahkan mereka dan tidak meninggalkan luka dan kekecewaan di hati ASN. Kalaupun ada satu dua ASN mungkin kurang senang, hal itu mungkin karena aturan saja. Saya juga sempat bercerita tentang hasil kerja selama 5 tahun. 

Ia menjawab sederhana saja, semua sudah dikerjakan sesuai amanah yang diberikan, selanjutnya diserahkan kepada Allah dan biarkan masyarakat yang menilai. Intinya bekerja untuk masyarakat dengan sungguh-sungguh sudah ia kerjakan dan semua juga karena dukungan semua pejabat dan staf elama ini. Kalau jujur katanya masih banyak lagi rencana dan program kota ini yang harus dibuat.

Saya sempat membaca berita di surat kabar dan media online, ketika Uda Ramlan Nurmatias memimpin apel bersama dengan ASN, Senin (8/2/2021). Dalam apel bersama ASN itu disamping ia menyampaikan pamit minta maaf kepada semua jajaran ASN yang pernah dipimpinnya, Ramlan juga tegas menyampaikan agar semua ASN dilingkungan Pemko Bukittinggi untuk mendukung penuh pemimpin baru Kota Bukittinggi. 

Saya kira penyampaiannya di apel bersama itu bisa menjawab bagaimana, sikap dan pandangannya terhadap pemimpin baru yakni H. Erman Safar dan Marfendi.

Selamat menjadi orang biasa kepada Uda Ramlan Nurmatias dan Uda Irwandi yang juga orang sumando saya di Nagari Simawang Tanah Datar. Terima kasih untuk pengabdian selama ini, semoga kebaikan yang diperbuat dijadikan ibadah oleh Allah SWT. Terima kasih juga kepada Uni Yesi Endriani dan Uni Khadijah. 

Insya Allah kita akan bertemu disuasana dan waktu yang lain, namun tetap dalam bingkai silaturahmi yang abadi. Mohon Maaf kalau ada salah kami sebagai warga kota kepada Uda berdua. Insya Allah kita Bapisah Bukan Bacarai. Selamat Datang Pemimpin Baru Kota Bukittinggi H. Erman Safar dan Marfendi. “Biduak Lalu Kiambang Batawuik”. (***)


Bagikan

Saat ini 0 komentar :

Terbaru

Copyright © 2020 Analisakini.id | Baca Dulu Baru Komentar - All Rights Reserved