arrow_upward

Bangun Fly Over Sitinjau Lauik Butuh Biaya Rp3 Triliun

Saturday, 30 January 2021 : 22:17
Wagub Sumbar Nasrul Abit bersama jajaran Kemenko Kemaritiman dan Investasi di Panorama Fly Over.(humas).


Sitinjau, AnalisaKini.id-
Pembangunan jembatan layang atau fly over Panorama 1 Sitinjau Lauik, Sumatera Barat (Sumbar) butuh biaya sekitar Rp3 triliun lebih dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Rinciannya, Panorama 1 sebesar Rp1,163 triliun dan Panorama 2 sebesar Rp2,051 triliun.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit saat Rapat Pembahasan Pembangunan Infrastruktur Provinsi Sumbar di Aula Kantor Gubernur Sumbar, Jumat (29/1/2021).

Pembangunan fly over ini, kata Nasrul Abit, didasari karena daerah Panorama 1 Sitinjau Lauik merupakan daerah rawan kecelakaan dengan radius tikung terlalu sempit, tanjakan dan turunan terlalu terjal dan curam, bahkan sering kendaraan bermotor lepas kendali (out of control) terutama Angkutan Berat, seperti truck.

"Jumlah Kejadian Kecelakaan selama periode 2016-2020 sebanyak 50 kecelakaan, Meninggal 19 orang, Luka Berat 9 orang, luka ringan 111 orang (data Polresta Padang)," ujar Nasrul Abit.

Nasrul Abit mengatakan, pihaknya telah menyampaikan usulan itu kepada perwakilan Kemenko Kemaritiman melalui Djoko Hartoyo Asisten Deputi Infrastruktur Pengembangan Wilayah. Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi, Kemenko Maritim dan Investasi.

"Bahkan kita telah membuat rencana pembangunan jalan flyover di kawasan Indarung menuju Kabupaten Solok, menjadi usulan prioritas dan mendesak jalan dan jembatan di Sumbar tahun 2021 kepada Kemenko Kemaritiman," ucap Nasrul Abit.

Seusai melakukan rapat pembahasan pembangunan infrastruktur Sumbar itu, Wagub Sumbar bersama Asisten Deputi (Asdep) Kemenko Maritim dan Investasi beserta rombongan, Kepala Bappeda Sumbar, Kepala Balitbang, PUPR, Balai PUPR dan instansi terkait dari Kota Padang langsung meninjau lokasi pembangunan fly over Panorama.

Di lokasi tampak pihak dari Menko Maritim bersama PUPR Sumbar melakukan pengecekan dengan berjalan kaki sepanjang 300 meter. Karena jalan sempit, sehingga menimbulkan kemacetan.

Bahkan Asdep Menko Maritim merasakan perjalanan menuju Panorama 1 sangat berat untuk ditempuh dengan tanjakan tinggi dan belokan tajam sulit dilakukan oleh kendaraan besar bermuatan berat.

Nasrul Abit berharap mudah-mudahan usulan ini bisa diterima oleh Kemenko Kemaritiman sehingga bisa mengurangi kemacetan dan kecelakaan yang sering terjadi di sana. (***)



Bagikan

Saat ini 0 komentar :

Terbaru

Copyright © 2020 Analisakini.id | Baca Dulu Baru Komentar - All Rights Reserved