arrow_upward

Erizal: Survei Voxpol yang Buruk

Tuesday, 1 December 2020 : 12:40

 

Sekretaris Partai Gelora, Erizal.

Padang, AnalisaKini.id- Sekretaris Partai Gelora Erizal menyebut, hampir tiga pekan ini survei Voxpol yang digawangi Pangi Syarwi Chaniago tampil di media. Aneh, survei ini dibuka ke publik secara mencicil. Lebih aneh lagi, media-media ternama seperti tak merasa bersalah saat mempublikasikan hasil survei ini. 

“Seperti kata Karni Ilyas, tak ada keinginan dari pihak jurnalis sendiri untuk mengejar hasil survei itu secara utuh. Terima begitu saja. Merasa puas saja. Bahkan, seperti pepatah Minang, alun pai alah baliak (belum pergi sudah balik). Lembaga survei ini juga terlihat buruk. Bukan soal hasilnya, melainkan etika pertanggungjawabannya terhadap publik,” kata peneliti dari AB Center ini, Selasa (1/12/2020). 

Bayangkan, katanya, satu kali surveinya, yakni 2-12 November, tapi hasilnya dibuka sejak 18 November dengan pemberitaan "Mahyeldi Sosok Pemimpin Paling Religius", lalu 22 November, "Mahyeldi Pemimpin Paling Layak dan Mampu", lalu 25 November, "Mahyeldi Sosok Pemimpin Paling Sederhana", dan kemarin yang paling menghebohkan, "PKS unggul di Sumbar 20,3%, meninggalkan jauh partai-partai lainnya".

“Dapat ditebak  Voxpol ini bekerja untuk Mahyeldi-Audy Joinaldy yang diusung PKS-PPP. Sebab, merekalah yang diuntungkan. Itu tak masalah. Termasuk, hasil surveinya juga tak masalah. Mau dia buat berapa persen pun, juga tak masalah. Publik mulai paham kinerja dari lembaga survei ini. Apalagi dengan mencicil publikasi hasil surveinya itu,” kata dia.

Menurutnya, tak hanya buruk secara pertanggungjawaban publik, nitanya juga buruk, termasuk perlakuan terhadap data survei itu sendiri. Ia bersembunyi di balik data untuk memuluskan keinginannya. Bahkan, keinginan dari pihak yang dimainkan kepentingannya. Lembaga survei netral, tak memihak? Cara dan kerjanya tak terlihat begitu.

“Buruknya lagi, lembaga ini menyatakan PKS unggul sangat tinggi sekali, tapi juga menyinggung soal faktor korupsi yang baru dialami Gerindra. Padahal, antara data survei yang diperoleh dengan kasus korupsi yang dialami mantan kader Gerindra Edhy Prabowo, sungguh sangat berjauhan sekali,” katanya dalam akun facebook Erizal. 

Sekarang, katanya, orang menunggu berapa elektabilitas dari keempat pasang calon yang hendak diberikannya. Siapakah yang unggul? Apakah masih Mahyeldi-Audy Joinaldy? Anehnya, sekali lagi, media tak mau mengejar ini sejak awal. Dan hanya menerima bersih saja data yang dicicil oleh lembaga survei ini.

“Tapi, sesuai keterangannya sendiri, elektabilitas partai tak berhubungan dengan elektabilitas calon. Artinya, elektabilitas Mahyeldi-Audy jauh di bawah kandidat lainnya. Tapi, kalau nanti tiba-tiba, elektabilitas Mahyeldi-Audy jauh pula di atas, berarti lembaga survei ini sedang menjilat ludahnya sendiri. Dan ini buruk sekali,” katanya. (***)

Bagikan

Saat ini 0 komentar :

Terbaru

Copyright © 2020 Analisakini.id | Baca Dulu Baru Komentar - All Rights Reserved