arrow_upward

Profil Anton Permana yang Ditangkap Polisi : Aktivis dan Peternak yang Jadi Deklarator KAMI

Tuesday, 13 October 2020 : 18:47

 


Jakarta, AnalisaKini.id -Bareskrim Polri menangkap tiga deklarator KAMI, termasuk Anton Permana. Selain Anton, Jumhur Hidayat, dan Syahganda Nainggolan, lima petinggi KAMI lainnya juga ditangkap di Jakarta dan Medan.

Menurut Ketua Komite Eksekutif KAMI Ahmad Yani, tiga deklarator KAMI yang ditangkap polisi merupakan aktivis ulung. Bahkan, mereka sudah terbiasa menghadapi hal serupa sejak Orde Baru.

"Orang-orang yang ditangkap itu kan sudah terbiasa sejak zaman Orba dulu, bukan anak baru kemarin, bukan aktivis baru" sebut Yani Selasa (13/10/2020) seperti dikutip dari kumparan.com.

Anton Permana memang bukan bukan orang baru dalam hal mengkritisi pemerintah Jokowi. Ia cukup aktif menuliskan opini-opininya yang kontroversial di berbagai media.

Misalnya saja tulisannya yang berjudul 'Bubarkan BPIP, Waspada Penyebaran Pancasila Cita Rasa Komunis' yang dimuat di beberapa media daring.

Salah satu hal yang membuat tulisan tersebut viral adalah karena Anton mencantumkan dirinya sebagai alumni Lembaga Ketahanan Nasional RI atau Lemhannas. Ia diketahui memang merupakan salah satu alumni Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LVIII Tahun 2018.

Pihak Lemhannas lalu buka suara terkait tulisan tersebut. Menurut Biro Humas Settama Lemhannas RI, tulisan Anton tentang BPIP merupakan pemikiran pribadi dan tidak ada hubungannya dengan Lemhannas sebagai institusi.

Selain aktif menulis, selama empat bulan terakhir, Anton juga rajin mengunggah video di channel YouTube pribadinya. Video-video tersebut kerap berisi kritik hingga pendapatnya terkait isu-isu terkini, termasuk kegiatannya di KAMI.

Ia juga tercatat sebagai salah satu pengurus di Forum Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri ABRI (FKPPI) Kota Batam. Dalam kurun waktu 2016 hingga awal 2017, di bawah kepemimpinan Anton, sudah ada 92 kegiatan yang digelar FKPPI Kota Batam selama 16 bulan.

Bidang politik juga tak luput dari perhatian Anton. Di Pilkada 2017, ia sempat mendaftarkan diri sebagai bakal calon Walikota Payakumbuh melalui Partai Gerindra.

Padahal, sebelumnya, Anton merupakan bagian dari tim sukses calon lainnya, Riza Falepi, yang diusung  PKS. Namun, pada akhirnya, Anton batal maju di Pilwalko Payakumbuh 2017.

Tak hanya menjadi aktivis, Anton rupanya juga merupakan seorang pebisnis yang cukup andal. Ia dikenal sebagai orang yang aktif membina peternak puyuh organik dan kerap mengkampanyekan potensi pasar domestik produk puyuh yang masih terbuka lebar.

Pada pertengahan Agustus lalu, Anton juga terlibat dalam pembentukan KAMI. Ia menjadi salah satu deklarator aksi bersama Gatot Nurmantyo hingga Din Syamsuddin. (***)


Bagikan

Saat ini 0 komentar :

Terbaru

Copyright © 2020 Analisakini.id | Baca Dulu Baru Komentar - All Rights Reserved