arrow_upward

Memoriam Almarhum Nasrun Syahrun, Mantan Bupati Padang Pariaman

Wednesday, 14 October 2020 : 22:36

 


Nasrul Syahrun




Padang, AnalisaKini.id- Innalillahi wainnailaihi rojiun. Nasrun Syahrun, Bupati Padang Pariaman periode 1993-1998 telah berpulang pada Rabu,15 Oktober 2020 di Rumah Sakit Santa Yusuf, Cikutra, Bandung, Jawa Barat.

Berita duka wafatnya Nasrun Syahrun ini menyebar luas di berbagai media sosial, termasuk  grup WhatsApp Piaman dan alumni Fakultas Pertanian Unand.

Yusrizal M.Zen, pensiun dosen Fakultas Pertanian Unand pun ikut menulis sekilas potret seniornya itu di dinding facebooknya. Berikut isinya :

Kami sekeluarga berduka yang dalam atas meninggalnya Ir.Nasrun Syahrun, pada 14 Oktober 2020 di RS Santa Yusuf Cikutra Bandung. Innalillahi wainna ilahi rajiun. Allahummaghfirlahu, warhamhu, wa'afihi wa'fuanhu, waakrim nuzulahu, waadkhilnaljannata maswahu. Kita doakan semoga arwah almarhum Ir.Nasrun Syahrun  diampunkan dosanya, ditinggikan derajadnya, dan ditempatkan Allah pada tempat yg mulia disisiNya, serta keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran. Kita berikan maaf yang ikhlas kepada almarhum, selama pergaulan dengan almarhum.  

Nasrun Syahrun adalah putra Pariaman, yang masuk Fakultas Pertanian Universitas Andalas di Padang pada 11 September 1964 dan memilih jurusan Agronomi. No. Buku Pokok almarhum 574. 

Semasa mahasiswa almarhum adalah tokoh mahasiswa, yang sangat aktif dalam organisasi kemahasiswaan, seperti senat mahasiswa ditingkat Fakultas, dan Dewan Mahasiswa di tingkat Universitas Andalas. Menamatkan studi pada 20 Oktober 1970 dan pelantikan pada 30 Nopember 1970, bertepatan dengan Acara Dies Natalis Fakultas Pertanian ke-16 . Nomor urut tamat adalah 93. 

Bersamaan pelantikan pada tanggal tersebut  tempat duduk para tamatan adalah pada kursi No. (1) dan seterusnya adalah Ir.Amir Mahmud, pensiunan PPS Sumbar (2) Ir.Rozida Agus almh Mantan Dosen Faperta(isteri Alm Salimuddin Nasution), (3) Ir.Syafri Rasyid Alm (Mantan pensiunan Transmigrasi), (4) Ir.Sukardi alm, (5) Ir.Harmel alm (Mantan Peneliti BPTP Sumbar Sukarami),  (6) Ir.Rajab Zamani alm, (7) Ir.Nasrun Syahrun alm Mantan Bupati Padang Pariaman dan (8) Ir.Darnis alm (Mantan PPS Sumbar).

Satu hal yang menarik pada pelantikan tanggal 30 Nopember 1970 tersebut dihadiri oleh Drs.Harun Zain Gubernur Provinsi Sumatera Barat. Pada dinding tempat acara Ruang I atau Persiapan Fakultas Pertanian, dinding depan kanan bergambar Traktor Massey Ferguson dengan kapur merah, biru dan kuning. Di atasnya bertulis To Modern Agriculture, sebagai Motto Dies Natalis & Pelantikan.

Gubernur dalam pidatonya : “Hari ini adalah satu momentum yang amat penting menuju Modern Agriculture.  Kehadiran 8 orang insinyur baru adalah satu modal utama dalam menunjang menuju pertanian modern”.  Pidato Gubernur itu dengan menggunakan teks. Berpuluh tahun kemudian sekitar tahun 2002, baru diketahui,  pidato Gubernur itu ditulis oleh  Drs.Rusydi Lubis (Mantan Sekda Sumbar sekitar tahun 2002). Gubernur mengajak ke 8  Insinyur baru untuk menyumbangkan keahliannya pada Pemerintah Daerah Sumbar.

Masing-masing Insinyur baru dibacakan Curriculum vitae nya secara lengkap. Yang menarik adalah  alm.Nasrun Syahrun dalam CV nya menulis bahwa ia mempunyai hobbi Protokol (sekarang lebih populer disebut MC). Ternyata alm. Nasrun Syahrun setelah tamat  memilih menjadi dosen pada Fakultas Pertanian Unand. 

Kepadanya selain mengajar, diberi tugas tambahan pada Biro Kemahasiswaan tingkat Fakultas. Namun tidak lama kemudian, almarhum memenuhi panggilan Gubernur. Ia diangkat menjadi salah satu staf pada Badan Urusan Cess Sumatera Barat yang waktu itu diketuai oleh Drs.Azwar Dt. Palembang. Pada saat itulah dibangun kebun induk Kayu manis (Cassia vera) di bekas kebun PT Kami Saiyo di Sukarami Solok, yang kemudian dibangun di sebelahnya Lembaga Penelitian Pertanian Pangan (LP3) yang jadi BPTP sekarang. Kebun induk Cassia vera itu telah berperan mensupplai bibit pada pengembangan kayu manis Sumbar. Disamping itu telah banyak berkontribusi untuk penulisan tesis atau skripsi mahasiswa Fakultas Pertanian. Pada  2010 Kebun induk itu sudah punah. (***)

Bagikan

Saat ini 0 komentar :

Terbaru

Copyright © 2020 Analisakini.id | Baca Dulu Baru Komentar - All Rights Reserved