arrow_upward

Saham Emiten Rokok Kompak Mengepul

Tuesday, 4 August 2020 : 11:45
Ilustrasi pergerakan saham. 
Jakarta, AnalisaKini.id- Saham PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM) berhasil melesat pada perdagangan hari ini, Selasa (4/8/2020). Harga WIIM berhasil melesat setelah laba bersih perusahaan yang ikut terbang karena penjualannya naik.

Berdasarkan publikasi laporan keuangan perseroan per 30 Juni 2020, Rabu (29/7/2020), laba bersih perseroan terbang 409,67% annualized menjadi Rp43,6 miliar. Pada periode enam bulan 2019, laba bersih Wismilak hanya Rp 8,55 miliar.

Peningkatan laba pada periode tersebut merupakan sumbangsih pertumbuhan penjualan 27,71% secara year-on-year (YoY) menjadi Rp 829,26 miliar. Terdapat pula kenaikan pendapatan lain-lain menjadi Rp 8,5 miliar pada periode tersebut.

Sebelumnya, seperti dikutip dari cnbcindonesia.com, Sekretaris Perusahaan Wismilak Surjanto Yasaputera mengakui pertumbuhan penjualan tahun ini didorong oleh dua produk unggulan yang baru dirilis perseroan yakni di segmen SKT (Sigaret Kretek Tangan) dengan jenama Wismilak Satya dan SKM (Sigaret Kretek Mesin) dengan jenama Diplomat Evo.

Dalam paparan publik virtual yang berlangsung pada Senin (27/7/2020), Surjanto juga menyampaikan kenaikan tarif cukai yang mengharuskan produsen rokok tier satu menaikkan harga jual membuat produk Wismilak laku di pasaran. Soalnya, ada peralihan konsumen loyal dari rokok tier satu ke produk Wismilak yang harganya lebih murah.

"Produk rokok kita berada pada range [harga] yang cukup affordable sehingga bisa menjadi alternatif pengganti rokok yang sebelumnya terlalu mahal harganya," ujar Surjanto.

Simak gerak emiten rokok yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI)

Terpantau mayoritas emiten yang bergerak di Industri rokok rata-rata hijau tipis, kenaikan tertinggi sendiri dibukukan oleh WIIM dengan kenaikan sebesar 12,75%. Pada pukul 11.20, harganya jadi Rp 340, naik 14%.

Sedangkan duo saham rokok dengan kapitalisasi pasar jumbo PT Gudang Garam Tbk (GGRM) dan PT H M Sampoerna Tbk (HMSP) berhasil naik tipis, keduanya naik 0,93%. GGRM di harga Rp 48.775/unit sedangkan HMSP di harga Rp 1.630/unit.

HM Sampoerna mencatatkan penurunan laba bersih pada semester I-2020 secara year on year (yoy). Laba bersih melorot 28% menjadi Rp 4,89 triliun dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 6,77 triliun

Sementara, Gudang Garam mengalami penurunan laba bersih sebesar 10,74% year on year (YoY) pada periode semester I-2020. Jumlah laba bersih perusahaan selama 6 bulan pertama tahun ini menjadi Rp 3,82 triliun, turun dari Rp 4,28 triliun di periode yang sama tahun sebelumnya.

Penurunan laba bersih GGRM ini terjadi ketika perusahaan mengalami kenaikan pendapatan tipis 1,72% menjadi senilai Rp 53,65 triliun dari sebelumnya di akhir Juni 2019. (***)

Bagikan

Saat ini 0 komentar :

Terbaru

Copyright © 2020 Analisakini.id | Baca Dulu Baru Komentar - All Rights Reserved