arrow_upward

Pilgub Sumbar : Poros Baru Siapa akan Berlabuh, Faldo-Febby atau Gusmal-Suherman?

Thursday, 6 August 2020 : 12:54
Muhammad Nur Idris Sati Bagindo.
Oleh : Muhammad Nur Idris Sati Bagindo

Pilkada Sumbar yang akan digelar 9 Desember 2020 sudah hampir final memunculkan nama dan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sumbar periode 2020-2025.

Ada 3 pasang nama yang sudah memastikan maju yakni; Mahyeldi-Audy Joinaldy yang didukung PKS dan PPP (14 kursi), Mulyadi-Ali Mukhni didukung Demokrat-PAN (20 kursi), dan Nasrul Abit-Indra Catri (14 kursi).

Sementara calon perseorangan yang digadang-gadangkan akan menjadi kuda hitam melawan calon yang diusung partai politik yaitu Irjen.Pol.Fahrizal-Genius Umar. Harus menelan pil pahit karena dinyatakan tidak lolos verifikasi faktual oleh KPU Sumbar.

Awal Agustus suasana Pilkada Sumbar kembali diberikan kejutan dengan hadirnya koalisi bernama Poros Baru yang terdiri atas 3 parpol (Golkar-NasDem-PKB) yang sudah memiliki 14 kursi. PDI Perjuangan (PDIP) yang dikabarkan akan menyusul bergabung dalam Poros Baru ini.

Di luar 3 pasangan calon yang sudah didukung oleh partai politik sebelumnya. Maka ada 2 pasang calon yang sudah mulai memunculkan diri untuk mendaftar di Poros Baru yakni pasangan Faldo Maldini (Kader PSI) berpasangan dengan Febby Dt. Bangso (Ketua PKB Sumbar) dan pasangan Gusmal (Bupati Solok) berpasangan dengan Suherman (Pengusaha/Kader PKB).

Munculmnya nama dua pasang calon ini, membuat Pilkada Sumbar semakin bergairah. Faldo Maldini walau tidak mempunyai kekuatan kursi di DPRD Sumbar, namun diprediksi akan mampu dilirik parpol di Poros Baru diluar PKB.

Faldo dikabarkan didukung penuh oleh Pembina PSI Pusat Jeffrie Geovanie yang dikenal sebagai pelobby ulung soal politik di pusat.

Sementara pasangan Faldo yakni Febby Dt. Bangso merupakan Ketua PKB Sumbar yang sudah punya modal 3 kursi DPRD Sumbar. Artinya kalau untuk maju maka pasangan Faldo-Febby ini harus mencari minimal 10 kursi lagi.
Sebagaimana diketahui untuk bisa mengusung pasangan calon di Pilgub Sumbar, minimal harus memiliki 13 kursi di DPRD Sumbar.

Baliho besar pasangan Faldo-Febby ini, sudah banyak terpampang di berbagai jalan utama Kabupaten/Kota di Sumbar dengan tagline “Sumangaik Baru”. Lalu apakah pasangan Faldo-Febby ini bisa memikat hati parpol di Poros Baru Golkar dan Nasdem?.

Banyak kalangan memprediksi kalau memang Jeffrie Geovanie turut tangan membantu, maka Golkar dan NasDem diprediksi bisa diambil. Kalau ini terjadi maka pasangan ini bisa maju dengan memperoleh 15 kursi lewat koalisi Poros Baru.

Lalu bagaimana pula dengan pasangan calon yang baru muncul pertengahan Agustus ini, Gusmal dan Suherman?. Pasangan ini sudah mendeklarasikan diri (5/8) di Solok untuk maju dalam Pilgub Sumbar mendatang dengan tagline “Gaman (Gusmal-Suherman), dikabarkan pasangan ini akan maju melalui koalisi Poros Baru.

Gusmal merupakan Bupati dua periode di Kabupaten Solok berpasangan dengan Suherman asal Tanah Datar yang berlatar belakang pengusaha.

Hadirnya Gusmal dipercaturan Pilgug Sumbar membuat Dapil I Sumbar menjadi bergairah. Kalau sebelumnya calon Pilgub banyak maju dari Dapil 2 Sumbar, maka kehadiran Gusmal meramaikan bursa Cagub dari Dapil Sumbar 1 setelah Nasrul Abit asal Pesisir Selatan dan Audy Joinaldy dari Solok.
Gusmal digadang-gadangkan didukung oleh masyarakat Solok Raya (Kabupaten Solok, Kota Solok dan Kabupaten Solok Selatan) yang dianggap sukses memimpin Kabupaten Solok.

Sementara Suherman anak muda dan pengusaha yang berasal dari Tanah Datar, yang diharapkan akan didukung oleh masyarakat Tanah Datar. Karena saat ini  tidak ada putra Tanah Datar yang maju dalam percaturan Pilgub periode ini, maka tampilnya Suherman diharapkan bisa menjadi pertimbangan pilihan warga Tanah datar pada Pilgub Tahun 2020.

Mungkinkah Gusmal dan Suherman akan didukung oleh koalisi Poros Baru?. Setahu penulis untuk menjatuhkan dukungan pada pasangan calon, biasanya parpol melihat kepada hasil survey dan dukungan kelompok/organisiasi masyarakat yang punya pengaruh besar.

Namun tidak sedikit juga pilihan dijatuhkan karena adanya hubungan emosional dan kedekatan calon dengan petinggi partai.

Kalau melihat Gusmal, penulis mencoba dari pilihan hubungan emosional dan kedekatan dengan petinggi partai Golkar Sumbar. Gusmal dianggap punya hubungan emosional dan kedekatan dengan Ketua Golkar Khairunnas yang berasal dari Solok Selatan dan Sekretaris Golkar Sumbar Desra Ediwan Anantanur juga asal Solok dan pernah bersama dengan Gusmal memimpin Kabupaten Solok.

Memang PDI Perjuangan (PDIP) belum menyatakan diri untuk bergabung dengan koalisi Poros Baru. Maka sampai saat ini penulis hanya menyebut baru hanya tiga partai yang sudah bergabung dengan Poros Baru.

Ada bocoran selentingan dari petinggi partai politik di Sumbar, PDIP sedang dilirik oleh Ketua Demokrat untuk diajak bergabung mengusung pasangan Mulyadi-Ali Mukhni. Tujuannya untuk mendulang suara masyarakat Dharmasraya karena memang Dharmasraya menjadi basisnya PDIP di Sumbar.

Bicara koalisi Poros Baru maka menurut penulis memang ketiga parpol yang ada sekarang tidak bisa dipisahkan. Golkar saja dengan NasDem baru punya 11 kursi. PKB dengan Golkar sama saja baru ada 11 kursi, apalagi NasDem dengan PKB semakin jauh karena baru ada 6 kursi.

Lalu kalau ketiganya kompak mengusung pasangan calon Pilgub nanti siapa yang akan diusung. Faldo-Febby atau Gusmal-Suherman yang akan berlabuh?

Bagikan

Saat ini 0 komentar :

Terbaru

Copyright © 2020 Analisakini.id | Baca Dulu Baru Komentar - All Rights Reserved