arrow_upward

Gowes Berkerumun, CPPC-19 Nilai Walikota Padang Abai

Tuesday, 18 August 2020 : 13:33

Suasana usai Siti Nurbaya Adventure. (ist). 
Padang, AnalisaKini.id- Kegiatan Siti Nurbaya Adventure digelar pagi tadi, 3000 gowes mengikuti acara gratis dan bertabur doorprize.

Tapi kegiatan di saat Padang masih berstatus orange covid-19, sekaipun kegiatan untuk peringatan HUT RI ke 75 dan panitia tetap mewanti-wati penerapan protokol kesehatan, Cluster Pengawasan Penanganan Covid-19 (CPPC-19) nilai Walikota Padang abai.

CPPC-19 terdiri dari tiga lembaga negara bentukan UU di Sumbar, Ombudsman RI, Komnas HAM RI dan Komisi Informasi Sumbar menyebut ada indikasi pelanggaan terhadap aturan yang dibuat oleh Walikota Padang sendiri.

“Kita heran kok acara mengundang kerumunan orang banyak di luar batas toleransi yang digariskan protokol kesehatan tetap digelar oleh Padang dengan alasan memeriahkn HUT RI ke 75,”ujar Kepala Ombudsman Perwakilan Sumbar Yefri Heriani Minggu 16 Agustus 2020.

Uni Yef biasa disapa kalangan aktifis di Sumbar menyebutkan terlaksananya kegiatan itu  bukti terang keabaian Pemko Padang dalam mengimplementasikan kebijakan yang dibuat seperti tertuang pada Surat Edaran Walikota Padang tentang partispasi masyarakat memerihakan HUT RI dengan larangan tercantum di surat edaran itu.

“Bahkan melanggarnya. Contoh yang tidak patut dipertontonkan kepada rakyat,”ujar Uni Yef.

Mestinya kata Ombudsman Perwakilan Sumbar sebagai upaya pencegahan penularan dan memutus mata rantai covid-19, fungsi pemerintah selain membuat berbagai kebijakan, hendaknya juga memberikan contoh yang dapat diteladani oleh masyarakatnya. 

“Dan boleh saja pemerintah dengan jajarannya bertindak jika terjadi pelanggaran. Gowes tadi pagi itu sudah diikuti ribuan peserta tapi soal jaga jarak pakai masker banyak yang tidak melakuknnya,”ujar Uni Yef.

Sementara Ketua Komisi Informasi Sumbar Nofal Wiska menekankan ada jeda waktu dari Panitia atau Walikota untuk membatalkan kegiatan tersebut.

“Siapa yang bisa menjamin tidak ada silent spreader (orang sehat tapi membawa virus,red) dari ribuan peserta. Mestinya penambahan kasus Padang setiap hari terbanyak, walikota menerbitkan pembatalan kegiatan tersebut,”ujar Nofal.

Cluster Penawasan Covid-19 Sumbar menyebur protokol kesehatan tidak saja masyarakat yang jenuh tapi pemerintah sendiri pun setengah hari menerapkannya.

Terlaksananya Siti Nurbaya Adventure dengan peserta 3000 orang itu banyak ciutan netizen pro kontra. (rel/***)
Bagikan

Saat ini 0 komentar :

Terbaru

Copyright © 2020 Analisakini.id | Baca Dulu Baru Komentar - All Rights Reserved