arrow_upward

Diminati Dunia, Nasrul Abit Minta Produksi Manggis Terus Ditingkatkan

Monday, 17 August 2020 : 10:12
Wagub Sumbar Nasrul Abit memberikan sambutan di hadapan petani dan pelaku ekspor manggis.(humas). 
Limapuluh Kota,AnalisaKini.id - Manggis merupakan salah satu komoditas hortikultura unggulan di Indonesia. Selain berkhasiat bagi kesehatan tubuh, manggis bisa menjadi peluang bisnis yang menjanjikan di Indonesia khususnya di Provinsi Sumatera Barat.

Produksi manggis Sumbar dengan jumlah produksi tahun 2019 posisi no 2 di Indonesia 28.833 ton setelah Jawa Barat dengan jumlah produksi
 74.975 ton.

Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Nasrul Abit, sangat merespon serta mendorong petani manggis di Nagari Banja Laweh Kecamatan Bukik Barisan, Kabupaten Limapuluh Kota  agar kedepan dapat meningkatkan produksinya sehingga menembus pasar global.

"Nagari Banja Laweh ini terkenal dengan buah manggis, merupakan produsen utama manggis di Kabupaten Limapuluh Kota. Kita harus tingkatkan lagi untuk menjadi komoditi ekspor manggis yang berkualitas serta budidayanya nomor 1 di Indonesia," kata Nasrul Abit memberi semangat pada petani manggis, Minggu (16/8/2020).

Berdasarkan data statistik pada
2019 jumlah produksi manggis di  Limapuluh Kota adalah 10.498 ton, Kecamatan Bukik Barisan memberikan kontribusi 61,40 persen tepatnya 6.446,20 ton manggis dihasilkan di kecamatan itu.

Manggis dari Limapuluh Kota tidak hanya memasok kebutuhan pasar lokal, tetapi telah menembus pasar ekspor. Tercatat, negara Republik Rakyat Tiongkok menjadi pengimpor tetap manggis Limapuluh Kota. Ini disebabkan, kualitas manggis Limapuluh Kota dinilai baik dan sesuai dengan kebutuhan di Tiongkok.

"Selama ini manggis di sini hanya dikonsumsi oleh masyarakat lokal, nah sekarang manggisnya untuk dikembangkan lebih luas, untuk memenuhi kebutuhan pasar global dan tentu harganya lebih mahal," ujarnya.

Saat ini untuk pengekspor manggis sudah ada, namun produksi manggis belum mampu memenuhi persyaratan yang ditentukan, karena butuh jumlah banyak untuk mengekspor manggis serta kualitas yang bagus.

"Untuk itu para petani, terus jaga kualitas manggis jangan lemah semangat karena, manggis ini banyak diminati oleh negara lainnya," ajak Nasrul Abit.

Selain itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Sumbar Syafrizal  menyebutkan perkebunan Limapuluh Kota telah menerbitkan 48 register lahan usaha manggis di Nagari Banja Loweh, Kecamatan Bukik Barisan, Limapuluh Kota telah menjadi sentra berkumpulnya pedagang manggis skala kecil hingga besar. Bahkan, para eksportir juga banyak yang langsung membeli manggis dari Nagari Banja
Loweh untuk kemudian diekspor langsung ke negara tujuan.

Rata-rata umur tanaman yang telah banyak berproduksi di Nagari Banja
Loweh adalah 25 tahun dengan potensi hasil 100 kg per batang per tahun, pada awal kwartal pertama  2020 ini jumlah produksi manggis di Nagari Banja Loweh sekitar 630 ton dengan nilai total penjualan sekitar 10 milyar rupiah dimana karena dampak Covid-19 harga jual rata-rata di tingkat petani adalah Rp15.000,-/kg ini dinilai turun bila dibandingkan dengan harga rata-rata tahun lalu yaitu Rp25.000,-/kg.

"Para petani manggis di sini sudah bekerjasama dengan eksportir di antaranya PT Eshfar Buah Segar, PT Bumi Alam Sumatera dan PT
Nusantara Segar Global," sebut Jejeng.

Varietas yang dikembangkan yaitu varietas unggul Nasional yang telah berkembang luas  di Sumatera Barat yaitu Ratu Kamang. Hampir seluruh manggis berkualitas baik yang diproduksi di  Limapuluh Kota menjadi komoditas ekspor.

Menurutnya, periode Januari sampai
dengan Juli 2020 fasilitasi ekspor buah manggis asal Sumatera Barat meningkat dua kali lipat
dibandingkan periode yang sama pada 2019, tercatat sebanyak 143 kali pengiriman dengan total
475,5 ton dengan nilai ekonomi mencapai 21,4 Milyar, angka ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan
periode yang sama di  2019 hanya 240,9 ton senilai Rp10,8 miliar saja dengan wilayah tujuan ekspor Cina, Malaysia dan Singapura.(***)

Bagikan

Saat ini 0 komentar :

Terbaru

Copyright © 2020 Analisakini.id | Baca Dulu Baru Komentar - All Rights Reserved