arrow_upward

Satu Rumah Satu Sarjana, Program Memutus Mata Rantai Kemiskinan ala Genius Umar

Jumat, 03 Juli 2020 : 11.14
Dr. Genius Umar.
Pariaman, AnalisaKini.id-Siapa bilang miskin tak bisa kuliah? Walikota Pariaman Dr. Genius Umar mewujudkan mimpi masyarakat miskin di wilayahnya dengan mengirimkannya kuliah ke berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Lewat program jeniusnya, program Satu Rumah Satu Sarjana,

"Kita ingin memutus mata rantai lingkaran setan kemiskinan di Pariaman. Warga miskin yang tak terpikirkan untuk menguliahkan anaknya karena ketiadaan biaya, kita kuliahkan secara gratis," ujar Wako Genius Umar.

Setiap tahun, khususnya sejak menerima amanah sebagai walikota Pariaman, seratus anak-anak keluarga miskin yang berprestasi, dikirim kuliah secara gratis ke sejumlah perguruan tinggi di Indonesia, ditambah uang saku Rp500 ribu per bulan per orang.

"Kita sudah kerjasama dengan sejumlah perguruan tinggi negeri di Indonesia. Kita utamakan politeknik karena ilmunya terapan, sehingga anak-anak tersebut setelah tamat bisa langsung bekerja," ungkap Genius yang bakal mengadopsi program ini menjadi program provinsi bila dipercaya memimpin Sumbar bersama Calon Gubernur Irjen. Fakhrizal dari jalur independen.

Saat ini, lanjut Genius, sudah tahun kedua program ini berjalan. Setelah tahun ketiga dan keempat nantinya, periode pertama pasti sudah tamat.

"Nah, tugas mereka yang sudah tamat dan bekerja adalah menarik keluarganya keluar dari lingkaran kemiskinan. Jika yang tamat itu ada setahun, maka sedikitnya akan ada 100 keluarga yang keluar dari garis kemiskinan. Jika dikali 4 orang saja satu keluarga, maka dalam setahun sudah ada 400 orang yang lepas dari status kemiskinan," jelas Genius.

Soalnya, ujar Genius, kerja sama dengan sejumlah politeknik itu tidak saja dalam hal menguliahkan mereka. Tapi juga berlanjut kerjasama dengan sejumlah industri, sehingga para lulusannya bisa langsung dapat kerja.

"Dari yang sudah berjalan, ternyata hasilnya luar biasa. Anak-anak yang kita kirim, ternyata indeks prestasinya bagus-bagus bahkan ada yang IP nya 3,8. Nah, bagi yang IP nya di atas 3,75 kita tambah lagi satu juta," terang dia. (*)

Bagikan

Terbaru

Copyright © Analisakini.id | Jernih Melihat - All Rights Reserved