arrow_upward

Pilgub Sumbar : Keterangan Lisan versus Tertulis

Saturday, 4 July 2020 : 10:03
Erizal.
Oleh: Erizal

Tak hanya Ketua DPW PKS Irsyad Syafar, Mahyeldi pun sudah terdengar menyebutkan, dialah yang bakal dicalonkan PKS sebagai Calon Gubernur Sumbar. Tapi, belum secara tertulis, melainkan secara lisan.

Hanya saja dalam politik, keterangan lisan itu tak bernilai apa-apa. Malah, keterangan secara tertulis pun, kalau tak kuat-kuat benar, bisa saja diabaikan atau bertukar di jalanan. Apalagi keterangan lisan itupun, belum berpasangan.

Artinya, baru Mahyeldi yang bisa dipastikan PKS, belum pasangannya, yakni Audy Joinaldy. Kendati PPP sudah mengumumkan pasangan ini, dan Mahyeldi pun sudah terlihat berdekatan dengan Audy. Tapi apakah mulus? Belum tentu.

Kalau mulus, mestinya sudah diumumkan seperti halnya Nasrul Abit-Indra Catri. Bukan mustahil, ada satu dua persoalan yang mesti mengganjal. Pada tulisan sebelumnya, saya pakai istilah daun sirih. Kurang lebih, begitulah.

Dalam suasana itu, muncul pula keterangan tertulis dari tersangka dalam kasus pencemaran nama baik atas nama Mulyadi. Tersangka mengaku yang menyuruh dia adalah Indra Catri sebagai atasannya.

Sama saja dengan keterangan lisan dalam politik, keterangan tertulis dalam hukum, apalagi berasal dari tersangka, itu tak bernilai apa-apa. Kalau saja tersangka itu menulis hal yang sebaliknya, itu juga tak bernilai apa-apa.

Misalnya, tersangka itu membuat keterangan tertulis bahwa Indra Catri sebagai atasannya tak menyuruh apa-apa, tetap saja itu tak bisa bernilai apa-apa dalam bukti hukum. Sebab pengakuan tersangka, baik menyatakan orang lain terlibat atau tidak, tak bisa sebagai acuan.

Sebagai informasi tambahan oleh penyidik, tentu saja bisa. Tapi sepanjang tak ada bukti otentik lain, ya tak bisa ditindak secara lebih jauh. Nanti Pengadilan yang lebih jauh mendalami kasus ini, dan itu, akan lama sekali.

Apakah Mulyadi diuntungkan dalam kasus ini terkait Pilgub? Sebaliknya, apakah Indra Catri dirugikan? Apakah pasangan Mahyeldi akan berganti atau tetap? Apakah Mahyeldi tambah kuat atau sebaliknya? Masih terlalu pagi untuk menilainya. Tapi Pilgub Sumbar akan semakin memanas, ini tak bisa lagi dimungkiri. (***)
Bagikan

Saat ini 0 komentar :

Terbaru

Copyright © 2020 Analisakini.id | Baca Dulu Baru Komentar - All Rights Reserved