arrow_upward

Terapkan Nilai-nilai Pancasila dalam Pandemi Covid-19

Wednesday, 17 June 2020 : 15:58
Anggota DPR/MPR, H. Mhd Asli Chaidir menyampaikan materi dalam sosialisasi empat pilar bangsa, Selasa (17/6). (ist)
Padang, AnalisaKini.id-Badan Kesehatan Dunia (WHO) sudah menyampaikan, virus Covid-19 tidak bisa hilang dalam waktu singkat dan menjadi masalah di seluruh dunia. Covid-19 menjadi realitas penyakit yang mengubah struktur sosial masyarakat.

"Perilaku sosial berubah. Begitu pun kohesi sosial. Cara, kebiasaan, tata kelakuan turut beradaptasi," kata Anggota DPR/MPR, H. Mhd. Asli Chaidir dalam sosialisasi empat pilar bangsa, Selasa (16/6).

Menurut dia, Covid-19 mengakibatkan perubahan yang cukup besar bagi berbagai sektor kehidupan. Mengancam kehidupan sosial, ekonomi, pendidikan, dan politik. Pada aspek kehidupan sosial, hubungan sosial terbatasi, disorganisasi dan disfungsi sosial terjadi di masyarakat.

Pada aspek ekonomi, tingkat kemiskinan meningkat dengan banyaknya sektor perdagangan, industri yang terpaksa melamban atau bahkan gulung tikar. Sektor pendidikan, model pembelajaran harus dilakukan jarak jauh secara daring.

Pada kehidupan politik juga tidak lepas terkena dampaknya. Ego sektoral antar lembaga pemerintah dan politik dramaturgi untuk meraih simpati masyarakat menjadi fenomena dalam konteks politik di tengah pandemi Covid-19.

"Pandemi Covid-19 di Indonesia telah membangunkan dan menyadarkan bangsa kita akan pentingnya nilai-nilai Pancasila dalam menghadapi pandemi covid-19," kata Asli.

Menurut dia, ada tiga nilai dalam Pancasila yang sangat penting dalam konteks menghadapi pandemi ini. Pertama, nilai persatuan yang diwujudkan dalam kolaborasi yang cukup solid antara pemerintah dan masyarakat dalam mencegah penyebaran Covid-19. Manajemen penanganan Covid-19 juga cukup efektif dilaksanakan dari pusat sampai ke daerah.

Yang kedua, nilai kemanusiaan. Nilai ini terlihat dari solidaritas sosial seluruh elemen masyarakat yang bahu membahu untuk membantu pelaksanaan tugas Satgas Covid-19 maupun membantu sesama saudara sebangsa yang terdampak pandemi Covid-19.

"Dan nilai ketiga adalah keadilan sosial. emerintah mempunyai kewajiban untuk menjaga kondisi sosial masyarakat. Pemerintah memikirkan bagaimana jaring pengaman sosialnya. Pemerintah juga memikirkan bagaimana roda perekonomian berjalan kembali sehingga kehidupan sosial-ekonomi bisa berangsur pulih kembali," terangnya.

Asli juga berharap, Pancasila menjadi modal bagi masyarakat dan bangsa untuk mengatasi pandemi Covid-19. Budaya gerakan gotong royong di semua lapisan bangsa.

Ini membuktikan, jiwa dan roh Pancasila telah diaplikasikan dalam cara berpikir, bertindak, berelasi antar masyarakat dan mewujudkan nilai kemanusiaan dan solidaritas. (***)

Bagikan

Saat ini 0 komentar :

Terbaru

Copyright © 2020 Analisakini.id | Jernih Melihat - All Rights Reserved