arrow_upward

Pilkada Padang Pariaman 2020 Diprediksi Lebih Sengit

Thursday, 18 June 2020 : 19:50
Edi Indrizal. (ist)
Padang, AnalisaKini.id-Pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Kabupaten Padang Pariaman yang digelar pada 9 Desember 2020, diprediksi seru. Bahkan ketimbang tiga kali Pilkada sebelumnya (2005,2010 dam 2015), Pilkada kali ini lebih sengit dan alot.

Direktur Indikator Politik Indonesia untuk Sumbar, Jambi, Riau dan Kepri, Edi Indrizal mengungkapkan, lebih sengit disebabkan karena figur-figur yang mengapung saat ini untuk maju Pilkada, tidak ada yang menonjol benar.

"Semua masih punya peluang untuk tampil sebagai jawara dalam kontestan Pilkada Padang Pariaman," kata Edi yang dihubungi kemarin di Padang.

Edi yang sering melakukan survei terkait Pilkada sebelum-sebelumnya di Sumbar, termasuk provinsi tetangga, berpendapat, meski dari figur yang muncul itu, ada nama incumbent, Suhatri Bur (wakil bupati), tetapi kenyataan di lapangan dan tingkat penerimaan publik, belum dominan.

Dengan kata lain, sebagai petahana, tidak jaminan bagi Suhatri Bur untuk memenangkan Pilkada. Bahkan bisa saja bernasib apes dan dikalahkan kandidat lain.

Edi menilai, sebagai petahana, Suhatri tidak terlihat kiprahnya sebagai kepala daerah. Padahal momen sebagai kepala daerah, banyak hal yang bisa diperbuat untuk mendongkrak popularitas dan elektabilas.

"Popularitas boleh dikatakan di atas, tapi elektabitas, sepertinya masih berimbang dengan kandidat lain. Sebagai petahana, Suhatri Bur harus kejar bagaimana elektabilitasnya naik," terang dia.

Nama-nama yang mengapung di Piaman tersebut antara lain, selain Suhatri Bur adalah Tri Suryadi (anggota DPRD Sumbar dari Gerindra), Bujang Pandawa (Golkar), Endarmy (NasDem), Refrizal dan Yohanes Wempi (PKS). Kemudian dari TNI/Polri seperti Adrian Adek, Tosriadi, Maymuspi. Lalu ada nama Rakmat Hidayat, Yobana Samial, Chairul Akbar, Budi Utama dan lainnya.

Dari sekian banyak nama tersebut, belum satupun yang final berpasangan. Apalagi, dari parpol yang ada di DPRD Padang Pariaman, tidak satupun parpol yang bisa mengusung pasangan calon sendiri, harus membangun koalisi dengan parpol lain. "Penentuan pasangan pun, juga mempengaruhi koalisi yang dibangun," katanya.

Edi menjelaskan, menjelang 9 Desember 2020, dari kini, kandidat yang akan maju, harus mahir dalam memilih pasangan calon dan koalisi parpol yang dibangun. Rekam jejak akan disigi rakyat, termasuk program nyata untuk kemakmuran rakyat dan daerah menjadi perhatian.

"Silakan berpacu, perlihatkan kepada rakyat, memang kita itu yang terbaik dan mampu membawa Padang Pariaman ke arah lebih baik. Yang dicari itu bagaimana rakyat simpati dan empati kepada kita," terangnya.

Masful.
Tokoh Piaman yang juga mantan pimpinan DPRD Sumbar, Masful juga menilai, Pilkada Padang Pariaman 2020 lebih sengit dan seru. Kekuatan masih berimbang dan boleh dikata sama kuat.

"Pilkada 2005 yang diikuti tiga paslon, banyak yang memperkirakan incumbent Muslim Kasim yang berpasangan dengan Ali Mukhni, menang. Ternyata benar," katanya.

Begitu pula Pilkada 2010 yang diikuti enam paslon, peluang besar ada pada paslon Ali Mukhni-Damsuar dan terbukti juga. Pilkada 2015 yang hanya diikuti dua paslon, peluang Ali Mukhni-Suhatri Bur yang besar menang, menjadi kenyataan. "Sekarang, berimbang," katanya.

Dari sebanyak itu yang muncul, Masful memperkirakan yang maju itu adalah pasangan Tosriadi-Idarussalam bakal diusung PPP, Hanura dan Golkar. Chairul Akbar-Budi Utama (PKB dan Demokrat), Adrian Adek-Rahmat Hidayat ( Gerindra-NasDem). Sementara Suhatri Bur-Ramang yang diusung PAN harus mencari parpol koalisi. Begitu pula Refrizal dari PKS, juga wajib mencari kaolisi untuk bisa mengusung paslon.

"Tapi itu baru kalkulasi saya. Bisa jadi berubah lagi. Yang jelas belum ada yang final benar. Mari sama-sama kita tunggu," kata Masful.

Berdasarkan data yang dihimpun AnalisaKini.id, Pilkada 2005 diikuti tiga paslon yaitu 1) M. Yusuf dan Isril Berd, 2) Muslim Kasim-Ali Mukhni dan 3) J.J. Datuk Gadang-Herman Harun.

Pilkada 2010 diikuti enam paslon yaitu 1) Ali Mukhni-Damsuar, 2) Sudirman Gani-Eri Zulfian, 3) Yusuf-Zamzamil, 4) Jasma Juni-Bakhtiar Sultan, 5) Yobana Samial-Dasril, 6) Ambia B. Roestam-Yusalman.

Pilkada 2015 diikuti dua paslon yaitu 1) Ali Mukhni – Suhatri Bur, 2) Alfikri Muhklis dan Yulius Danil.

Raihan kursi parpol di DPRD Padang Pariaman hasil Pileg 2019, adalah  Gerindra (7), PAN (7), PKS (4), Demokrat (4), Golkar (4), PKB (4), PPP (4), NasDem (3), PDI-P (2), Hanura (1). (***)




Bagikan

Saat ini 0 komentar :

Terbaru

Copyright © 2020 Analisakini.id | Baca Dulu Baru Komentar - All Rights Reserved