arrow_upward

Periksa 1.461 Sampel dalam 22 Jam, Labor FK Unand Hebat

Kamis, 28 Mei 2020 : 15.47
Wagub Sumbar Nasrul Abit dialog online dengan pengurus Ikatan Apoteker Sumbar. (humas)


Padang, AnalisaKini.id- Pemprov Sumbar mengapresiasi tim laboratorium yang bekerja tanpa lelah selama 22 jam. Dan yang luar biasa adalah mereka melakukan pemeriksaaan 1.461 sample dalam waktu 22 jam. 

"Ini pekerjaan tim yang sangat luar biasa dan merupakan rekor pemeriksaan sample swab terbanyak yang pernah ada di Indonesia," kata Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit dalam dialog online via zoom bersama Ikatan Apoteker Sumbar dalam rangka Upaya Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam penanggulangan Covid-19. di ruang rapat Wakil Gubernur, Kamis (28/5/2020).

Wakil Gubernur menjelaskan deteksi dini yang dilakukan adalah mencari sebanyak- banyaknya para terindikasi mulai dari ODP, PDP dan OTG.  Selanjutnya, deteksi dini harus dipercepat di Sumatera Barat.

"Menurut hasil deteksi kita dindingkan dengan provinsi lain, Sumatera Barat lebih cepat dalam penanganan uji laboratorium, dikarenakan Kedokteran Unand mempunyai labor sendiri. Jadi samplenya bisa diperiksa setiap hari sehingga Laboratorium Fakultas Kedokteran Unand termasuk terbaik di Indonesia" ujar Nasrul.

Wagub mengapresiasi tim paramedis yang telah bekerja luar biasa tanpa kenal lelah siang malam, tidak bertemu keluarga, dengan keikhlasan masih tetap bertahan untuk tetap setia merawat dan mengobati pasiennya.

Nasrul Abit juga katakan saat ini upaya dilakukan Pemprov.l  Sumbar dalam menghadapi wabah corona antara lain sudah siapkan rumah sakit rujukan covid-19 di antaranya RS M. Jamil, RSAM, RS Unand, RS M.Natsir, RS Semen Padang, RS Reksodiwiryo, dengan tota 147 tempat tidur. Lalu  Rumah Sakit Khusus Covid-19, di antaranya RSUD Pariaman dan RSUD Rasidin Padang, dengan jumlah 273 tempat tidur, dan jejaring rumah sakit Covid-19 RSUD Daerah dengan jumlah 563 tempat tidur.

Menyiapkan 9 lokasi karantina untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) 5 lokasi dan Orang Dengan Covid Positif Ringan (OD-CPR) 4 lokasi. Empat lokasi karantina ODP di antaranya, Asrama Diklat PPSDM Kemendagri Ragional Bukittinggi di Baso, UPT Asrama Haji Padang Pariaman, UPTD Balai Pelatihan Penyuluhan, Asrama BLK Padang Panjang, Arama BLK Payakumbuh.

"Sedangkan untuk karantina (OD-CPR) berlokasi di Asrama Diklat BPSDM Prov Sumbar, UPTD Balatkop Dinas Koperasi UKM Prov Sumbar, Asrama Diklat Bapelkes Dinas Kesehatan , Gedung ITC UPTD BPTSD Prov Sumbar Payakumbuh. Dan Inilah sarana-sarana yang kami siapkan mualai dari perlengkapannya, tenaga kesehatan, dokter beserta perawatnya itu akan kita siapkan semua," ucap Wagub.

Nasrul Abit menjelaskan untuk pengendalian akan dilakukan secara edukasi juga sudah lakukan sosialisasi-sosialisasi kepada masyarakat.

 "Kami di provinsi saja sudah cukup banyak mengirim surat hampir 100 surat tentang instruksi bagaimana penanganan Covid ini mulai dari ke tingkat desa, kelurahan sampai ke tingkat terendah" katanya


  • Selain itu Wagub mengatakan perlu juga dilakukan tracing, ketika ditemukan satu kasus seperti di pasar raya kemarin, mereka langsung ditracing dengan siapa yang bersangkutan, berhubungan siapa kelurganya semuanya kita cari, sehingga diisolasi, diswab ke laboratorium Unand ketika hasilnya positif, dengan siapa dia berkomunikasi dan berinteraksi ini yang harus ditracing sehingga dapat ditemukan kasus baru.(***)

Bagikan

Terbaru

Copyright © Analisakini.id | Jernih Melihat - All Rights Reserved