arrow_upward

Di Tengah Wabah Corona, UKM Binaan Ipemi Kebanjiran Pesanan

Jumat, 15 Mei 2020 : 11.38
Lisda Hendrajoni.

Padang, AnalisaKini.id-Pandemi wabah virus Corona atau Covid 19 telah mengakibatkan ekonomi lesu. Tapi  usaha kecil mikro (UKM) dibawah binaan ikatan pengusaha muslimah (Ipemi) Sumatera Barat yang bergerak di bidang konveksi kebanjiran pesanan. 

Permintaan tidak hanya dari Sumbar, tapi juga berasal dari daerah tetangga, seperti Riau, Jambi hingga Kepulauan Riau. Pesanan umumnya berupa masker dan alat pelindung diri (APD) untuk tenaga medis.

Ketua Ipemi Sumbar Lisda Hendrajoni mengatakan, di tengah lesunya ekonomi, pelaku usaha kecil dan menengah harus jeli melihat peluang bisnis agar usaha tersebut tidak bangkrut atau gulung tikar.

“Seperti pelaku usaha yang lain, kami juga dalam kondisi sulit. Tapi pengusaha kan harus bertahan karena banyak orang yang bergantung disana,” ucap Lisda, kemarin.

Anggota Komisi VIII DPR tersebut menjelaskan saat ini ada puluhan konveksi mempekerjakan ratusan karyawan yang tersebar di tiga kabupaten/kota tersebut beralih bidang dengan memproduksi masker dan alat pelindung diri. 

"Kalau dulu yang dijahit adalah baju kurung, sulaman bordir, mukena. Sekarang beralih dengan memproduksi masker dan APD. Pesanan datang dari Kepri, Riau dan Jambi. Alhamdulillah usaha mereka tetap bertahan dan karyawan juga tidak di-PHK,” tambah ketua PKK Pesisir Selatan.

Untuk itu, sambung Lisda, Ipemi terus berusaha membantu pemasaran produk anggota  ke berbagai kalangan. Baik pemerintah, maupun swasta yang berada di Sumbar maupun dari provinsi tetangga.

Disebutkan, pengurus membantu pemasaran produk dengan menjalin komunikasi dengan berbagai pihak. Baik pemerintah maupun  swasta. "Alhamdulillah pesanan mengalir,” terang Kapoksi NasDem Komisi VIII tersebut.

Lisda mengatakan omset dari UKM di bawah naungan Ipemi tersebut terus meningkat. Dari awal mula puluhan juta, dua bulan lalu, tapi kini miliaran rupiah telah diraih dari penjualan masker dan alat pelindung diri tersebut.

“Dari penjualan masker saja mencapai Rp180 juta lebih. Kalau penjualan alat pelindung diri omsetnya capai Rp2,7 miliar. Syukur alhamdulillah, ya,”ungkap Lisda.

Untuk itu, dia berharap peran pemerintah untuk membantu memasarkan produksi UKM tersebut dengan mengandalkan produk dalam negeri sehingga sektor usaha tetap bergerak dan angka pengangguran dapat ditekan.

“Kami meminta pemerintah agar tidak mengimpor masker dan APD sehingga UKM kita dapat bangkit lagi. Dan ekonomi berjalan optimal,” sebutnya. (***)




Bagikan

Terbaru

Copyright © Analisakini.id | Jernih Melihat - All Rights Reserved