arrow_upward

Awas, Virus Corona Sangat Mudah Menyebar di Toko Baju

Jumat, 22 Mei 2020 : 19.46
ilustrai toko baju. foto: ist
AnalisaKini.id - Tahun ini tradisi membeli baju baru jelang hari raya Idul Fitri nampaknya harus ditunda. Pasalnya Indonesia kini menjadi salah satu negara di dunia yang juga ikut terdampak oleh pandemi virus corona (Covid-19).

Sehingga masyarakat dihimbau untuk selalu menjaga jarak fisik agar penyebaran Covid-19 tidak semakin meluas.

Terlebih baru-baru ini ahli epidemiologi Universitas Padjadjaran (Unpad), Bandung, Panji Fortuna Hadisoemarto mengungkapkan bahwa toko baju merupakan tempat yang ideal bagi virus corona untuk menyebar.

Untuk itu, ia meminta masyarakat untuk memahami, gelombang pertama penularan virus corona ( Covid-19) di Indonesia, termasuk Jawa Barat, belumlah tuntas.

“Gelombang pertama yang belum selesai ini juga berpotensi naik drastis jika tidak ada pengetatan PSBB,” ujar Panti, dikutip dari Kompas.com (22/5/2020).

Panji lalu menjelaskan bagaimana virus corona bisa menyebar dengan mudahnya di pusat niaga seperti toko baju ini.

Menurutnya droplet dari pembawa virus corona (carrier) bisa menempel di permukaan benda-benda yang ada di pusat perniagaan.

Jika permukaan benda yang terkena droplet ini disentuh, maka virus dapat berpindah dan menginfeksi orang yang menyentuhnya.

“Potensi penyebaran tinggi. Bayangkan masyarakat menganggap situasi saat ini normal dengan berdesakan di toko baju, toko emas, tanpa mempertimbangkan protokol kesehatan, ini sangat meningkatkan risiko penularan,” ujar Panji.

Padahal, pergerakan dan kontak anggota masyarakat menjadi kunci dalam menekan kasus Covid-19. Semakin kecil persentase pergerakan masyarakat, pandemi Covid-19 semakin cepat ditanggulangi. Hal tersebut didapat berdasarkan permodelan yang dia buat.

Ia menyusun simulasi bagaimana Covid-19 akan menyebar di Jawa Barat dalam beberapa skenario.

Pertama, meski PSBB berhasil menurunkan transmisi, ada sisa transmisi yang menyebabkan munculnya kasus baru setiap hari.

Sebaliknya, jika pergerakan masyarakat tidak dapat ditekan lebih kecil, maka pandemi Covid-19 baru bisa teratasi tiga tahun ke depan.

Oleh karena itu, Panji merekomendasikan kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jawa Barat agar pergerakan masyarakat terus ditekan.

Intinya, jika PSBB diperketat sedikit lagi, bisa mempercepat habisnya wabah Covid-19 di Jabar. Bahkan dalam waktu kurang dari satu bulan.

"Pada dasarnya, pemodelan yang saya buat merekomendasikan bahwa kita harus mengetatkan PSBB sedikit lagi, agar penurunan dengan cepat itu bisa terjadi," tutup dia.(*)
Bagikan

Terbaru

Copyright © Analisakini.id | Jernih Melihat - All Rights Reserved