arrow_upward

Negara-negara Asing Evakuasi Warganya dari Wuhan

Rabu, 29 Januari 2020 : 20.30
Sejumlah negara asing mulai mengevakuasi warganya dari Wuhan, China. (ist).

Berlin, AnalisaKini.id-Sejumlah negara asing mengambil langkah mengevakuasi warganya dari Wuhan, China. Hal itu menyusul jumlah korban virus yang terus bertambah. Sementara untuk mengevakuasi WNI, Wapres menyebut terkendala oleh daerah yang diisolir.

Jepang melaporkan, sejauh ini sudah mengevakuasi 206 warganya dari Wuhan dengan pesawat charter. "Mereka semua langsung dibawa ke sebuah rumah sakit khusus untuk penyakit infeksi di Tokyo. 

Lima orang yang dievakuasi kini dirawat di rumah sakit karena menunjukkan gejala demam," kata PM Jepang Shinzo Abe kepada anggota parlemen hari Rabu (29/1). 

Selain Jepang, AS juga sudah mengirim pesawat menjemput staf diplomatik dan keluarganya yang bekerja di konsulat AS di Wuhan. 

Kedutaan Besar AS di Beijing melaporkan, pesawat itu membawa 240 penumpang dan sudah mendarat di Alaska untuk mengisi bahan bakar, sebelum melanjutkan perjalanan ke California.

Korea Selatan diberitakan akan menyewa dua pesawat komersial untuk menjemput warganya yang ada di Wuhan.

Kementerian Luar Negeri Australia mengatakan lebih 400 warganya di Cina sudah mendaftarkan diri untuk dievakuasi. Kebanyakan memiliki kewarganegaraan ganda. Perdana Menteri Scott Morrison mengatakan, pihaknya masih bernegosiasi dengan otoritas Cina untuk rencana evakuasi. Australia saat ini bekerjasama dengan AS, Inggris dan Selandia Baru untuk melakukan operasi evakuasi gabungan.

Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad mengatakan, pemerintahnya akan mengirimkan pesawat untuk mengevakuasi 78 warganya yang ada di Wuhan. Filipina melaporkan ada sekitar 150 warganya berada di Wuhan dan 150 lainnya di bagian lain di provinsi Hubei.

PM Thailand Prayut Chan-O-Cha mengatakan, pihaknya masih menunggu konfirmasi dari otoritas China untuk memulangkan 64 warga Thailand dari Wuhan. Mereka adalah 49 pelajar dan 15 pekerja atau turis.

Pemerintah Sri Lanka menyebutkan ada sekitar 860 mahasiswanya yang berada di China. Colombo masih menunggu konfirmasi dari otoritas China untuk melakukan evakuasi 32 mahasiswa dan keluarganya dari Wuhan.

Prancis juga mengumumkan akan mengirim pesawat ke Wuhan Kamis ini atau Jumat besok, yang akan kembali ke Prancis Jumat atau Sabtu. 

Selain itu masih direncanakan penerbangan evakuasi tambahan, Sekitar 500 sampai 1.000 warga Prancis diperkirakan berada di uhan saat ini.

Uni Eropa menegaskan akan memberi dukungan finansial untuk rencana evakuasi warga Prancis dan warga Uni Eropa lain darti Wuhan. Namun Komisi Eropa menegaskan "hanya mereka yang benar-benar sehat dan tidak menunjukkan gejala flu" yang akan diijinkan masuk pesawat. 

Pemerintah Jerman sementara ini belum mengumumkan secara resmi rencana evakuasi warganya dari Wuhan. Namun media lokal melaporkan, sebuah pesawat pengangkut milik militer Jerman akan diberangkatkan Rabu sore waktu setempat menuju Wuhan, untuk menjemput sekitar 90 warga Jerman yang berada di sana.

Kasus infeksi Corona virus di Jerman menurut otoritas kesehatan negara bagian Bayern, bertambah menjadi empat orang. Tiga orang lain dilaporkan terinfeksi, setelah satu warga Jerman pertama kali terdeteksi Corona virus pada hari Senin (27/1). Ketiga orang yang terinfeksi adalah rekan kerja pasien yang pertama tertular oleh seorang teknisi asal Cina yang melakukan pelatihan di Jerman. Keempat orang itu bekerja di perusahaan asesoris mobil yang sama di Jerman Selatan. 

Terkendala status daerah

Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan evakuasi warga negara Indonesia (WNI) di Wuhan, China, terkendala status daerah tersebut yang masih diisolasi. Ma'ruf menyebut pemerintah Jepang dan Amerika juga belum dapat mengevakuasi warganya.

"Sebenarnya kita pemerintah sudah artinya sudah menyiapkan untuk melakukan evakuasi itu ya, kita sudah. Tetapi sekarang Wuhan ini, sekarang ini menjadi daerah yang diisolir, sehingga tidak boleh ada orang masuk dan tidak boleh ada yang keluar," kata Ma'ruf di kantornya, Jalan Veteran III, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (29/1).

Ma'ruf menuturkan semua negara yang hendak mengevakuasi warganya masih menanti sikap pemerintah China. Bahkan Jepang yang sudah mengirim pesawat untuk evakuasi masih menunggu.

"Akibatnya semuanya masih menunggu sikap pemerintah Tiongkok, bahkan yang dari Jepang, yang sudah kirim pesawat pun belum bisa dievakuasi. Kedutaan Besar Amerika yang sudah ditutup juga, mereka kabarnya belum bisa pulang, masih di Wuhan," sambungnya dikutip detikcom.

Meski demikian, Ma'ruf menerangkan pemerintah Indonesia tetap mempehatikan warganya di Wuhan, khususnya para mahasiswa. Dia menuturkan upaya diplomasi untuk evakuasi WNI masih terus dilakukan oleh kedua negara.

Sebelumnya diberitakan, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) menyiapkan tiga pesawat untuk mengevakuasi WNI yang berada di Wuhan, China. TNI AU menyatakan siap 24 jam dan hanya tinggal menunggu instruksi Menko Polhukam Mahfud Md.

"Kalau TNI AU kita siap siaga, kita 24 jam siap diberangkatkan. Cuma pemberangkatannya itu menunggu instruksi dari Kemenko Polhukan karena yang mengkoordinir kegiatan ini Menko Polhukam," kata Kadispenau Marsma Fajar Adriyanto saat dihubungi kemarin.(***)


Bagikan

Terbaru

Copyright © Analisakini.id | Jernih Melihat - All Rights Reserved