arrow_upward

Pasca Galodo Arosuka, Gubernur Mahyeldi Minta Pemkab/Kota Susur Sungai Secara Berkala

Jumat, 25 September 2026 : 15.13

 

Gubernur Sumbar Mahyeldi saat meninjau lokasi terdampak galodo di Arosuka, Kabupaten Solok.

AROSUKA, ANALISAKINI.ID--Gubernur Sumbar Mahyeldi mengatakan, normalisasi sungai dan saluran air menjadi salah satu prioritas penanganan bencana di Kabupaten Solok. Langkah itu penting karena potensi hujan dengan intensitas tinggi masih terjadi di kawasan tersebut.

“Karena memang, berdasarkan prakiraan BMKG curah hujan masih berpotensi tinggi, oleh sebab itu kita mengusulkan agar normalisasi sungai menjadi salah satu prioritas selain pencarian korban dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak,” katanya, di sela-sela meninjau lokasi terdampak galodo Arosuka.

Mahyeldi meminta seluruh pemerintah kabupaten dan kota di Sumbar melakukan susur sungai secara berkala. Pemeriksaan diperlukan untuk menemukan pohon tumbang, material longsoran atau hambatan lain yang dapat mengubah arah aliran air.

“Seluruh sungai yang ada di Sumbar kita harapkan disusuri oleh masing-masing pemerintah kabupaten/kota, untuk dicek apakah ada hambatan atau ada potensi longsoran. Itu penting agar bencana serupa tidak kembali terjadi di Sumbar,” ujarnya.

Untuk jangka panjang, Mahyeldi mendorong kajian kebencanaan secara menyeluruh. Kajian tersebut diperlukan untuk memetakan risiko bencana di Sumbar. Pemerintah dapat melibatkan Universitas Andalas melalui Pusat Studi Kebencanaan dengan dukungan BNPB dan pemerintah pusat.

Sementara  untuk rehabilitasi dan rekonstruksi bencana galodo di Arosuka, Kabupaten Solok, sedikitnya dibutuhkan anggaran sekitar Rp819 miliar Anggaran tersebut mencakup pembangunan sabo dam sekitar Rp250 miliar dan normalisasi sungai sekitar Rp300 miliar. Kemudian, juga untuk perbaikan rumah warga, lahan pertanian, gedung perkantoran serta sarana dan prasarana umum.

Hal itu mengemuka saat Bupati Solok Bupati Solok Jon Firman Pandu melaporkan kondisi pasca musibah galodo yang terjadi pada Senin (21/9) lalu saat kunjungan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno dan Kepala BNPB Suharyanto.

Jon Firman Pandu menyebut, 44 rumah warga terdampak. Sebanyak 11 rumah mengalami kerusakan berat. Sebanyak 32 rumah mengalami kerusakan ringan. Bencana juga berdampak pada lahan pertanian, infrastruktur serta sejumlah gedung perkantoran.

Katanya, kerusakan gedung perkantoran turut mengganggu pelayanan publik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Solok. Kondisi tersebut sebelumnya juga menjadi perhatian Pemprov Sumbar dalam penanganan bencana di kawasan pusat pemerintahan Kabupaten Solok.

Jon Firman Pandu mengatakan, Pemkab Solok terus memenuhi kebutuhan warga yang mengungsi. Kebutuhan tersebut meliputi selimut, matras, obat-obatan serta kebutuhan kelompok rentan, anak-anak, bayi dan balita.

Sebagian warga terdampak sementara ditampung di rumah dinas Bupati dan Wakil Bupati. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar dan kesehatan warga tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat. (n-yose)

Bagikan

Terbaru

Copyright © Analisakini.id | Jernih Melihat - All Rights Reserved