arrow_upward

Guruh Soekarnoputra, Sang Maestro Seni Tanah Air

Sabtu, 26 September 2026 : 10.31


Bandung, Analisakini.id-
Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra atau Guruh Soekarnoputra meninggal dunia pada usia 73 tahun, Sabtu (26/9/2026). Guruh mengembuskan napas terakhir pada pukul 04.16 WIB di Rumah Sakit MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta. Kondisi kesehatannya diketahui mengalami penurunan sejak sekitar satu tahun terakhir.

Ia merupakan putra bungsu Presiden pertama RI Soekarno dari pernikahannya dengan Fatmawati. Ia juga merupakan adik dari Megawati Soekarnoputri, Presiden RI kelima.

Di antara anak-anak Soekarno, Guruh barangkali merupakan sosok yang paling lekat dengan seni. Sejak muda, ia menekuni tari, musik, dan seni pertunjukan hingga melahirkan berbagai karya yang membekas pada dunia musik Indonesia.

Guruh juga sempat terjun ke dunia politik. Ia tercatat sebagai anggota DPR RI dari daerah pemilihan Jawa Timur pada periode 1992-1997 melalui Partai Demokrasi Indonesia (PDI), kemudian kembali menjadi anggota DPR RI dari PDI Perjuangan pada 1999-2024.

Ia mengenyam pendidikan Arkeologi di Universitas Amsterdam, Belanda, pada 1971-1974 meski tidak sampai selesai. Ia kemudian menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Mandala Indonesia (STIAMI) dan meraih gelar Sarjana Administrasi Publik, Magister Manajemen, serta Magister Sains bidang Ilmu Administrasi.

Jejak Guruh di Dunia Seni

Kedekatan Guruh dengan seni sudah terlihat sejak kecil. Ia dikenal sebagai penari dan kemudian semakin aktif mengembangkan musik serta seni pertunjukan dengan membawa unsur budaya Indonesia ke dalam karya-karyanya.

Guruh mendirikan kelompok kesenian Swara Mahardhika yang kemudian berkembang menjadi GSP Production atau Gencar Semarak Perkasa. Dari kelompok tersebut, ia mengembangkan berbagai pertunjukan yang memadukan tari, musik, tata panggung, dan unsur tradisi Indonesia.

Di dunia musik, salah satu karya Guruh yang paling banyak dikenang adalah Guruh Gipsy. Album yang dirilis pada 1977 itu lahir dari kolaborasi Guruh dengan grup musik Gipsy yang beranggotakan Keenan Nasution, Chrisye, Abadi Soesman, Roni Harahap, dan Oding Nasution.

Guruh Gipsy menjadi karya yang menarik karena mempertemukan musik rock dengan unsur musik tradisional Jawa dan Bali. Guruh mengarahkan konsep musik dalam proyek tersebut, sementara para personel Gipsy mengisi permainan musiknya.

Album itu kemudian mendapat tempat khusus dalam sejarah musik Indonesia. Pada 2007, Rolling Stone Indonesia menempatkan Guruh Gipsy sebagai album Indonesia terbaik kedua sepanjang masa.

Guruh juga pernah terlibat dalam Gank Pegangsaan bersama sejumlah musisi, termasuk Keenan Nasution, Abadi Soesman, dan Chrisye. Dari berbagai kolaborasi tersebut, ia ikut melahirkan warna musik yang unik dan berbeda karena memadukan musik modern dengan akar budaya Indonesia.

Sejumlah lagu ciptaannya kemudian dikenal luas menjadi karya klasik yang tak lekang oleh zaman. "Kala Cinta Menggoda" yang dipopulerkan Chrisye membawa Guruh meraih penghargaan Pencipta Lagu Pop Terbaik dalam Anugerah Musik Indonesia 1998.

Karya lainnya, "Kala Sang Surya Tenggelam", kembali terdengar dan dikenal oleh generasi yang lebih muda setelah digunakan dalam serial Gadis Kretek pada 2023. Hal ini menunjukkan bagaimana karya Guruh masih menemukan ruang di tengah pendengar lintas generasi.

Kiprah Guruh juga sampai ke layar lebar. Ia terlibat sebagai penata musik dalam sejumlah film, di antaranya Ali Topan Anak Jalanan, Gita Cinta dari SMA, dan Roman Picisan. Ia bahkan sempat tampil sebagai aktor dalam film Sembilan Wali dan Untukmu Indonesiaku.

Kecintaannya terhadap seni kemudian menghantarkan Guruh bertemu sang pujaan hati. Ia menikah dengan Guseynova Sabina Padmavati, seorang penari asal Uzbekistan, pada 2002. Namun pernikahan tersebut kandas tujuh tahun kemudian.

Raih Banyak Penghargaan

Sepanjang perjalanan berkesenian, Guruh menerima sejumlah penghargaan. Ia meraih Pencipta Lagu Pop Terbaik dalam Anugerah Musik Indonesia 1998, kemudian menerima Lifetime Achievement Award pada 2010.

Pada 23 Maret 2011, bertepatan dengan peringatan Hari Musik Nasional, Guruh menerima Nugraha Bhakti Musik Indonesia dari Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu, dan Penata Musik Rekaman Indonesia (PAPPRI).

Namanya juga masuk dalam daftar The Immortals: 25 Artis Indonesia Terbesar Sepanjang Masa versi Rolling Stone Indonesia pada 2008.

Hari ini Indonesia kehilangan salah satu seniman berbakat yang telah mewarnai perjalanan musik dan seni pertunjukan Tanah Air selama puluhan tahun. Selamat jalan, Guruh Soekarnoputra. (sumber : detik.com)


Bagikan

Terbaru

Copyright © Analisakini.id | Jernih Melihat - All Rights Reserved