arrow_upward

ADP Syariah Bank Nagari Paparkan Ekonomi Syariah RI di Kampus Australia

Minggu, 20 September 2026 : 13.43

Jakarta, Analisakini.id-Anggota Dewan Pengawas (ADP) Syariah Bank Nagari Sutan Emir Hidayat menjadi salah satu pembicara dalam konferensi Indonesia Update 2026 yang diselenggarakan Indonesia Project, Crawford School of Public Policy, The Australian National University (ANU), pada 18-19 September 2026.

Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah KNEKS Sutan Emir Hidayat menjadi salah satu pembicara dalam konferensi Indonesia Update 2026 yang diselenggarakan Indonesia Project, Crawford School of Public Policy, The Australian National University (ANU), pada 18-19 September 2026.

Konferensi bertema "Islamic Diversity in Indonesia" tersebut, Sutan Emir tampil dalam kapasitas sebagai Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah
KNEKS (Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah).
Dia mempresentasikan paper berjudul "The Indonesian Path of Islamic Economy and Finance: Contested Governance and Uneven Implementation" yang ditulis bersama Adelina Zuleika, Ishmah Qurratu'ain, dan Ryanda Al Fathan.

Paper tersebut mengkaji perjalanan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah Indonesia melalui pendekatan ekosistem. Pendekatan ini melihat ekonomi syariah sebagai suatu Ekosistem terintegrasi dari sisi keuangan komersial dan sosial, sebagai pendukung untuk kegiatan sektor riil halal, serta ekosistem infrastruktur pendukung termasuk regulasi dan kelembagaan, tata kelola, riset dan inovasi, peningkatan SDM serta orkestrasi dan keselarasan arah kebijakan ekonomi dan keuangan syariah di tingkat nasional dan daerah.

Kajian tersebut menunjukkan Indonesia telah mengalami kemajuan dalam membangun arsitektur kebijakan yang lebih terintegrasi dan komprehensif. Namun, implementasi dan perkembangan di setiap sektor masih belum merata. Di sektor keuangan syariah, khususnya perbankan syariah, tantangan struktural tetap ada dalam sistem keuangan yang secara historis didominasi oleh perbankan konvensional. 

Kebijakan terkait perpajakan, serta regulasi yang tersedia saat ini dinilai belum belum sepenuhnya dapat mengakomodir keunikan transaksi keuangan syariah. Hal ini menjadi salah satu faktor yang menyebabkan gap antara perkembangan sektor riil halal yang bertumbuh cukup signifikan, dimana sektor keuangan syariah khususnya perbankan syariah cenderung lebih lambat.

Anak politisi kawakan Partai Golkar sekaligus pewaris tahta kerajaan Pagaruyung, Taufik Thaib ini bersama tim juga menyoroti pentingnya koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah. Pembentukan Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) di berbagai provinsi menjadi bagian dari upaya menerjemahkan kebijakan nasional ke dalam prioritas pembangunan daerah. Meski demikian, perbedaan kapasitas kelembagaan, sumber daya manusia, anggaran, dan prioritas pembangunan membuat pelaksanaannya belum seragam.

Melalui kajian ini, para penulis menekankan tantangan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah tidak berhenti pada pembentukan kebijakan. Tantangan berikutnya adalah memastikan kebijakan tersebut dapat diterjemahkan menjadi hasil ekonomi yang lebih terintegrasi dan manfaat yang lebih merata.

Kehadiran Sutan Emir Hidayat dalam Indonesia Update 2026 menjadi bagian dari upaya membawa perspektif Indonesia mengenai pengembangan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah ke dalam diskursus akademik dan kebijakan internasional. (*/rl)

Bagikan

Terbaru

Copyright © Analisakini.id | Jernih Melihat - All Rights Reserved