Padang, Analisakini.id-
Timnas Jepang bersiap menghadapi salah satu pertandingan terpenting dalam sejarah sepak bola mereka. Takefusa Kubo dkk bertemu Brasil pada babak 32 besar Piala Dunia 2026, Selasa, 30 Juni 2026, pukul 00.00 WIB.
Presiden Asosiasi Sepak Bola Jepang (JFA) Tsuneyasu Miyamoto menilai laga tersebut bisa menjadi momentum terbesar yang pernah dijalani Samurai Biru di ajang Piala Dunia.
Laga itu bisa membawa Jepang mencetak sejarah: memenangi babak knockout Piala Dunia untuk kali pertama! "Ya, mungkin ini memang pertandingan terbesar yang pernah kami hadapi di Piala Dunia," ujar Miyamoto, dikutip dari Reuters.
Meski menghadapi tim tersukses di Piala Dunia, ia menganggap Timnas Brasil sama saja dengan lawan-lawan lain. Mantan bintang Jepang era 2000-an itu melihat kepercayaan diri para pemain sedang berada di level tinggi.
"Seluruh pemain dan tim memiliki rasa percaya diri, bahkan ketika harus menghadapi Brasil. Kami benar-benar menantikan pertandingan ini," jelasnya.
Perjalanan Jepang di Piala Dunia
Para pemain Jepang merayakan gol yang dicetak oleh Junya Ito (kanan) dalam laga kontra Tunisia pada matchday kedua Grup F Piala Dunia 2026. Minggu, 21 Juni 2026.--Instagram @japanfootballassociation
Jepang melangkah ke fase gugur setelah tampil konsisten di Grup F. Mereka bermain imbang 2-2 melawan Belanda dan menang telak 4-0 atas Tunisia. Terakhir, mereka menahan Swedia 1-1 untuk memastikan posisi runner-up grup.
Penampilan kolektif menjadi kekuatan utama Jepang. Ada 10 pemain berbeda berkontribusi langsung terhadap gol sepanjang fase grup. Catatan itu menjadi rekor baru bagi Samurai Biru dalam satu edisi Piala Dunia.
Meski demikian, tantangan sesungguhnya baru dimulai. Sejak pertama kali tampil di fase gugur Piala Dunia pada 2002, Jepang belum pernah sekalipun memenangi pertandingan knockout.
Pada edisi 2002, ketika menjadi co-host bersama Korea, mereka dibungkam Turkiye 0-1 di depan pendukung sendiri. Lalu pada 2010 di Afrika Selatan, Jepang disingkirkan Paraguay lewat adu penalti.
Hal itu terulang pada 2022 di Qatar. Mereka juga dilibas Kroasia lewat adu penalti setelah hanya bisa bermain imbang 1-1.
Yang paling menyakitkan, mungkin, edisi 2018 di Rusia. Melawan Belgia, Jepang sudah leading 2-0 di babak kedua. Namun, mereka akhirnya kalah 2-3 setelah Belgia membalas hingga injury time.
Nah, Tsuneyasu Miyamoto, yang menjadi kapten Jepang di Piala Dunia 2002 dan 2006, mengakui duel melawan Brasil membawa harapan yang sangat besar buat negerinya. Karena belakangan, juara dunia lima kali itu tidak sekuat dulu.
Rekor Memihak Brasil, Jepang Berbekal Kepercayaan Diri
Secara statistik, Brasil jelas lebih diunggulkan. Dari 14 pertemuan di semua kompetisi, Jepang hanya mampu meraih satu kemenangan, dua hasil imbang, dan menelan sebelas kekalahan.
Brasil juga selalu menang dalam empat pertemuan melawan tim Asia di Piala Dunia, termasuk kemenangan 4-1 atas Jepang pada edisi 2006. Namun, Jepang memiliki satu modal penting menjelang laga ini.
Pada pertemuan terakhir kedua tim dalam laga persahabatan pada Oktober 2025, Samurai Biru sukses mengalahkan Brasil. Mereka bangkit dari ketertinggalan dua gol, lalu akhirnya menang dramatis 3-2 atas Brasil di Tokyo.
Hasil tersebut menjadi kemenangan pertama Jepang atas Selecao dan membuktikan bahwa mereka mampu bersaing dengan tim-tim elite dunia.
Miyamoto menegaskan target utama Jepang adalah memecahkan rekor dengan melangkah ke perempat final untuk pertama kalinya. Namun, ia juga mengungkapkan bahwa ambisi skuad saat ini bahkan lebih tinggi.
"Kami memang belum pernah mencapai perempat final dan itu adalah target terbesar kami. Tetapi para pemain mengatakan bahwa tujuan mereka adalah menjadi juara dunia. Kami tentu akan mendukung ambisi tersebut," kata Miyamoto.
Berdasarkan simulasi Opta, Brasil tetap menjadi favorit dengan peluang kemenangan sebesar 57,8 persen dalam waktu normal. Sementara itu, Jepang hanya memiliki peluang 18,9 persen untuk menang dalam 90 menit dan 23,3 persen membawa pertandingan hingga babak tambahan waktu.
Angka-angka memang tidak berpihak kepada Samurai Biru. Namun, performa impresif sepanjang fase grup serta kepercayaan diri yang meningkat membuat Jepang yakin bisa kembali menghadirkan kejutan. (sumber : hariandiswey.com)