arrow_upward

Silek Pangian Kekayaan Intelek Warisan Budaya

Minggu, 12 April 2026 : 22.10

Lintau, Analisakini.id - Silek Pangian merupakan kekayaan intelektual warisan budaya Nagari Pangian yang mesti kita bangkitkan kembali dengan mewariskannya kepada anak kemenakan, sebagai potensi kekuatan moral budi pekerti terhadap nilai-nilai tradisi Silek Pangian bagi generasi muda hari ini dan mendatang. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat amat mendukung kebangkitan kembali  budaya tradisi Silek Pangian di Nagari Pangian. 

Hal ini disampaikan Gubernur Sumatera Barat yang diwakili Kepala Dinas Kebudayaan Syaiful Bahri, SP, MM ketika membuka secara resmi Bimbingan Teknis Melestariak Nilai- Nilai Tradisi Silek Pangian di lokasi Nagari Creative Hub (NCH) Nagari Pangian, dengan tema Lahia Silek Mancari Kawan, Batin Silek Mancari Tuhan, Minggu (12 April 2026). 

Lebih lanjutan Gubernur menyampaikan, melalui kegiatan pelestarian Silek Pangian sebagai tradisi lokal, secara tidak langsung dapat mengaktifkan fasilitasi program Nagari Creative Hub guna mendorong pertumbuhan kreatifitas masyarakat Nagari Pangian dalam sektor ekonomi masyarakat nagari secara mandiri dan berkelajutan dengan memanfaatkan teknologi digital secara masif dan maksimal.

“Kita berharap program NCH ini mampu menumbuhkan pertumbuhan ekonomi baru Sumatera Barat disetiap nagari-nagari, termasuk segala potensi Nagari Pangian untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Dengan atraksi budaya nilai-nilai Tradisi Silek Pangian serta melalui pemanfaatan promosi digitalisasi produk usaha ekonomi masyarakat Nagari dapat dinikmati oleh konsumen dan laku terjual diberbagai daerah lainnya,” ujarnya. 

Gubernur juga katakan, membangkitkan kembali nilai-nilai tradisi Silek Pangian juga merupakan upaya kita melestarikan budaya, menjaga harkat dan hargadiri kemandirian masyarakat Nagari Pangian dalam meninggalkan generasi yang baik berbudi pekerti, tangkas, mawasdiri dan cerdas menghadapi tantangan globalisasi informasi dimasa-masa mendatang. 

“Karena itu kami bangga dan senang atas semangat Walinagari dan seluruh komponen masyarakat Nagari Pangian yang bersepakat dan berkomitmen membangkitkan kembali melestarikan nilai-nilai tradisi Silek Pangian dengan mewariskan kepada generasi muda,” tukasnya. 

Walinagari Pangian Hijrah Adi Sukrial disisi lain menyampaikan, kerisauannya akan hampir tidak ada lagi tokoh-tokoh Tuo - Tuo Silek Pangian untuk mewariskan Silek Pangian kepada generasi muda Pangian saat ini. 

“Apakah kita meras tidak malu, jika anak-anak nagari Pangian akan belajar nilai-nilai tradisi Silek Pangian kepada orang lain, yang saat ini berkembang di Teluk Kuantan, Dhamasraya dan daerah lainnya. Padahal diketahui keberadaan budaya Silek Pangian yang tersohor itu jatidiri cikalbakal awal tumbuh dan berkembang di Nagari Pangian,” ungkap Hijrah kwatir. 

Hijrah katakan, kondisi hari ini hampir tidak ada lagi anak-anak Nagari Pangian tergerak hatinya untuk belajar nilai-nilai Tradisi Silek Pangian. Silek Pangian dikalahkan dengan adanya belajar beladiri karateka, perkumpulan Inkai, Inkanas, Forki dan sebagainya. 

“Padahal sebutan latihan karateka itu bukan nilai-nilai budaya kita sendiri, tentu bagaimana jadinya anak kemanakan kita meninggalkan nilai-nilai budayanya sendiri. Karena itu kita berharap tuo-tuo Silek Pangian, tuo-tuo kampuang, ninik mamak, bundo kanduang agar mengingatkan kembali warisan budaya Silek Pangian tidak punah di Negerinya sendiri,” ajaknya. 

Hijrah tegaskan, kita prihatin dan sedih melihat anak-anak kita yang sibuk dengan jari-jari tangan sibuk dengan HP dan heboh permainan game dan tidak peduli lagi sapa orang tua, mamaknya, serta budaya sopan santun, budi pekerti nilai-nilai tradisi budaya luhur ajaran nenek moyang kita. Jika ini kita biarkan nantinya akan menjadi sesalan dikemudian hari. 

“Kita berterima kasih atas dukungan pemerintah provinsi Sumatera Barat akan program Nagari Creative Hub dan kegiatan Dinas Kebudayaan untuk mensuport upaya melestarikan nilai-nilai tradisi Silek Pangian hari ini. Semoga niat baik kita bersama hari ini menjadi amal jairiah hendaknya dari Allah Subhanahu Wa Ta’alla,” doanya. 

Diakhir acara Bimtek Melestarikan Nilai- Nilai Tradisi Silek Pangian, Walinagari, Tuo-Tuo Silek, Tuo-Tuo Kampuang, Ninik Mamak, Bundo Kanduang, Guru-guru olahraga, Tokih Masyarakat se Nagari Pangian Ketua IPSI Kecamatan menandatangi kesepakatan komitmen bersama untuk membangkitkan kembali dan melestarikan nilai-nilai tradisi Silek Pangian dengan mewariskan kepada generasi muda anak Nagari Pangian. (*).
Bagikan

Terbaru

Copyright © Analisakini.id | Jernih Melihat - All Rights Reserved