arrow_upward

Senator Irman Gusman: Ranah–Rantau Harus Terhubung sebagai Kekuatan Ekonomi Daerah

Jumat, 17 April 2026 : 22.30

Jakarta, Analisakini.id- Senator RI asal Sumatera Barat, Irman Gusman, menekankan pentingnya membangun konektivitas antara ranah dan rantau sebagai strategi memperkuat ekonomi daerah berbasis jejaring diaspora Minangkabau.

Pernyataan itu disampaikan Irman usai menghadiri pengukuhan Pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ikatan Keluarga Minang (IKM) masa bakti 2025–2030 di Gedung Nusantara IV DPR RI, Sabtu (11/4/2026), yang dirangkaikan dengan halal bihalal perantau Minangkabau dari berbagai wilayah di Indonesia.

Menurut Irman, tradisi merantau yang mengakar dalam budaya Minangkabau sesungguhnya telah membentuk ekosistem ekonomi berbasis diaspora yang kuat. 

Perantau tidak hanya menjadi pelaku usaha di berbagai daerah, tetapi juga membangun jaringan distribusi, akses permodalan, hingga transfer pengetahuan yang berdampak langsung terhadap kampung halaman.

“Tanah rantau adalah ruang pembelajaran ekonomi. Di sanalah orang Minang mengasah kemampuan usaha, membaca peluang, sekaligus membangun jejaring. Jika ini terhubung dengan baik ke daerah asal, maka akan menjadi kekuatan ekonomi yang sangat besar,” ujar Ketua Dewan Pakar Ekonomi UMKM PP Muhammadiyah tersebut.

Irman Gusman yang kembali di percaya sebagai Ketua Dewan Pengawas DPP IKM periode 2025-2030 menilai selama ini kontribusi perantau masih cenderung bersifat individual dan belum sepenuhnya terorkestrasi dalam kerangka pembangunan daerah.

Dalam konteks itu, ketua  DPD RI 2009 - 2016  secara implisit mengingatkan adanya kesenjangan antara potensi besar diaspora dengan desain kebijakan daerah yang belum sepenuhnya mampu menangkap dan mengelolanya secara sistematis.

“Selama ini kita melihat energi besar di rantau, tetapi belum seluruhnya terkoneksi dengan agenda pembangunan daerah. Di sinilah pentingnya membangun jembatan yang lebih terstruktur,” katanya.

Karena itu, Senator RI kelahiran Padang Panjang itu mendorong pendekatan brain gain, yakni mengubah arus keberhasilan individu di rantau menjadi akumulasi kekuatan kolektif bagi daerah. Bukan hanya dalam bentuk remitansi, tetapi juga investasi, transfer keahlian, hingga pembukaan akses pasar.

“Kita ingin ada lompatan dari sekadar keberhasilan personal menjadi dampak sistemik. Pengalaman, jejaring, dan modal yang terbentuk di rantau harus kembali sebagai energi pembangunan daerah,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan falsafah Minangkabau, “karatau madang di hulu, babuah babungo balun; marantau bujang dahulu, di rumah paguno balun,” yang menurutnya tetap relevan sebagai filosofi pembangunan sumber daya manusia berbasis pengalaman dan mobilitas.

Lebih jauh, Irman menilai organisasi seperti IKM memiliki peluang untuk bertransformasi dari sekadar wadah kultural menjadi institusi penggerak ekonomi berbasis diaspora. Peran ini dinilai krusial, terutama dalam menjembatani kepentingan perantau dengan kebutuhan riil pembangunan di daerah.

Sebagai informasi, struktur kepengurusan IKM periode 2025–2030 pun mencerminkan kombinasi kekuatan lintas sektor. Ketua Dewan Pengawas diemban oleh Irman Gusman, Ketua Dewan Pembina dijabat oleh Fadli Zon yang juga Menteri Kebudayaan, Ketua Dewan Penyantun oleh Dony Oskaria yang sekarang menjabat  sebagai Kepala BP BUMN dan jyga COO Danantaea, serta Ketua Dewan Penasehat oleh Sultan B. Najamudin selaku Ketua DPD RI.

Adapun kepengurusan harian dipimpin oleh Andre Rosiade sebagai Ketua Umum dan Bradity Moledev sebagai Sekretaris Jenderal.

Irman berharap kepengurusan baru mampu memperkuat peran IKM tidak hanya sebagai organisasi pemersatu, tetapi juga sebagai platform strategis yang mampu mengorkestrasi kekuatan ekonomi perantau secara lebih terarah dan berdampak.

Acara tersebut sangat meriah dan turut dihadiri  
Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad mewakili Presiden Prabowo Subianto. 

Kemudian juga  hadir sejumlah tokoh nasional seperti, Prof. Yassierli, Ph.D. (Menteri Ketenagakerjaan), Juliot tanjung (Wakil Menteri ESDM), sejumlah Direktur BUMN, Direktur BUMD serta  Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah.

Selain prosesi pengukuhan, kegiatan juga diisi dengan penampilan Tari Piring serta hiburan dari Ratu Sikumbang dan Aurel Hermansyah.(*/rl)
Bagikan

Terbaru

Copyright © Analisakini.id | Jernih Melihat - All Rights Reserved