arrow_upward

Ketua Barisan Dubalang Parik Paga Nagari : Program "Dubalang Kota" Sudah Meleset

Kamis, 02 April 2026 : 17.00
Padang, Analisakini.id -- Ketua Barisan Dubalang Parik Paga Nagari (Badupari) Kota Padang, Zulhendri Ismed menilai program " Dubalang Kota " yang dicanangkan Pemerintah Kota (Pemko) Padang sudah meleset dan keluar dari tujuan awal misi dan visi Fadly Amran dan Maigus Nasir .

Pasalnya, tim "Dubalang Kota" yang dilounching Walikota Padang, Fadly Amran saat bulan ramadhan lalu ternyata tidak sesuai dengan cita-cita awal saat kampanye Pilkada dulu.

"Dulu saat kampaye, Fadly Amran ingin membentuk Dubalang Kota karena terinspirasi dengan pasukan keamanan adat seperti Pecalang di Bali. Kenyataannya kok pegawai PPPK yang disulap jadi dubalang kota? Ini jelas keliru dan perlu kita luruskan," ungkap Zulhendri Ismed saat berbincang-bincang dengan sejumlah tokoh perantau Padang-Jakarta di Padang, Rabu 2 April 2025.

Menurutnya, kata dubalang itu hanya dikenal dalam adat dan budaya minang. Artinya, orang-orang yang berada dalam barisan dubalang harus berada di struktur ninik mamak dan diangkat secara adat.

Kemudian, kalau memang Pemko Padang ingin memakai tenaga dubalang adat tersebut harus ada payung hukumnya bukan sekedar surat tugas dari Sekda Kota Padang.

"Jujur saja, sudah ada sebanyak 12 orang anggota Dubalang Kota itu yang menyampaikan keluhannya ke saya. Sebab, tujuan awal mereka jadi pegawai Pemko bukan untuk menjadi Dubalang Kota tapi karena terpaksa ya apa boleh buat," ucap Ketua Perguruan Singo Barantai tersebut menjelaskan.

Ditambahkannya, jika persoalan ini tidak segera diselesaikan, Zulhendri Ismed khawatir akan jadi bumerang bagi Fadly dan Maigus dalam memimpin Kota Padang 5 tahun ke depan.

"Jadi kita tidak bicara sekedar capaian target program 100 hari kerja semata namun esensi serta manfaatnya bagi masyarakat untuk jangka panjang yang perlu kita pikirkan," tutupnya. (rl)
Bagikan

Terbaru

Copyright © Analisakini.id | Jernih Melihat - All Rights Reserved