arrow_upward

Irman Gusman Dorong Pariwisata sebagai Penggerak Utama Pemulihan Ekonomi Sumbar Pascabencana

Rabu, 01 April 2026 : 20.19


Padang, Analisakini.id-
Senator RI asal Sumatera Barat Irman Gusman mendorong pariwisata sebagai leading sector (penggerak utama) untuk mempercepat pemulihan ekonomi Sumatera Barat yang tumbuh 3,37 persen pasca bencana. 

Hal itu disampaikannya dalam keynote speaker pada Seminar Ekonomi Sumatera Barat 2026 di Aula Bappeda Sumbar, Rabu (1/4/2026).

Menurutnya, dalam situasi pemulihan, daerah membutuhkan sektor yang mampu bergerak cepat, menyerap tenaga kerja, dan langsung menggerakkan ekonomi masyarakat. Pariwisata dinilai memenuhi karakter tersebut karena berbasis pada potensi yang telah dimiliki daerah tanpa membutuhkan investasi awal yang besar.

Mantan Ketua DPD RI dua periode itu menilai Sumatera Barat memiliki kekayaan alam yang lengkap, mulai dari laut, danau, hingga pegunungan, yang dapat menjadi modal besar untuk menggerakkan ekonomi daerah. Tantangan utama, kata dia, terletak pada pengelolaan potensi tersebut agar mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

“Pariwisata itu produk atau investasi yang telah kita miliki tanpa kita keluarkan uang. Kekayaan alam, baik laut, danau, maupun gunung, sangat luar biasa. Bentang alamnya tidak kalah dengan Swiss. 
Persoalannya managing-nya, mengelolanya sehingga menjadi income buat masyarakatnya. Inilah tantangan dan tugas kita,” ujarnya.

Ia menekankan industri pariwisata memiliki efek ganda yang kuat terhadap perekonomian daerah, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Aktivitas wisata akan mendorong pertumbuhan sektor kuliner, kerajinan, transportasi lokal, homestay, hingga ekonomi kreatif yang langsung melibatkan masyarakat.

Irman kemudian mencontohkan langkah konkret yang telah dilakukan untuk mendorong pengembangan pariwisata daerah. Dalam beberapa bulan terakhir, ia melakukan kunjungan ke Mentawai dan melihat potensi pariwisata yang besar, meski masih menghadapi sejumlah kendala, terutama pada aspek konektivitas dan promosi.

“Alhamdulillah saya mencoba mengoneksikan dengan Kementerian Pariwisata, kemudian juga lembaga konsultan marketing Pak Hermawan., MarkPlus, untuk men-branding Mentawai sebagai salah satu objek wisata dunia,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan telah memperkenalkan langsung Bupati Mentawai dengan pemilik TransNusa guna membuka peluang penerbangan wisatawan dari Bali menuju Padang dan Mentawai. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat konektivitas sekaligus meningkatkan arus wisatawan ke Sumatera Barat.

Selain penguatan sektor pariwisata, Irman juga mendorong dukungan terhadap ketahanan ekonomi masyarakat. Ia menyebut telah meyakinkan Bulog untuk membangun gudang pangan di Mentawai. 

Bahkan, Bulog juga bersedia mendampingi masyarakat dalam pengembangan sawah seluas sekitar seribu hektar sebagai bagian dari penguatan ekonomi lokal.

Menurutnya, berbagai inisiatif tersebut menunjukkan bahwa percepatan pembangunan daerah tidak harus sepenuhnya bergantung pada APBD maupun APBN. 

Banyak peluang kolaborasi yang dapat dimanfaatkan apabila pemerintah daerah mampu bergerak lebih proaktif membangun jejaring dengan pemerintah pusat, dunia usaha, dan lembaga profesional.

Anggota Komite I DPD RI itu menegaskan, keberhasilan daerah dalam menarik investasi dan mengembangkan pariwisata sangat ditentukan oleh kecepatan dan inisiatif pemerintah daerah.

“Jadi memang di Indonesia ini siapa cepat, dia dapat. Siapa yang lebih aktif, dia akan lebih unggul. Jadi kalau kita menunggu saja, ya, gak mungkin,”pungkasnya.

Seminar ini dibuka oleh Gubernur Sumatera Barat diwakili Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Keuangan Dr. Reti Wafda.

Dalam seminar itu hadir sebagai pembicara Kepala Bappeda Sumbar Zefnihan, Deputi Perwakilan BI Sumbar Andi Setyo Biwono, Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Sumbar, M. Dody Fachrudin, pakar ekonomi Unand Prof. Syafruddin Karimi, serta Ketua Kadin Sumbar Buchari Bachter serta Two Elfy sebagai moderator.(ef).
Bagikan

Terbaru

Copyright © Analisakini.id | Jernih Melihat - All Rights Reserved