arrow_upward

Harga Minyakita Melonjak, Pasokan Minim

Rabu, 01 April 2026 : 17.43

 


PADANG, ANALISAKINI.ID--Harga minyak goreng (migor) merek Minyakita masih mahal di pasaran dan dijual dalam skala terbatas. Minyakita sendiri sempat langka, terutama sepekan setelah lebaran Idul Fitri.

Harganya juga naik sampai Rp18.000 per liter dan paling rendah seharga Rp17.000 per liter. Karena kelangkaan pasokan, warga berpenghasilan rendah akhirnya dengan berat hati membeli merek lain, dengan harga mulai dari Rp19.000 per liter.

"Pasokan tidak masuk, padahal saya sudah order. Saya tidak menyangka juga, bisa jadi langka meski saya telah melakukan stok dalam jumlah banyak," kata Dedi, salah seorang pedagang kebutuhan harian di Belimbing, Kota Padang, Rabu (1/4/2026).

Ia mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan warga akan migor dengan harga terjangkau, ia sempat membeli dari orang tertentu dengan harga modal lebih mahal. Padahal yang ia jual merek Minyakita, namun harganya ditekan sedikit lebih rendah dibandingkan migor non subsidi.

"Itu lebih ke strategi penjualan saja. Jika harga Minyakita sampai Rp19.000 pula per liternya, warga mengaku lebih baik membeli migor non subsidi, karena kualitasnya jauh lebih baik," tambahnya.

Ia berharap, agar pemerintah sebagai pihak yang bertanggung jawab menyediakan kebutuhan bahan pokok bersubsidi, segera melepaskan pasokan Minyakita ke pasaran, agar harga cepat stabil. Jangan dibiarkan berlarut-larut, karena jadi terkesan memberikan kesempatan pada penimbun Minyakita untuk mendapatkan keuntungan maksimal.

"Padahal sudah masuk kerja pasca libur Idul Fitri, tapi pasokan masih belum lancar. Di sisi lain, permintaan akan migor tak berkurang setiap harinya," ucap Ade, pedagang lainnya.

Sementara Lela, salah seorang ibu rumah tangga mengaku memang kesulitan mendapatkannya Minyakita pasca idul Fitri. Ia juga pernah membeli seharga Rp18.000 per liter.

"Habis kalau beli migor curah, harganya sekarang sudah Rp20.000 per kilogram. Jika terpaksa juga, saya beli setengahnya saja," tuturnya.

Ia pun juga berharap, agar pemerintah segera mendistribusikan lagi Minyakita ke pasaran, agar harga kembali stabil. Minimal bisa kembali ke posisi Rp16.000 lagi per liternya.

Seperti diketahui program minyak goreng rakyat Minyakita ini diinisiasi Kementerian Perdagangan (Kemendag) agar pemerintah mampu menyediakan minyak goreng dengan harga terjangkau bagi masyarakat, sepenuhnya didukung oleh Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas).

Minyakita bukanlah produk subsidi (langsung) dari pemerintah. Melainkan hasil skema Domestic Market Obligation (DMO), yang mewajibkan perusahaan eksportir minyak sawit mentah (CPO) memenuhi kebutuhan minyak goreng dalam negeri sebelum mendapatkan izin ekspor.
Harga resmi Minyakita berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 18 Tahun 2024 yang berlaku sejak Agustus 2024 adalah Rp 15.700 per liter. Meskipun HET (Harga Eceran Tertinggi) ditetapkan Rp 15.700, di lapangan (per awal 2026) harganya sering ditemukan lebih tinggi, menembus Rp18.000–Rp19.000 per liter di beberapa daerah. (hen)

 

Bagikan

Terbaru

Copyright © Analisakini.id | Jernih Melihat - All Rights Reserved