PADANG,
ANALISAKINI.ID--Harga minyak goreng (migor) merek Minyakita masih mahal di pasaran dan
dijual dalam skala terbatas. Minyakita sendiri sempat langka, terutama sepekan
setelah lebaran Idul Fitri.
Harganya juga naik sampai Rp18.000 per liter dan paling rendah seharga
Rp17.000 per liter. Karena kelangkaan pasokan, warga berpenghasilan rendah
akhirnya dengan berat hati membeli merek lain, dengan harga mulai dari Rp19.000
per liter.
"Pasokan tidak masuk, padahal saya sudah order. Saya tidak menyangka
juga, bisa jadi langka meski saya telah melakukan stok dalam jumlah
banyak," kata Dedi, salah seorang pedagang kebutuhan harian di Belimbing,
Kota Padang, Rabu (1/4/2026).
Ia mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan warga akan migor dengan harga
terjangkau, ia sempat membeli dari orang tertentu dengan harga modal lebih
mahal. Padahal yang ia jual merek Minyakita, namun harganya ditekan sedikit
lebih rendah dibandingkan migor non subsidi.
"Itu lebih ke strategi penjualan saja. Jika harga Minyakita sampai
Rp19.000 pula per liternya, warga mengaku lebih baik membeli migor non subsidi,
karena kualitasnya jauh lebih baik," tambahnya.
Ia berharap, agar pemerintah sebagai pihak yang bertanggung jawab
menyediakan kebutuhan bahan pokok bersubsidi, segera melepaskan pasokan Minyakita
ke pasaran, agar harga cepat stabil. Jangan dibiarkan berlarut-larut, karena
jadi terkesan memberikan kesempatan pada penimbun Minyakita untuk mendapatkan
keuntungan maksimal.
"Padahal sudah masuk kerja pasca libur Idul Fitri, tapi pasokan masih
belum lancar. Di sisi lain, permintaan akan migor tak berkurang setiap
harinya," ucap Ade, pedagang lainnya.
Sementara Lela, salah seorang ibu rumah tangga mengaku memang kesulitan
mendapatkannya Minyakita pasca idul Fitri. Ia juga pernah membeli seharga
Rp18.000 per liter.
"Habis kalau beli migor curah, harganya sekarang sudah Rp20.000 per
kilogram. Jika terpaksa juga, saya beli setengahnya saja," tuturnya.
Ia pun juga berharap, agar pemerintah segera mendistribusikan lagi Minyakita
ke pasaran, agar harga kembali stabil. Minimal bisa kembali ke posisi Rp16.000
lagi per liternya.
Seperti diketahui program minyak goreng rakyat
Minyakita ini diinisiasi Kementerian Perdagangan (Kemendag) agar pemerintah
mampu menyediakan minyak goreng dengan harga terjangkau bagi masyarakat,
sepenuhnya didukung oleh Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas).
Minyakita bukanlah produk subsidi (langsung) dari
pemerintah. Melainkan hasil skema Domestic Market Obligation (DMO), yang
mewajibkan perusahaan eksportir minyak sawit mentah (CPO) memenuhi kebutuhan
minyak goreng dalam negeri sebelum mendapatkan izin ekspor.
Harga
resmi Minyakita berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 18
Tahun 2024 yang berlaku sejak Agustus 2024 adalah Rp
15.700 per liter. Meskipun HET (Harga Eceran Tertinggi) ditetapkan Rp 15.700, di lapangan
(per awal 2026) harganya sering ditemukan lebih tinggi, menembus
Rp18.000–Rp19.000 per liter di beberapa daerah. (hen)
