arrow_upward

Kisah Al-Ushairim Meraih Surga Tanpa Beribadah Sekalipun

Sabtu, 28 Maret 2026 : 12.01



Padang, Analisakini.id-
Namanya Amru bin Tsabit bin Waqasy, tapi lebih dikenal khalayak sebagai Al-Ushairim. Mujahid dari Suku `Aus, dari Bani Asyhal yang dulunya belum menerima Islam ketika keluarga besar sukunya, seperti Sa`ad bin Muadz dan yang lainnya masuk Islam.

Suatu hari, saat kaum muslimin bersiap untuk berangkat ke perang Uhud, datang Al-Ushairim menemui Rasulullah dan menanyakan keluarga besar sukunya, termasuk Sa`ad bin Mu`adz yang tidak tampak di kampung sukunya.                                 
"Mereka menuju Uhud". Jawab Rasulullah saat itu.

Mendengar semua keluarga besarnya pergi berjihad, Al-Ushairim yang sebelumnya sudah sering mendapatkan tausiyah dari keluarga besar sukunya terkait ketamaan jihad dijalan Allah, semakin mantab hatinya untuk menyusul seluarga besar sukunya berangkat ke Uuhud menjmeput syahid. Karenanya, saat itu Al-Ushairim menyatakan keislamannya dan bersyahadat langsung dihadapan Rasulullah.

Setelah selesai bersyahadat, Al-Ushairim langsung meminta restu Rasulullah untuk ikut keluarga besar sukunya dan juga umat Islam lainnya berjihad di medan perang Uhud, saat itu juga dan Rasulullah merestuinya.

Mendapat restu, Al-Ushairim langsung melengkapi diri dengan semua perlengkapan perang dan langsung menunggangi kudanya untuk bergabung dengan pasukan yang berangkat ke perang Uhud. 

Kegaduhan terjadi dalam pasukan, ketika para sahabat yang satu suku dengan Al-Ushairim mengenalinya. Mereka mempertanyakan alasan Al-Ushairim berada dalam pasukan yang menuju ke Uhud, bahkan beberapa diantara sahabat ada yang menyuruhnya kembali, karena semua sahabat memang tidak ada yang tahu Kkeislaman Al-Ushairim, kecuali Rasulullah sendiri.

"Untuk apa kau ikut berperang wahai Al-Ushairim?" Tanya beberapa sahabat.

"Aku sudah beriman kepada Allah SWT dan Rasull-Nya. Aku ingin berjihad di jalan Allah. Aku ingin menjemput syahid yang tak lama lagi!" Jawab Al-Ushairim tegas, sambil tetap menarik kekang tali kudanya kuat-kuat.

Akhirnya, dalam pertempuran perang Uhud yang dahsyat, Al-Ushairim yang bertempur gagah berani tanpa rasa takut sedikitpun punya andil besar menjaga marwah pasukan muslimin, meskipun sejarah mencatat dalam perang ini pasukan muslim hampir saja membungkam kecongkakan kaum Quraisy dibawah komando Abu Sufyan.

Al-Ushairim akhirnya benar-benar memjemput kesyahidan di medan perang Uhud bersama-sama dengan sekitar 70 sahabat lain, termasuk Hamzah bin Abdul Muthalib, paman Rasulullah yang kesemuanya dikuburkan di lokasi perang di kaki Gunung Uhud.

Para sahabat akhirnya melaporkan gugurnya Al-Ushairim kepada Rasulullah dan beliau berkata “Innahu min ahlil jannah, Amila qolilan wa ujiro " yang artinya Ia termasuk dari penghuni surga, amalnya sedikit tapi mendapat ganjaran (yang besar). 

Bahkan Abu Hurairah suatu ketika juga mempertegas ucapan Rasulullah terkait kisah Al-Ushairim yang atas iji Allah SWT berhasil meraih surga, meskipun belum pernah sekalipun melakukan ritual ibadah yang disyariatkan dalam Islam seperti yang diajarkan oleh Rasulullah.

"Kisahkan padaku, siapakah sahabat yang masuk Surga padahal belum pernah shalat?" Tanya Abu Hurairah kepada sahabat lainnya. Karena para sahabat yang lain masih banyak juga yang belum mengetahui peristiwa ini, akhirnya Abu Hurairah menjawab, "dia adalah Al-Ushairim alias Amru bin Tsabit bin Waqasy". (sumber : kompasiana.com)

Bagikan

Terbaru

Copyright © Analisakini.id | Jernih Melihat - All Rights Reserved