arrow_upward

Bupati Eka Putra : Pemimpin Yang Bijak, Pemkab Tanah Datar Fasilitasi 2 Hari Raya yang Berbeda

Sabtu, 21 Maret 2026 : 14.33
Tanah Datar, Analisakini.id-Pemerintah Kabupaten Tanah Datar menunjukkan sikap kepemimpinan yang bijak dalam menyikapi perbedaan penetapan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah dengan menggelar pelaksanaan Shalat Id dalam dua hari berbeda.

Langkah tersebut diambil langsung oleh Bupati Tanah Datar Eka Putra sebagai bentuk komitmen menjaga harmoni di tengah masyarakat yang memiliki perbedaan pandangan dalam menentukan 1 Syawal. Sebagian umat Islam melaksanakan Shalat Id pada Jumat (20/3/2026) mengikuti keputusan Muhammadiyah, sementara pemerintah menetapkannya pada Sabtu (21/3/2026).

Di tengah situasi tersebut, Eka Putra memilih pendekatan inklusif dengan memfasilitasi kedua kelompok melalui penyelenggaraan Shalat Id di Lapangan Cindua Mato, Batusangkar, pada dua hari berturut-turut. Kebijakan ini dinilai mencerminkan kepemimpinan yang mengedepankan persatuan di atas perbedaan.

“Perbedaan ini adalah hal yang biasa dalam kehidupan beragama. Yang terpenting adalah bagaimana kita menyikapinya dengan bijak, saling menghargai, dan tetap menjaga persaudaraan,” ujar Eka Putra dalam sambutannya.

Ia menegaskan, pemerintah hadir bukan untuk memihak, melainkan memastikan seluruh masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang dan khusyuk. Menurutnya, perbedaan penetapan hari raya justru menjadi momentum untuk memperkuat ukhuwah islamiyah, bukan sebaliknya.

Dalam pesannya, Eka Putra juga mengajak masyarakat menjadikan Idul Fitri sebagai titik balik untuk memperbaiki diri, membersihkan hati, serta mempererat silaturahmi. Ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan hubungan dengan Allah (hablumminallah) dan sesama manusia (hablumminannas).

“Momentum Syawal ini mari kita gunakan untuk saling memaafkan, menghilangkan prasangka, dan memperkuat kebersamaan. Dengan itu, insyaAllah kita akan mendapatkan keberkahan dan keselamatan,” katanya.

Tak hanya itu, Eka Putra juga menunjukkan kepeduliannya terhadap para perantau yang pulang ke kampung halaman. Ia menyampaikan ucapan selamat datang dan mengajak masyarakat merayakan Idul Fitri dengan penuh kesederhanaan namun tetap bermakna.

“Atas nama pribadi, keluarga, dan pemerintah daerah, saya mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Minal aidzin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin,” ucapnya.

Sikap yang diambil Bupati Eka Putra tersebut mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Ketua DPRD Tanah Datar Anton Yondra. Ia menilai kebijakan tersebut mampu menjaga kondusivitas daerah serta memastikan seluruh masyarakat tetap dapat merayakan hari raya.

Dengan pendekatan yang mengedepankan toleransi dan kebersamaan, kepemimpinan Eka Putra dinilai berhasil meredam potensi perbedaan menjadi kekuatan sosial. Di tengah dinamika yang ada, pemerintah daerah hadir sebagai pengayom yang mampu merangkul seluruh elemen masyarakat. (*/rl)
Bagikan

Terbaru

Copyright © Analisakini.id | Jernih Melihat - All Rights Reserved