Padang, Analisakini.id-Bank Nagari menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2025 pada Rabu (11/3/2023).
Komisaris Utama Bank Nagari, Andri Yulika, menyampaikan salah satu agenda utama dalam RUPS tersebut adalah penyampaian dan penerimaan laporan kinerja keuangan Bank Nagari tahun buku 2025 oleh para pemegang saham.
Menurutnya, laporan tersebut telah melalui proses audit oleh kantor akuntan publik sehingga seluruh data dan informasi yang disampaikan dapat dipertanggungjawabkan secara profesional.
“Para pemegang saham pada prinsipnya telah menerima laporan kinerja yang disampaikan oleh manajemen Bank Nagari. Laporan tersebut juga telah dibahas secara terbuka dalam forum rapat sehingga seluruh pemegang saham dapat memahami kondisi yang terjadi sepanjang tahun 2025,” kata Andri Yulika usai penyelenggaraan RUPS Tahun Buku 2025.
Rapat tersebut dihadiri oleh para pemegang saham, di antaranya Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah bersama sejumlah kepala daerah, jajaran komisaris dan direksi, serta para pemimpin divisi dan pimpinan cabang Bank Nagari.
Berdasarkan laporan kinerja unaudited hingga Desember 2025 yang sebelumnya dipaparkan oleh direksi kepada wartawan pada Februari lalu, Bank Nagari mencatatkan total aset sebesar Rp33,61 triliun. Capaian tersebut menunjukkan pertumbuhan sebesar 1,97 persen dibandingkan posisi aset pada Desember 2024.
Meski demikian, dari sisi profitabilitas, bank daerah tersebut mengalami penurunan laba bersih. Hingga akhir Desember 2025, laba bersih Bank Nagari tercatat sebesar Rp493,74 miliar atau mengalami kontraksi sekitar 8,24 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Dalam RUPS tersebut, para pemegang saham juga memberikan sejumlah catatan dan masukan kepada manajemen terkait kinerja bank sepanjang tahun 2025. Namun secara umum, mereka menyatakan dapat memahami berbagai tantangan yang dihadapi Bank Nagari.
Menurut Andri Yulika, beberapa capaian yang belum sesuai dengan Rencana Bisnis Bank (RBB) tidak terlepas dari dinamika ekonomi yang mempengaruhi industri perbankan, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Ia menjelaskan kondisi ekonomi selama tahun 2025 menjadi salah satu faktor yang turut mempengaruhi pencapaian target kinerja Bank Nagari. Tantangan tersebut tidak hanya dirasakan oleh Bank Nagari, tetapi juga dialami oleh berbagai lembaga keuangan lainnya.
“Meski demikian, para pemegang saham tetap memberikan dorongan kepada jajaran direksi dan seluruh karyawan Bank Nagari agar dapat bekerja lebih optimal pada 2026. Dengan harapan agar berbagai target yang telah ditetapkan dalam rencana bisnis bank tahun 2026 dapat tercapai dengan lebih baik,” ungkapnya.
Para pemegang saham juga berharap manajemen dapat melakukan langkah-langkah strategis untuk memperkuat kinerja operasional, meningkatkan profitabilitas, serta menjaga pertumbuhan bisnis bank secara berkelanjutan.
“Dengan dukungan dari seluruh pemegang saham dan komitmen manajemen, Bank Nagari diharapkan mampu membalikkan kondisi yang terjadi pada tahun sebelumnya serta kembali mencatatkan kinerja yang lebih positif pada 2026," katanya. (rl)
Bagikan