Walikota Padang, Fadly Amran (tengah) didampingi Founder Indah Cargo Group Arisal Aziz saat meluncurkan aplikasi transportasi online Josal di Kantor Indah Logistik Cargo, Padang, Selasa (17/3/2026) siang. Kehadiran aplikasi transportasi online baru ini diharapkan mampu membuka lapangan kerja dan menekan angka pengangguran di Kota Padang. (Dok. Prokopim)
Padang, Analisakini.id - Persaingan layanan transportasi online di Kota Padang kian ramai dengan hadirnya aplikasi baru bernama Josal. Di tengah dominasi platform nasional seperti Gojek, Maxim dan Grab yang telah lebih dulu beroperasi di Sumatera Barat (Sumbar), kehadiran Josal dinilai membuka peluang baru, terutama dalam menekan angka pengangguran.
Pemerintah Kota (Pemko) Padang melihat bertambahnya aplikasi transportasi online sebagai momentum untuk memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat. Apalagi, sektor ini selama beberapa tahun terakhir menjadi salah satu penopang ekonomi informal di perkotaan.
Aplikasi Josal resmi diluncurkan oleh Wali Kota Padang Fadly Amran di Kantor Indah Logistik Cargo, Jalan Koto Marapak, Kelurahan Olo, Kecamatan Padang Barat, Selasa (17/3/2026) siang. Kehadiran aplikasi ini menambah daftar layanan transportasi berbasis digital yang sudah lebih dulu dikenal masyarakat.
Fadly Amran menyampaikan apresiasi kepada Arisal Aziz selaku pimpinan Indah Cargo Group atas kontribusinya menghadirkan inovasi di sektor transportasi online.
Ia menegaskan, kehadiran pemain baru seperti Josal dapat menjadi solusi dalam mengatasi persoalan pengangguran.
“Saat ini angka pengangguran di Kota Padang berada di kisaran 9,65 persen. Kami mengharapkan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat untuk menekan angka pengangguran secara bertahap, dengan target penurunan sekitar 0,5 persen per tahun hingga 2029,” ujarnya.
Menurutnya, meskipun pasar transportasi online di Padang telah diisi oleh sejumlah aplikasi besar, peluang untuk berkembang masih terbuka, terutama bagi platform yang mampu menjawab kebutuhan lokal dan memberikan keuntungan lebih adil bagi mitra pengemudi.
Dalam konteks tersebut, Josal hadir sebagai alternatif baru yang diharapkan mampu memberikan pilihan tambahan bagi masyarakat, sekaligus memperluas akses pekerjaan bagi calon pengemudi dan pelaku usaha kecil.
Pemko Padang bahkan disebut-sebut telah menyiapkan sejumlah program untuk mendukung kesejahteraan masyarakat, termasuk bagi pekerja di sektor transportasi online.
Program tersebut antara lain Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan gratis, bantuan seragam sekolah dan Lembar Kerja Siswa (LKS) gratis, serta BPJS Ketenagakerjaan bagi pengemudi ojek online.
Fadly Amran juga mendorong agar Josal dapat berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam memperluas cakupan perlindungan sosial bagi mitra pengemudi.
“Kami mengajak Josal untuk bekerja sama dengan Pemko Padang agar dapat menggratiskan BPJS Ketenagakerjaan bagi mitra Josal. Pada 2025, kami telah menggratiskan bagi tiga ribu orang dan ditargetkan mencapai 35 ribu penerima hingga 2029,” katanya.
Sementara itu, Founder Indah Cargo Group Arisal Aziz menjelaskan bahwa Josal hadir dengan beragam layanan terintegrasi. Mulai dari transportasi seperti Jo-Jek, Jo-Taksi, dan Jo-Bus, hingga layanan pesan antar makanan melalui Jo-Makanan.
Selain itu, tersedia pula layanan pengiriman barang seperti Jo-Paket dan Jo-Trucking, layanan belanja melalui Jo-Toko, serta layanan tambahan seperti Jo-Rental dan Jo-Wisata.
“Aplikasi Josal Sumbar lahir dari aspirasi para pengemudi ojek online, khususnya terkait besaran potongan biaya aplikasi. Bagi masyarakat yang ingin menggunakan layanan ini, dapat mengunduh aplikasi Josal melalui Play Store maupun App Store,” pungkas Arisal Aziz yang juga anggota DPR RI.
Dengan bertambahnya aplikasi transportasi online di Sumatera Barat (Sumbar), persaingan diperkirakan akan semakin ketat. Namun di sisi lain, kondisi ini juga membuka peluang lebih besar bagi masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan serta meningkatkan pendapatan melalui sektor ekonomi digital. (rl).