arrow_upward

Wisuda Terpusat Perdana, Rektor UNAND: Lulusan Harus Jadi Navigator di Era Ketidakpastian Global

Senin, 16 Februari 2026 : 10.52


Padang, Analisakini.id - Sebanyak 1.333 wisudawan resmi diluluskan dalam Wisuda Terpusat Perdana Universitas Andalas (UNAND) yang digelar Sabtu (14/2) di Gedung Auditorium, Kampus Limau Manis. Momentum ini tidak sekadar seremoni akademik, tetapi juga menjadi refleksi atas tantangan global yang kian kompleks dan penuh ketidakpastian.

Rektor UNAND, Efa Yonnedi, Ph.D menegaskan bahwa para lulusan memasuki dunia yang berada dalam fase ketidakpastian tinggi. Menurutnya, tatanan lama tengah runtuh, sementara tatanan baru belum sepenuhnya terbentuk dengan jelas.

“Saudara lulus dalam dunia yang sedang berada di tepi ketidakpastian yang semakin tinggi, di mana tatanan lama sedang runtuh dan tatanan baru belum sepenuhnya terbentuk jelas,” ujarnya.

Ia menggambarkan perjalanan para sarjana ke depan akan menembus dua “kabut tebal”. Kabut pertama adalah misinformasi dan disinformasi. Mengutip laporan World Economic Forum tahun 2026, disinformasi ditempatkan sebagai salah satu risiko global terbesar. Misinformasi yang lahir dari ketidakakuratan maupun disinformasi yang sengaja memutarbalikkan fakta dinilai berpotensi menyesatkan publik dan membentuk opini yang keliru.

Kabut kedua adalah krisis bumi. Perubahan iklim ekstrem, menurut Rektor, bukan lagi dongeng masa depan, melainkan kekuatan struktural yang dapat menenggelamkan kota, merusak infrastruktur, hingga mematikan aktivitas ekonomi dalam waktu singkat.

Meski demikian, ia menegaskan sikap optimistisnya dengan merujuk pemikiran ekonom peraih Nobel, Joseph Stiglitz. Krisis, katanya, adalah momentum untuk menata ulang kontrak sosial. Masa depan tidak ditentukan oleh ramalan, melainkan oleh keputusan yang diambil hari ini.

Di tengah masifnya otomasi dan penggunaan robot, sekitar 44 persen keterampilan kerja diperkirakan berubah dalam lima tahun ke depan. Namun, Rektor menekankan bahwa empati, penilaian etis, dan pengawasan moral tetap menjadi peran yang tidak tergantikan oleh mesin.

Ia pun menyampaikan tiga pesan utama kepada wisudawan: menjaga ketajaman berpikir kritis dan analitis; terus belajar melalui meta learning agar adaptif terhadap perubahan; serta berkontribusi pada pembangunan inklusif dan berkelanjutan yang tidak merusak lingkungan.

Menutup pidatonya, Rektor mengajak para lulusan untuk tidak sekadar menjadi penumpang perubahan, melainkan pengarah. “Jangan takut pada badai, karena saudara adalah lulusan UNAND yang tangguh. Selamat berlayar, selamat berkarya, dan jadilah navigator yang membawa Indonesia menuju pelabuhan kemakmuran yang berkeadilan,” tutupnya. (*/rl)

Bagikan

Terbaru

Copyright © Analisakini.id | Jernih Melihat - All Rights Reserved