Jakarta, Analisakini.id-Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi mendorong optimalisasi peran Bundo Kanduang sebagai kekuatan kultural di Sumatera Barat dalam upaya pencegahan tindak pidana kekerasan seksual berbasis nilai-nilai adat dan keluarga.
"Dibutuhkan peran Bundo Kanduang sebagai kekuatan kultural di Sumatra Barat dalam upaya pencegahan tindak pidana kekerasan seksual berbasis nilai-nilai adat dan keluarga," kata Menteri PPPA Arifah Fauzi dalam keterangan di Jakarta, Kamis.
Selain itu, pihaknya juga menekankan pentingnya penguatan peran guru sejak awal masa pendidikan, dengan skema pengurangan waktu ajar selama dua jam yang dialokasikan secara khusus untuk pembinaan karakter dan pendampingan siswa sebagai langkah preventif membangun lingkungan yang aman dan berdaya bagi anak.
Senada, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menekankan bahwa keluarga adalah pilar utama pembangunan daerah. Oleh karena itu, penguatan ketahanan keluarga harus berjalan beriringan dengan sistem perlindungan yang komprehensif dan mudah diakses masyarakat.
"Karena dari keluargalah lahir generasi yang menentukan masa depan bangsa," kata Mahyeldi Ansharullah.
Dalam lawatannya ke Sumatera Barat, Menteri PPPA Arifah Fauzi meresmikan Gedung UPTD PPA Provinsi Sumatra Barat di Kabupaten Sijunjung dan Kabupaten Dharmasraya, serta Rumah Perlindungan Sementara (RPS) Kabupaten Sijunjung.
Ia menegaskan peresmian gedung tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan simbol komitmen konkret pemerintah dalam meningkatkan kualitas layanan yang cepat, komprehensif, dan berperspektif korban.
"Gedung UPTD PPA yang telah direnovasi dan dilengkapi sarana prasarana melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Bidang PPA Tahun 2025 diharapkan mampu membangun kepercayaan publik bahwa negara hadir memberikan perlindungan optimal bagi perempuan dan anak," kata Menteri Arifatul Choiri Fauzi. (*/rl)
Bagikan