arrow_upward

Baznas Kota Padang Hentikan Sembako Gratis Ramadhan 1447 H, Warga Miskin Kecewa

Selasa, 24 Februari 2026 : 17.59


Padang, Analisakini.id- Baznas Kota Padang memastikan Program Bantuan Sembako Gratis Ramadhan 1447 H/2026 M yang selama ini dinantikan masyarakat kurang mampu di Kota Padang tidak dilaksanakan pada tahun ini.

Kebijakan tersebut dibenarkan langsung oleh Ketua Baznas Kota Padang, Yuspardi, yang menyebutkan penghentian program dilakukan berdasarkan arahan terbaru dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas RI).

Baznas Kota Padang menyatakan program sembako gratis yang rutin digelar setiap bulan suci Ramadhan dan menyasar warga kurang mampu, termasuk jamaah masjid dari kalangan ekonomi lemah, tahun ini tidak masuk dalam agenda pelaksanaan.

Selama ini, program tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian sosial yang dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat, terutama menjelang Idul Fitri saat kebutuhan pokok cenderung meningkat.

Baznas Kota Padang menjelaskan kebijakan ini mengacu pada regulasi terbaru dari Baznas RI, khususnya bagi daerah yang terdampak bencana alam.

Dalam ketentuan tersebut, daerah yang mengalami bencana seperti banjir dan longsor diarahkan untuk memprioritaskan bantuan yang bersifat produktif, seperti pemberdayaan ekonomi dan modal usaha bagi kelompok masyarakat terdampak, dibandingkan bantuan konsumtif berupa sembako.

Baznas Kota Padang melalui Ketua Yuspardi menegaskan pihaknya tetap berkomitmen hadir membantu masyarakat.

“Kita mengikuti aturan dari Baznas RI. Untuk daerah yang terdampak bencana banjir dan longsor, bantuan diarahkan pada pemberdayaan kelompok masyarakat terdampak. Saat ini kita masih menunggu arahan lebih lanjut dari Wali Kota Padang terkait bentuk realisasinya,” ujar Yuspardi, dikutip dari metrokini.com, Selasa (24/2/2026).

Sejumlah wilayah di Padang dalam beberapa waktu terakhir memang dilanda banjir bandang dan longsor yang berdampak luas pada perekonomian warga.

Banyak masyarakat berpenghasilan rendah harus memulai kembali usaha dan aktivitas sehari-hari dari awal. Kondisi ini menjadi pertimbangan utama dalam penyesuaian skema bantuan yang akan disalurkan.

Baznas Kota Padang dalam waktu dekat berencana melakukan sinergi bersama Pemerintah Kota Padang untuk menentukan skema serta pembagian porsi program, baik yang bersumber dari APBD, APBN maupun dana zakat yang dikelola Baznas.

Koordinasi ini dinilai penting agar bantuan yang disalurkan tepat sasaran dan sesuai kebutuhan riil masyarakat terdampak bencana.

Program Ramadhan Gratis sendiri mulai digulirkan sejak 2018 pada masa kepemimpinan Wali Kota Padang saat itu, Mahyeldi Ansharullah, bersama Wakil Wali Kota Hendri Septa. Sejak diluncurkan, program tersebut menjadi agenda tahunan yang selalu dinantikan warga, terutama kalangan ekonomi lemah.

Setelah Mahyeldi Ansharullah terpilih menjadi Gubernur Sumatera Barat, kepemimpinan Kota Padang dilanjutkan oleh Hendri Septa pada 2021.

Dalam kurun waktu sekitar 2,5 tahun masa jabatannya sebagai Wali Kota Padang, Hendri Septa merealisasikan sejumlah pembangunan strategis, antara lain pembangunan ruang kelas baru untuk Sekolah Dasar dan SMP Negeri di berbagai kecamatan, penguatan layanan transportasi publik melalui Bus Trans Padang, revitalisasi Pasar Pasie Tujuh, serta berbagai program infrastruktur dan pelayanan dasar lainnya.

Selain program sembako gratis, pada masa kepemimpinan sebelumnya juga digulirkan berbagai program sosial lainnya, termasuk bantuan perbaikan rumah tidak layak huni di setiap kecamatan sebagai bagian dari upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Program-program tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mengurangi angka kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup warga.

Di tengah kebijakan baru ini, sejumlah warga berharap pemerintah tetap menghadirkan program alternatif yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat miskin selama Ramadhan 1447 H. Mereka menilai kondisi ekonomi tahun 2026 cukup berat, terlebih sebagian warga baru saja terdampak bencana.

“Ekonomi sedang sulit, apalagi ini Ramadhan dan menjelang Lebaran, kebutuhan meningkat. Kalau sembako gratis ditiadakan, kami berharap ada bantuan lain yang bisa membantu kami,” ujar Jun, warga Sungai Sapih.

Kini masyarakat menantikan kepastian kebijakan serta solusi konkret dari pemerintah daerah bersama Baznas Kota Padang agar kebutuhan dasar warga kurang mampu tetap terpenuhi di bulan suci Ramadhan.

Harapannya, meski skema bantuan berubah dari konsumtif menjadi produktif, semangat kepedulian dan keberpihakan terhadap masyarakat kecil tetap menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan sosial yang diambil. (sumber metrokini.com)

Bagikan

Terbaru

Copyright © Analisakini.id | Jernih Melihat - All Rights Reserved