arrow_upward

Anies Baswedan Cium Tangan Surya Paloh di Buka Puasa NasDem

Jumat, 20 Februari 2026 : 11.46

Jakarta, Analisakini.id-Ada momen menarik saat mantan Gubernur DKI Jakarta sekaligus Capres 2024 Anies Baswedan menghadiri buka puasa bersama Partai NasDem di Tower NasDem, Jakarta, Kamis (19/2/2026).

Anies tampak mencium tangan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh hingga berjalan bareng dan berbincang santai dengan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla.

Ada apa di balik gestur cium tangan hingga jalan bareng JK yang dilakukan Anies itu?

Gestur Takzim Anies
Pantauan di lokasi, Anies yang mengenakan busana muslim langsung menghampiri meja utama tempat Surya Paloh duduk.

Ia menunjukkan sikap takzim dengan mencium tangan Surya Paloh, sebuah gestur yang jarang terlihat di panggung politik.

Obrolan Santai dengan JK
Tak hanya itu, Anies juga terlihat berjalan bersama Jusuf Kalla.

Keduanya sempat berbincang ringan sebelum menunaikan salat.

“Tadi ngobrol saat mau salat, ngobrol santai saja,” kata Anies usai acara.

Diketahui, JK merupakan pendukung Anies Baswedan saat maju sebagai Pilgub DKI Jakarta 2017 dan calon presiden pada Pilpres 2024 lalu.

Silaturahmi Lintas Tokoh Politik
Acara buka puasa ini menjadi ajang silaturahmi lintas koalisi.

Di meja utama tampak Ketua DPR RI yang juga Ketua DPP PDI Perjuangan, Puan Maharani duduk bersama Jusuf Kalla. 

Hadir pula sejumlah pimpinan partai politik, di antaranya Presiden PKS Ahmad Syaikhu, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid, Bendahara Umum Partai Golkar Sari Yuliati, serta Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul.

Jajaran elit Partai NasDem selaku tuan rumah tampak lengkap menyambut tamu undangan. Sekjen NasDem Hermawi Taslim, Wakil Ketua Umum Saan Mustopa, hingga Bendahara Umum Ahmad Sahroni hadir mendampingi Surya Paloh.

Ahmad Sahroni hadir sebagai politisi NasDem yang baru kembali menjabat Wakil Ketua Komisi III DPR RI, setelah sempat menjadi sorotan publik pada demo Agustus 2025 yang diwarnai penjarahan rumahnya pasca pernyataan kontroversial.

Kehadirannya di acara buka puasa NasDem menandai “comeback” politiknya di panggung nasional.

Baca juga:  Presiden PKS Wanti-wanti Koalisi Permanen: Jangan Jadi Kepentingan Elite, Ingat Demo Agustus 2025!

Anies menyebut undangan buka puasa dari NasDem adalah kesempatan silaturahmi.

“Kita selalu senang setiap ada kesempatan silaturahmi dari DPP Partai NasDem. Ini membawa berkah bersama-sama,” ujarnya.

Tausiyah Diselip Seloroh Syukur Ala PKB
Acara juga diisi tausiyah oleh Wakil Ketua Umum PBNU KH Zulfa Mustofa. 

Ia menekankan pentingnya syukur dan sabar, termasuk dalam urusan politik. 

“Syukur itu memperlihatkan anugerah pada saat mendapatkan anugerah. Sementara sabar itu intinya bisa menahan diri,” ujar Zulfa. 

Ia menambahkan, “Dalam iman itu namanya sabar. Sabar itu kan menahan diri, bisa diambil, tapi tidak diambil.”

Zulfa kemudian melontarkan seloroh politik yang mengundang senyum hadirin.

Ia menyinggung sikap PKB dengan gaya bercanda: 

“PKB memilih syukur. Alhamdulillah, Mas Jazil selalu ada dalil. Walaupun kemarin mengusung Pak Anies, ketika ditawari jadi menteri, itu diambil. Itu namanya syukur,” ucapnya disambut tawa ringan audiens.

Pilpres 2024 dan Dinamika Politik Pasca Pemilu
Pemilihan Umum Presiden Indonesia 2024 diikuti tiga pasangan calon:

Anies Baswedan – Muhaimin Iskandar, diusung PKB, PKS, dan Partai NasDem.
Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka, diusung Gerindra, Golkar, Demokrat, PAN, PSI, PBB, dan Garuda.
Ganjar Pranowo – Mahfud MD, diusung PDI Perjuangan, PPP, Perindo, dan Hanura.
Hasil pemungutan suara pada 14 Februari 2024 menunjukkan pasangan nomor urut 2 Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka keluar sebagai pemenang dengan 58,59 persen suara. Pasangan nomor urut 1 Anies – Muhaimin meraih 24,95 persen, sementara pasangan nomor urut 3 Ganjar – Mahfud memperoleh 16,47 persen.

Adagium “Tidak ada kawan dan lawan abadi, yang ada kepentingan abadi” terbukti setelah Pilpres 2024. Sejumlah partai pengusung Anies–Muhaimin, termasuk PKB, PKS, dan NasDem, memilih bergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus pendukung pemerintahan Prabowo–Gibran.

Bahkan, Ketua Umum PKB sekaligus cawapres Muhaimin Iskandar menerima tawaran kursi menteri, sebuah langkah yang menegaskan cepatnya dinamika politik pasca-Pilpres.

Kini, Muhaimin menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat di pemerintahan Prabowo–Gibran.

Posisi Anies Pasca Pilpres
Sementara itu, setelah perebutan kursi Presiden RI dalam Pilpres 2024, Anies Baswedan berada di luar pemerintahan maupun struktur partai politik.

Konteks ini membuat momen silaturahmi Ramadan di Tower NasDem semakin menarik, karena mempertemukan tokoh-tokoh yang sebelumnya berseberangan di Pilpres.

Momen Anies mencium tangan Surya Paloh hingga berjalan bersama Jusuf Kalla memberi warna tersendiri dalam silaturahmi politik Ramadan. Acara ini menegaskan bahwa buka puasa bersama bukan sekadar ritual, melainkan ruang komunikasi lintas tokoh di tengah dinamika politik pasca-Pilpres. (sumber : tribunnews.com)
Bagikan

Terbaru

Copyright © Analisakini.id | Jernih Melihat - All Rights Reserved