Ketua
DPRD Sumbar Muhidi saat kunjungan kerja ke ke UPTD Pusat Konservasi Penyu
Pariaman, Sabtu (31/1/2026). (humasdprdsb)
PARIAMAN, ANALISAKINI.ID--Ketua DPRD Provinsi
Sumatera Barat (Sumbar), Muhidi, mendorong pengalokasian anggaran melalui
usulan program dan kegiatan DPRD guna mendukung pemberdayaan ekonomi
masyarakat.
Hal
itu diungkapkannya saat mendalami potensi sektor kelautan dan perikanan dalam
kunjungan kerjanya ke UPTD Pusat Konservasi Penyu Pariaman, Sabtu (31/1/2026).
Ketua Muhidi
menyampaikan, potensi kelautan dan perikanan di Sumatera Barat sangat besar. Tak
hanya di Kota Padang sebagai daerah pemilihannya, tetapi di kabupaten dan kota
lainnya seperti Kota Pariaman, sektor ini kiranya perlu dikelola secara optimal
agar mampu mendorong peningkatan ekonomi masyarakat.
Muhidi
menyatakan siap mendorong pengalokasian anggaran melalui usulan program dan kegiatan
DPRD sebagai upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat di sektor kelautan dan
perikanan.
Dia
mengungkapkan, selama ini fokus kebijakan yang didorongnya berada pada sektor
pendidikan, kesehatan, dan UMKM. Namun, seiring meluasnya ruang lingkup tugas
yang mencakup seluruh wilayah Sumatera Barat, sektor perikanan juga menjadi
perhatian serius.
Oleh
karena itu, Muhidi mendalami potensi sektor tersebut agar pengalokasian
anggaran melalui usulan program dan kegiatan DPRD dapat diarahkan untuk
mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Sementara,
Kepala UPTD Konservasi dan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan
Sumatera Barat, Wandi Afrizal, menyampaikan bahwa potensi kelautan dan
perikanan di Sumatera Barat sangat besar untuk dikembangkan sebagai penggerak
ekonomi masyarakat pesisir.
Ia
menjelaskan, UPTD berperan menjaga ekosistem kelautan sekaligus mendorong
pemanfaatan sumber daya perikanan yang berkelanjutan. Kegiatan tersebut
meliputi pemantauan kondisi terumbu karang, pengawasan aktivitas perikanan,
serta pendampingan masyarakat dalam pengelolaan sumber daya kelautan.
Menurut
Wandi, wilayah kerja UPTD mencakup kawasan pesisir yang luas, mulai dari Kota
Pariaman, Pesisir Selatan, hingga Kepulauan Mentawai. Karena itu, penguatan
kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi kunci agar potensi tersebut dapat
dimanfaatkan secara optimal.

