arrow_upward

Kunjungi UPTD Pusat Konservasi Penyu Pariaman, Ketua DPRD Sumbar Dorong Alokasi Anggaran untuk Kelautan dan Perikanan

Sabtu, 31 Januari 2026 : 18.39

 

Ketua DPRD Sumbar Muhidi saat kunjungan kerja ke ke UPTD Pusat Konservasi Penyu Pariaman, Sabtu (31/1/2026). (humasdprdsb)

PARIAMAN, ANALISAKINI.ID--Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Muhidi, mendorong pengalokasian anggaran melalui usulan program dan kegiatan DPRD guna mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Hal itu diungkapkannya saat mendalami potensi sektor kelautan dan perikanan dalam kunjungan kerjanya ke UPTD Pusat Konservasi Penyu Pariaman, Sabtu (31/1/2026).

Ketua Muhidi menyampaikan, potensi kelautan dan perikanan di Sumatera Barat sangat besar. Tak hanya di Kota Padang sebagai daerah pemilihannya, tetapi di kabupaten dan kota lainnya seperti Kota Pariaman, sektor ini kiranya perlu dikelola secara optimal agar mampu mendorong peningkatan ekonomi masyarakat.

Muhidi menyatakan siap mendorong pengalokasian anggaran melalui usulan program dan kegiatan DPRD sebagai upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat di sektor kelautan dan perikanan.

Dia mengungkapkan, selama ini fokus kebijakan yang didorongnya berada pada sektor pendidikan, kesehatan, dan UMKM. Namun, seiring meluasnya ruang lingkup tugas yang mencakup seluruh wilayah Sumatera Barat, sektor perikanan juga menjadi perhatian serius.

Oleh karena itu, Muhidi mendalami potensi sektor tersebut agar pengalokasian anggaran melalui usulan program dan kegiatan DPRD dapat diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Sementara, Kepala UPTD Konservasi dan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Sumatera Barat, Wandi Afrizal, menyampaikan bahwa potensi kelautan dan perikanan di Sumatera Barat sangat besar untuk dikembangkan sebagai penggerak ekonomi masyarakat pesisir.

Ia menjelaskan, UPTD berperan menjaga ekosistem kelautan sekaligus mendorong pemanfaatan sumber daya perikanan yang berkelanjutan. Kegiatan tersebut meliputi pemantauan kondisi terumbu karang, pengawasan aktivitas perikanan, serta pendampingan masyarakat dalam pengelolaan sumber daya kelautan.

Menurut Wandi, wilayah kerja UPTD mencakup kawasan pesisir yang luas, mulai dari Kota Pariaman, Pesisir Selatan, hingga Kepulauan Mentawai. Karena itu, penguatan kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi kunci agar potensi tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal.

Selain melibatkan kelompok pengawas masyarakat (POKWASMAS), UPTD juga mendorong sinergi dengan Powisri sebagai kelompok wilayah bahari dalam pengembangan wisata bahari berbasis masyarakat. Sinergi ini diarahkan untuk mengelola potensi sport fishing, snorkeling, dan diving secara terstruktur dan berkelanjutan. (n-r)

 

Bagikan

Terbaru

Copyright © Analisakini.id | Jernih Melihat - All Rights Reserved