arrow_upward

Ketua DPRD Sumbar Muhidi Apresiasi Hadirnya “Klinik UMKM Minang Bangkit”

Jumat, 23 Januari 2026 : 17.27

 

Ketua DPRD Sumbar Muhidi bersama Wakil Menteri UMKM RI Helvi Y Moraza, Gubernur Mahyeldi dan pejabat lainnya saat peresmian Klinik UMKM Minang Bangkit di Kantor Dinas Koperasi dan UMKM Sumatera Barat, Jumat (23/1/2026).

 

PADANG, ANALISAKINI.ID--Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat Muhidi mengapresiasi sinergi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dalam pemulihan 4.876 pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) terdampak bencana melalui program “Klinik UMKM Minang Bangkit”.


Apresiasi tersebut disampaikan saat menghadiri peresmian Klinik UMKM Minang Bangkit oleh Wakil Menteri UMKM RI Helvi Y Moraza, di halaman Kantor Dinas Koperasi dan UMKM Sumbar, Jumat (23/1/2026).


Menurut Muhidi, kehadiran klinik tersebut menjadi bukti keseriusan negara dalam melindungi sektor UMKM yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian daerah.


“Kami sangat mengapresiasi program aktivasi Klinik UMKM Bangkit Minang Bangkit ini. Ini merupakan gagasan kolaborasi pusat dan daerah yang memang sangat kita harapkan. Terima kasih kepada Pemerintah Pusat melalui Kementerian UMKM, terlebih Wakil Menteri hadir langsung,” ujar Muhidi.


Ketua Muhidi menegaskan, program ini memprioritaskan pendampingan terhadap UMKM terdampak bencana, namun tetap terbuka bagi pelaku usaha lainnya.


“Ya, fokus utama memang UMKM terdampak bencana. Namun tidak menutup kemungkinan UMKM lain juga bisa masuk. Yang terpenting, klinik ini bekerja serius, fokus, dan berkelanjutan,” katanya.


Muhidi menjelaskan, konsep klinik dirancang menyerupai layanan kesehatan, dengan pemeriksaan menyeluruh terhadap persoalan usaha.


“Karena ini klinik, maka intinya memeriksa. Apa masalah UMKM-nya, apa kebutuhannya, lalu apa resep agar UMKM itu bisa maju dan berkembang kembali,” jelasnya.


Sementara itu, Wakil Menteri UMKM RI Helvi Y Moraza mengatakan, Kementerian UMKM mendirikan Klinik UMKM sebagai pusat pemulihan dan penguatan UMKM pascabencana, sekaligus mendorong pelaku usaha agar bisa naik kelas.


“Klinik UMKM ini menjadi simpul koordinasi untuk pendataan UMKM by name by address, pemulihan mental dan trauma healing, pendampingan usaha terarah, akses pembiayaan yang tepat, serta penguatan akses pasar melalui digitalisasi,” jelas Helvi.


Sedangkan Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi turut menyatakan dukungan terhadap program tersebut. Dari total 740.347 UMKM di Sumatera Barat, tercatat 4.876 UMKM terdampak langsung bencana, sementara 11.107 pelaku UMKM nasabah perbankan turut terdampak secara langsung maupun tidak langsung.


Dengan kolaborasi pusat, daerah, dan DPRD, Klinik UMKM Minang Bangkit diharapkan mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat serta memperkuat ketahanan UMKM di Sumatera Barat. (n-r-t)

 

Bagikan

Terbaru

Copyright © Analisakini.id | Jernih Melihat - All Rights Reserved