arrow_upward

Ketua DPRD Sumbar Sebut Budaya Literasi Penting Dimiliki Siswa

Selasa, 11 November 2025 : 20.31

 

Ketua DPRD Sumbar Muhidi saat memberikan arahan dalam kegiatan “Pembelajaran Menulis (Literasi) Bagi Siswa SMA se Kota Padang”, Selasa (11/11/2025). (humasdprdsb) 

PADANG, ANALISAKINI.ID—Di era digitalisasi yang penuh tantangan saat ini, kiranya budaya literasi di kalangan generasi muda harus dioptimalkan. Kalau tidak, mereka akan terpapar hoaks dan sejenisnya.

Penegasan itu disampaikan Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) Muhidi saat kegiatan “Pembelajaran Menulis bagi Siswa SMA se-Kota Padang, Selasa (11/11/2025).

Dalam kegiatan tersebut, Muhidi menyampaikan bahwa literasi merupakan pondasi utama dalam membangun kehidupan dan meraih kesuksesan. Menurutnya, kemampuan membaca dan menulis adalah dasar bagi seseorang untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan menyiapkan diri menghadapi tantangan hidup yang semakin kompleks di masa depan.

“Ya, dengan dasar literasi yang kuat, kita tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter yang kokoh untuk menopang kesuksesan,” ujar politisi PKS itu.

Menurut Ketua Muhidi, ilmu pengetahuan berawal dari membaca dan akan semakin bermakna jika diiringi dengan kebiasaan menulis. Karena itu, dia mendorong para siswa untuk membangun budaya membaca dan menulis sejak dini sebagai bagian dari pembentukan jati diri dan karakter.

Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai keagamaan sebagai landasan moral dalam menuntut ilmu. “Orang yang berilmu pasti memiliki nilai literasi. Maka peliharalah ilmu dan keimanan agar pengetahuan terus bertambah serta membawa kemudahan dalam hidup,” pesannya.

Sementara, salah seorang peserta dari SMA Negeri 2 Padang, Tude, mengaku antusias mengikuti kegiatan literasi tersebut. Ia menilai workshop ini memberinya pengalaman baru dalam memahami teknik menulis secara praktis.

“Sebelumnya saya hanya tahu teori menulis dari media sosial atau internet, tapi di sini saya bisa langsung mempraktikkan bagaimana menulis berita dan cerpen dengan baik,” ujarnya.

Tude juga merasa beruntung bisa belajar langsung dari praktisi media.

“Kami diajarkan oleh redaktur media, jadi tahu bagaimana membuat tulisan yang menarik dan sesuai kaidah jurnalistik. Saya jadi semakin termotivasi ikut lomba kepenulisan ke depan,” tambahnya.

Sementara itu, Clarissa, peserta lain yang juga Duta Perpustakaan SMA Negeri 2 Padang, menilai kegiatan ini menjadi wadah penting bagi pelajar untuk mengembangkan bakat dan memperkuat cita-cita.

“Literasi bukan hanya soal membaca, tapi juga bagaimana kita mengimplementasikan pengetahuan itu dalam kehidupan dan menjadikannya bekal karier di masa depan,” ujarnya.

Ia mengapresiasi pemateri yang mengaitkan pentingnya membaca dengan nilai-nilai spiritual dalam Al-Qur’an. “Bapak pemateri tadi menyampaikan bahwa membaca adalah perintah pertama dalam Al-Qur’an. Itu mengingatkan kami bahwa literasi adalah dasar dari segala ilmu,” ungkapnya.

Clarissa berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut agar semakin banyak pelajar termotivasi untuk menulis dan berprestasi. “Semoga kegiatan ini tidak berhenti di sini saja. Dari workshop seperti ini, saya yakin akan lahir generasi muda yang gemar menulis, mencipta karya, dan sukses lewat kekuatan literasi,” tutupnya. (n-r-t)

Bagikan

Terbaru

Copyright © Analisakini.id | Jernih Melihat - All Rights Reserved