Sosialisasi
MBG di Aula Pasar Rakyat Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Agam, Jumat
(31/10/2025), yang dihadiri Anggota Komisi IX DPR RI, Ade Rizki Pratama, pihak pejabat
terkait serta masyarakat.
AGAM,
ANALISAKINI.ID—Program
Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar pemenuhan makan bernilai gizi, tapi
juga berpotensi bisa memperkuat ekonomi daerah bahkan jadi investasi jangka
panjang Indonesia. Untuk itu, perlu terus diperluas penerima manfaat program tersebut.
Hal
itu dikatakan Anggota Komisi IX DPR RI, Ade Rizki Pratama, saat kegiatan
sosialisasi MBG, bertempat di Aula Pasar Rakyat Nagari Sungai Batang, Kecamatan
Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumbar, pada Jumat (31/10/2025). Hadir pihak Direktorat
Promosi dan Edukasi Gizi, Badan Gizi Nasional (BGN), Rahma Dewi Auliya Sari, pejabat
pemda setempat, tokoh masyarakat, serta ratusan warga.
Dalam
kesempatan tersebut, Anggota Komisi IX DPR RI, Ade Rizki Pratama menegaskan
bahwa program MBG merupakan langkah strategis pemerintah dalam memperkuat
kualitas sumber daya manusia Indonesia agar mampu bersaing dengan negara maju.
Ia menilai, keberhasilan bangsa dalam menghadapi tantangan global sangat
ditentukan oleh kualitas generasi mudanya.
“Presiden
bisa membangun jalan dan infrastruktur dalam tiga tahun, tapi membangun
anak-anak yang cerdas, sehat, dan mampu memberikan kehidupan yang baik untuk
keluarganya membutuhkan waktu jauh lebih lama,” tutur Ade Rizki.
Lebih
lanjut, Ade Rizki menjelaskan bahwa MBG hadir untuk memastikan pemenuhan gizi
anak-anak yang belum tercukupi di rumah. Menurutnya, makanan bergizi gratis
tidak berarti mewah atau banyak, melainkan berfokus pada nilai gizi yang
seimbang.
“Tujuan
utamanya bukan rasa, tapi pemenuhan kebutuhan gizi bagi anak-anak. Karena
setiap anak memiliki selera dan porsi yang berbeda,” tambahnya.
Selain
mendorong peningkatan gizi masyarakat, program MBG juga dinilai berpotensi
memperkuat ekonomi daerah. Ia menekankan pentingnya memanfaatkan bahan pangan
lokal dan melibatkan petani, nelayan, serta pelaku UMKM sebagai pemasok utama
Sentra Produksi Pangan Gizi (SPPG).
“Jika
SPPG tumbuh di setiap wilayah, roda ekonomi akan berputar di daerah sendiri.
Hasil pertanian dan perikanan lokal akan terserap, dan masyarakat sekitar ikut
sejahtera,” jelas Ade Rizki.
Sementara itu, Rahma Dewi Auliya Sari dari BGN menuturkan bahwa program MBG juga berperan dalam mengatasi berbagai persoalan gizi seperti stunting dan anemia, sekaligus membuka lapangan kerja baru.
“Satu dapur SPPG bisa memberdayakan puluhan relawan dari kalangan ibu rumah tangga, sementara petani dan UMKM dapat menjual hasil produksinya. Dengan begitu, ekonomi lokal ikut bergerak,” ungkap Rahma Dewi.Ia
menambahkan, pelaksanaan program dilakukan melalui sinergi antara BGN, BUMDes,
koperasi, dan masyarakat lokal sebagai bagian dari rantai pasok bahan pangan.
“Mari
kita dukung Program Makan Bergizi Gratis agar cita-cita Indonesia Emas 2045
dapat terwujud melalui lahirnya generasi yang sehat, kuat, dan berdaya saing,”
tutupnya. (rel/n)

