Wakil Ketua DPRD Sumbar, M. Iqra Chissa Putra meninjau
perkembangan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di Kecamatan Pauh,
Padang, Rabu (10/9/2025). (humasdprdsb)
PADANG,
ANALISAKINI.ID--Wakil Ketua DPRD Sumbar, M. Iqra Chissa Putra meninjau
perkembangan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di Kecamatan Pauh,
Padang, Rabu (10/9/2025).
Iqra mengatakan, peninjauan ini penting dilakukan
untuk memastikan pembangunan dilakukan sesuai ketentuan, spek dan regulasi. "Salah
satunya untuk memastikan jangan sampai jalan atau jembatan yang dibangun
itu tidak sesuai dengan seharusnya. Misalnya seharusnya speknya bisa dipakai
dalam kondisi bagus selama 10 tahun, tapi ternyata tiga tahun saja sudah
rusak," paparnya.
Iqra menjelaskan, ada tiga lokasi yang ia tinjau pada
hari itu. Dua diantaranya merupakan peninjauan pembangunan infrastruktur yang
saat ini masih dalam proses pembangunan dengan menggunakan dana APBD Provinsi
Sumbar Tahun 2025, yakni pembangunan Lambung Bukik, Batu Busuak dan Palimo
Indah di Pauh.
"Ya, dua pembangunan ini merupakan usulan saya ke
pemprov Sumbar berdasarkan aspirasi dan kebutuhan masyarakat yang disampaikan
pada saya," katanya lagi.
Saat peninjauan tersebut, lanjut Iqra, ia bertemu
dengan pihak dinas PU dan telah dipastikan pembangunan dilaksanakan sesuai
dengan spek. Selain itu juga ada konsultan pengawasnya. Kemudian untuk
lokasi ketiga, Iqra memaparkan ada pembangunan di Kecamatan Pauh yang diusulkan
tokoh masyarakat dan juga Pemko Padang. Ini berupa pembangunan jembatan Kalawi
Limau Manis.
"Saya sudah menerima proposal dari masyarakat
untuk permintaan pembangunan ini. Dana yang dibutuhkan besar, yakni sekitar
Rp15 miliar. Jadi saya akan coba minta pertolongan dari Anggota DPR RI
asal Sumbar, Zigo Rolanda agar pembangunan ini bisa dilaksanakan,"
paparnya.
Iqra berharap pembangunan ini bisa direalisasikan pada
2026 atau 2027. Jembatan limau manis Kalawi ini dibutuhkan masyarakat salah
satunya untuk mengangkut hasil pertanian. Selain itu masyarakat juga
mengeluhkan kondisi jembatan yang hanya bisa dilalui satu kendaraan roda empat.
Alhasil ketika pagi dan sore hari pada jam-jam sibuk aktivitas masyarakat,
kawasan tersebut sering macet.
"Jembatan itu juga menjadi bagian akses utama
menuju kampus Unand dan rumah sakit Unand," katanya lagi.
Iqra menceritakan jembatan tersebut merupakan jembatan
yang dibangun pada zaman penjajahan Belanda. Jembatan itu pernah dihantam
galodo dan rusak. Namun pemko waktu itu hanya mampu memperbaiki lantainya
saja.
"Sampai sekarang jembatan itu jika diperbaiki itu
tetap hanya bisa sebatas penggantian bantalan lantainya Saja. Nah ini juga
dikeluhkan masyarakat karena jenis lantainya itu besi. Alhasil licin dan
berpotensi masyarakat jatuh saat berkendara," paparnya lagi.
Iqra mengatakan ia akan terus mengupayakan aspirasi
dan kebutuhan masyarakat di wilayah Pauh dan sekitarnya, termasuk Batu Busuk
yang sampai saat ini kita ketahui masih sangat membutuhkan banyak infrastruktur
yang layak.
"Di sana masih banyak persoalan. Bukan hanya
infrasturktur jalan saja. Tapi juga rumah masyarakat bahkan sampai sanitasi.
Masyarakat di sana ada yang masih menjadikan sungai sebagai toilet. Ini yang
mesti jadi perhatian kita yakni bagaiman masyarakat di sana bisa mendapatkan fasilitas
yang layak," katanya.

