arrow_upward

Kunjungi Samsat Padang Pariaman, Ketua DPRD Muhidi: Optimalkan PAD, Saatnya Hadir Samsat Nagari

Selasa, 23 September 2025 : 17.42

 

Kunjungan Ketua DPRD Sumbar Muhidi bersama Sekwan Maifirizon dan lainnya ke Samsat Pariaman, Selasa (23/9/2025), saat foto bersama dengan aparatur Samsat  dan Polres setempat. (humasdprdsb)

PARIAMAN, ANALISAKINI.ID--Upaya untuk menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD), terus dilakukan. Kali ini, Ketua DPRD Sumbar, Muhidi, melakukan kunjungan kerja ke Kantor Samsat Padang Pariaman, Selasa (23/9/2025).

Kunjungan itu sekaligus meninjau langsung kinerja pelayanan yang dilakukan lembaga terkait. Ketua Muhidi didampingi Sekretaris DPRD Sumbar Maifrizon, Kasubag Humas Protokol DPRD Sumbar Dahrul Idris dan lainnya. Mereka disambut Kepala Ssamsat Pariaman Rianda Putra. Hadir pula Kasat Lantas Polres Padang Pariaman, Rudi.

Yang jelas, Ketua Muhidi menekankan pentingnya inovasi pelayanan pajak, salah satunya melalui wacana pembentukan Samsat Nagari. Menurutnya, langkah ini akan mempermudah masyarakat yang selama ini terkendala jarak untuk mengakses layanan pajak.

“Ya, sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah, kita harus memaksimalkan potensi PAD yang ada. Dengan begitu, program pembangunan dan pelayanan masyarakat bisa berjalan optimal,” kata Muhidi.

Selain sektor pajak, dia juga menyoroti perlunya pemanfaatan aset daerah untuk menambah PAD, seperti melalui pola kerja sama penyewaan, skema Build Operate Transfer (BOT), maupun bentuk lainnya. Ia juga menegaskan pentingnya penanganan tambang liar yang menimbulkan kerusakan jalan dan dampak buruk bagi lingkungan.

Dalam kesempatan itu, Ketua DPRD juga berharap capaian realisasi target Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) di Samsat Pariaman yang saat ini baru 70 persen bisa ditingkatkan. Ia menyambut baik rencana penguatan program Samsat Nagari yang digagas dalam diskusi bersama pihak terkait.

Sementara, Kepala Samsat Pariaman, Rianda Putra, menyampaikan bahwa pengembangan Samsat Nagari bisa didorong melalui alokasi dana opsen pajak kabupaten/kota. Hal ini dinilai penting agar tidak ada lagi alasan masyarakat enggan membayar pajak karena jarak yang jauh.

“Jika pengusulan Samsat Nagari bisa direalisasikan tahun depan dengan dukungan Pemprov, tentu akan lebih mempermudah layanan pajak. Semua usulan untuk meningkatkan PAD melalui PKB juga akan kita terima, termasuk gagasan penggratisan biaya balik nama. Namun perlu ditegaskan, yang dimaksud gratis itu hanya biaya administrasi, sementara tetap ada bea balik nama kendaraan,” jelas Rianda.

Ia juga menyinggung kendala distribusi pelat nomor kendaraan yang kerap terlambat karena proses pencetakan masih terpusat di Padang. Meski begitu, pihaknya berupaya memperbaiki pelayanan agar kesadaran masyarakat membayar pajak yang kini tercatat 70,6 persen bisa terus meningkat. (n-r-t)

Bagikan

Terbaru

Copyright © Analisakini.id | Jernih Melihat - All Rights Reserved