arrow_upward

Infrastruktur di Pasaman Harus Jadi Perhatian, Muzli: Kepala Daerah Mesti Aktif Berkoordinasi

Jumat, 08 Agustus 2025 : 17.35

 

Anggota Komisi IV DPRD Sumbar, Muzli M. Nur

PADANG, ANALISAKINI.ID--Infrastruktur berupa jalan dan jembatan, kontan menjadi urat nadi denyut perekonomian dan pembangunan daerah. Tak terkecuali di  Kabupaten Pasaman, tentunya.

“Ini harus menjadi perhatian serius,” tegas Anggota Komisi IV DPRD Sumbar, Muzli M. Nur, Jumat (8/8/2025).

Untuk itu, dia mendorong kepala daerah terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi, khususnya dengan anggota DPRD yang berasal dari daerah pemilihan (dapil) tersebut.

"Ya, kita memahami kepala daerah baru saja dilantik dan kondisi keuangan daerah terbatas. Namun tetap harus ada upaya serius berkoordinasi dengan semua unsur, termasuk anggota DPRD Sumbar dari dapil setempat," ujar Muzli.

Yang jelas, sebagai wakil rakyat dari Dapil Pasaman dan Pasbar, Muzli menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan kebutuhan masyarakat. Terutama terkait infrastruktur dasar yang sangat dibutuhkan dalam mendukung aktivitas ekonomi dan mobilitas warga.

“Bagaimanapun, kami di DPRD siap menindaklanjuti aspirasi dan keresahan masyarakat, termasuk memperjuangkan alokasi anggaran untuk pembangunan dan perbaikan infrastruktur di daerah,” tegas Muzli.

Betapa tidak, lanjut Muzli, kolaborasi antara eksekutif dan legislatif menjadi kunci penting dalam percepatan pembangunan daerah. Apalagi di wilayah yang masih tertinggal dari sisi infrastruktur dasar.

Seperti diketahui, kondisi darurat infrastruktur ini kembali menjadi sorotan setelah viralnya aksi seorang bidan, Dona Lubis (46), yang harus menyeberangi derasnya Sungai Batang Pasaman demi mengobati pasien TBC di Kejorongan Sinuangon, Nagari Cubadak Barat, Kecamatan Dua Koto, Kabupaten Pasaman. Aksi heroik tersebut menggambarkan nyata betapa sulitnya akses pelayanan kesehatan di wilayah tersebut.

Tak hanya itu, baru-baru ini juga warga di Nagari Sinuangon terpaksa harus ditandu beramai-ramai saat sakit. Ini, lantaran tidak adanya akses jalan atau transportasi memadai menuju fasilitas kesehatan terdekat.

“Ya, ini bukan hanya tentang infrastruktur, tapi menyangkut keselamatan dan hak dasar warga. Pemerintah harus hadir. Jangan biarkan kondisi ini berlarut-larut,” tegas Muzli.

Dia berharap pemerintah provinsi dapat menetapkan daerah-daerah prioritas yang membutuhkan percepatan pembangunan. Hal ini agar tidak ada lagi masyarakat yang harus mempertaruhkan nyawa hanya untuk mendapatkan layanan kesehatan dan layanan dasar lainnya. (n-r-t)

 

Bagikan

Terbaru

Copyright © Analisakini.id | Jernih Melihat - All Rights Reserved