arrow_upward

Mahasiswa Unes Bertanya, Kenapa Banyak yang ‘Ambisi’ Jadi Anggota Dewan?

Jumat, 02 Februari 2024 : 17.21

 

Suasana pertemuan saat kunjungan mahasiswa Fisip Unes Padang di DPRD Sumbar, Jumat (2/2/2024). (humasdprdsb)


PADANG, ANALISAKINI.ID—Sebuah pertanyaan yang menggelitik dan cukup menarik. Kenapa saat ini banyak masyarakat yang tertarik, pengen, bahkan terlihat ‘ambisi’ untuk menjadi anggota dewan? Entah untuk DPRD kabupaten/kota, provinsi maupun DPR RI.

"Ya, apa yang melatarbelakangi seseorang begitu menggebu-gebu, ambisi ingin menjadi seorang anggota dewan dan kenapa?" tanya Mandala, mahasiswa Fisipol Universitas Ekasakti (Unes) Padang, dalam sesi diskusi, saat rombongan mereka berkunjung ke DPRD Sumbar, Jum'at (2/2/2024).

Tak ada yang salah, terlebih saat ini berada di tahun politik, Pemilu 2024. Banyak baliho, banner, gambar caleg brtebaran di mana-mana. Lagi masa kampanye.

Mereka pun mendapat 'wejangan' ilmu politik, diterima di Ruangan Khusus I DPRD Provinsi Sumatera Barat.

Ya, studi lapangan ke DPRD Provinsi Sumatera Barat itu guna mempelajari terkait tugas dan fungsi kedewanan, serta seperti apa penerapan ilmu politik di lapangan.

Maka dengan senang hati, Sekretaris DPRD Provinsi Sumbar, Raflis, S.H., M.M, bersama Kabag Persidangan dan Perundang-undangan Zardi Syahrir dan Kasubag Humas dan Protokol, Dahrul Idris, yang menerima mereka, memberikan pencerahan kepada generasi masa depan bangsa tersebut.

Kata Sewan Raflis, menjadi anggota dewan itu adalah salah satu bentuk aktualisasi diri menjadi seorang pejabat daerah. Mereka berhak mendapatkan fasilitas ketika terpilih lewat mekanisme yang telah ditentukan. Bakal menjadi wakil rakyat yang terhormat.

“Menjadi wakil rakyat, tentu akan mudah berjuang untuk rakyat. Aktualisasi diri seseorang, pilihan hidup, yang barangkali mungkin berminat. Langsung melejit karir kita, setaralah dengan kepala dinas. Pada intinya adalah kita siap memperjuangkan aspirasi masyarakat," jawabnya.

Pada bagian lain Raflis pun menyinggung bahwa lulusan universitas sekarang harus aktif mencari pengalaman, karena lulusan sarjana semakin banyak, sementara lapangan kerja semakin menipis. "Saat ini, pengalaman kerja, pengalaman hidup itu menjadi motivasi untuk diri kita, bekal semangat kita dalam meraih apa yang direncanakan. Jangan sampai lulusan Unes kalah dengan yang lain, kalau bisa setara dengan lulusan kampus hebat lainnya," tegas Raflis.

Hadir menjadi pendamping mahasiswa, Dosen Fisipol Riswandi Bakhtiar. Ia menyampaikan bahwa kunjungan itu dalam rangka mempelajari dimensi ilmu politik dalam konteks lapangan atau penerapan.

Mahasiswa Fisipol, kata Riswandi, tidak hanya menambah pemahaman teoritis, juga melihat pengimplementasian politik terkhusus dalam berbagai kegiatan kedewanan.

"Makanya kami studi disini. Ingin melihatkan kepada mahasiswa kami, seperti apa politik itu, pelaksanaannya di lapangan. Sebagai tambahan tugas mata kuliah Pengantar Ilmu Politik di kelas. Oleh karena itu, mahasiswa perlu memperhatikan dengan seksama," sebutnya.

Kegiatan temu mahasiswa itu berlangsung menarik. Sekwan Raflis juga memaparkan panjang lebar, tentang tugas pokok anggota dewan dan perannya sebagai wakil rakyat. Sebagai unsur penyelenggaraan pemerintahan daerah, anggota dewan memiliki tugas membuat perda, menyetujui APBD serta juga APBD Perubahan hingga jemput bola menyalurkan dana pokir-nya setelah menyerap aspirasi masyarakat.

"DPRD Provinsi salah satu penentu keberhasilan jalannya suatu pemerintahan daerah, karena antara pemerintahan provinsi dengan DPRD Provinsi itu saling dukung satu sama lain, sehingga ketika pemprov sukses, maka itu menjadi kesuksean juga bagi kami di DPRD, " paparnya.

Nah, kalau di pemprov itu ada Kadis-kadis urusan tertentu yang menjadi perpanjangan tangan gubernur untuk mengelola pemerintahan dan pelayanan publik, sedangkan di DPRD, sambung Raflis, ada anggota dewan yang membidangi komisi-komisi tertentu yang dalam hal ini petan mereka hampir sama dengan kepala dinas atau pimpinan OPD di pemprov. Dimana anggota dewan itu tugas mereka memperjuangkan apa yang disuarakan masyarakat, sesuai komisi yang mereka tempati.

Pada sesi tanya jawab lainnya, sejumlah mahasiswa juga menanyakan bagaimana sistem penyelenggaraan pemerintahan daerah yang ada di DPRD Sumbar. Raflis menekankan, ada saling memback-up antara pemerintahan provinsi dengan DPRD dalam hal ini ada laporan kinerja pemerintahan, juga evaluasi terhadap kerja pemerintahan yang diwakili oleh dinas-dinas tertentu.

"Artinya, evaluasi tentu kita lakukan sesuai undang-undang yang berlaku. Tugas anggota DPRD Provinsi yang menerima laporan pertanggung jawaban kepala daerah tersebut. Itu namanya fungsi pengawasan dan ada per komisi di DPRD Provinsi. Pengawasan apa? Pengawasan yang efektif dan efisien, serta pengawasan di lapangan. Ada aparat pemeriksaan internal di DPRD ini. Kalau ada kesalahan kita akan laporkan juga kepada pimpinan DPRD, " pungkasnya.

Dalam studi lapangan itu, mahasiswa yang hadir terdiri dari jurusan Ilmu Komunikasi, Jurusan Administrasi dan Jurusan Ilmu Pemerintahan. Terlihat begitu besarnya mahasiswa mendengarkan paparan panjang lebar dan mengajukan berbagai pertanyaan. Studi lapangan yang cukup bernas, tentunya. (n-r-t)

Bagikan

Terbaru

Copyright © Analisakini.id | Jernih Melihat - All Rights Reserved