arrow_upward

Momen Peristiwa Situjuh, Ketua DPRD Supardi: Gelorakan Jiwa Patriotisme, Bangun Daerah

Senin, 15 Januari 2024 : 22.54

 

Ketua DPRD Sumbar Supardi dan lainnya di saat peringatan Peristiwa Situjuh di Situjuah Batua, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Limapuluh Kota, Senin (15/01/2024).  (ist)


LIMAPULUH KOTA, ANALISAKINI.ID—Kontribusi Sumatra Barat ikut mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), telah menjadi sejarah hebat bangsa ini. Salah satunya adalah, bagaimana jiwa patriotisme masyarakat Sumbar berkobar dalam Peristiwa Situjuah melawan penjajah Belanda pada  masa Pemerintahan  Darurat Republik Indonesia (PDRI) yang menewaskan beberapa orang pimpinan pejuang dan puluhan orang pasukan. 

Untuk itu, Ketua DPRD Sumbar Supardi berharap bahwa generasi hari ini bisa memaknai sejarah yang penuh heroik itu, dimana ke depan setiap anak bangsa harus pula memiliki jiwa patriot dalam membangun bangsa ini. Hal itu disampaikannya di sela-sela peringatan Peristiwa Situjuh di Lapangan Khatib Sulaiman, Nagari Situjuah Batua, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota, Senin (15/01/2024). 

Politisi Gerindra tersebut mengatakan, semangat patriot perjuangan masyarakat Sumbar akan terus dikenang dan ditularkan dari generasi ke generasi,  yang esensinya bagaimana memajukan pembangunan daerah. 

"Ya, pengembangan sumberdaya manusia generasi muda Sumbar, harus kita support. Mereka harus memiliki jiwa kebangsaan yang kuat," ujar Supardi.

Seperti diketahui, katanya, pendirian PDRI di Sumatera Barat telah dijadikan Hari Bela Negara, yakni pemerintahan darurat yang dibentuk pada 22 Desember 1948 oleh beberapa orang pimpinan pejuang kemerdekaan Indonesia dan dipimpin oleh Sjafruddin Prawiranegara. 

"Pemerintahan itu dibentuk karena ditangkap dan diasingkan-nya beberapa orang pemimpin Republik Indonesia yaitu Presiden Soekarno, Wakil Presiden Mohammad Hatta dan Menteri Luar Negeri Agus Salim serta Sjahrir dan lainnya oleh pihak Belanda ketika terjadinya Agresi Militer Belanda II pada tanggal 19 Desember 1948," ungkapnya.

Menurut Supardi, dalam salah satu mata rantai perjuangan PDRI itulah terjadi suatu peristiwa pada 15 Januari 1949, dimana puluhan orang pejuang yang terdiri dari beberapa pimpinan dan puluhan anggota pasukan Barisan Pengawal Negeri dan Kota (BPNK), tewas seketika diberondong tembakan oleh pihak penjajah Belanda. 

"Ya, Peristiwa Situjuah ini terjadi di Lurah Kincia, Situjuah Batua, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Lima Puluh Kota. Ini adalah sebuah sikap patriot perjuangan anak bangsa mempertahan kemerdekaan Republik Indonesia," terangnya. 

Dia mengharapkan peringatan peristiwa Situjuah dapat menjadi bagian menggelorakan semangat juang dari generasi ke generasi. 

"Kita yakini, dengan semangat juang ini, para generasi muda kita bangkit memberikan karya. Berdedikasi terbaik untuk kemajuan pembangunan daerah guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat Sumbar, dan untuk Indonesia tercinta ini pada umumnya," harapnya. (n-r)

Bagikan

Terbaru

Copyright © Analisakini.id | Jernih Melihat - All Rights Reserved