arrow_upward

Banjir Masih Menghantui Warga Mata Air, Suwirpen: Masalah Drainase Harus Jadi Perhatian

Minggu, 28 Januari 2024 : 18.03

 

Wakil Ketua DPRD Sumbar Suwirpen Suib bersama warga saat reses perseorangan, Minggu (28/1/2024) di Mata Air, Padang Selatan. (humasdprdsb) 

 

PADANG, ANALISAKINI.ID—Kota Padang pada sejumlah titik, ternyata belum lepas dari persoalan banjir. Hujan sebentar, banjir pun jadi langganan. Salah satu penyebabnya adalah karena tidak berfungsinya drainase dengan baik.

Soal drainase ini pulalah yang menjadi aspirasi masyarakat Kelurahan Mata Air, Padang Selatan saat Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) Suwirpen Suib melaksanakan agenda reses perseorangan, Minggu (28/1/2024). 

Kegiatan jemput aspirasi tersebut diadakan di ruang pertemuan di lingkungan SMAN 6 Padang.

Menurut warga setempat, soal seringnya banjir tersebut sudah lama dikeluhkan warga. Bila curah hujan sedikit saja agak tinggi, maka bisa merendam pemukiman warga di empat RT. Kondisi itu telah berlangsung bertahun-tahun.

Politisi Demokrat ini, Suwirpen, saat diwawancarai usai reses mengatakan, persoalan banjir memang menjadi keluhan masyarakat Kelurahan Mata Air dan sekitarnya. Katanya, bila curah hujan tinggi maka genangan sudah terjadi di mana-mana. Bisa lebih kurang dua meter.

“Ya, salah satu faktor penyebab adalah karena drainase yang tidak berfungsi. Hanya saja, untuk menuntaskan persoalan itu butuh anggaran yang tidak sedikit,” terang Suwirpen.. 

Untuk itu, politisi yang cukup dekat dengan rakyat ini, menyebutkan, dia akan tinjau nantinya bersama OPD terkait di Pemprov Sumbar.

“Jika anggarannya memungkinkan untuk diakomodir melalui pokir maka akan kita lakukan perbaikan," kata Suwirpen. 

Katanya, DPRD sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah memiliki tiga fungsi, yaitu penyusunan anggaran, pembentukan peraturan daerah (Perda) hingga melakukan pengawasan terkait kinerja pemerintah daerah. Terkait itu, setiap anggota DPRD memiliki anggaran pokok-pokok pikiran (Pokir) yang bisa dialokasikan untuk program-program pembangunan sesuai dengan kebutuhan daerah.

“Dan, setiap anggota DPRD wajib melaksanakan tugas pokok dan fungsinya tersebut sesuai dengan amanat konstitusi negara. Ya, kita akan bersama masyarakat,” sebutnya. 

Makanya, lanjut Suwirpen, masukan-masukan yang dihimpun akan menjadi rujukan kinerja dan akan dibawa pada rapat-rapat resmi bersama pemerintah daerah, sehingga pembangunan berjalan maksimal.

Yang lainnya, saat reses tersebut dia juga menghimpun aspirasi terkait pembangunan shelter. Soalnya, sebagai daerah yang juga rawan ancaman tsunami, namun hingga sekarang Kelurahan Mato Air belum memiliki shelter sebagai sarana penyelamatan diri warga dari bencana. 

"Sebenarnya shelter dibutuhkan bukan hanya untuk mengantisipasi korban tsunami saja, namun juga untuk relokasi warga saat banjir," katanya.



Sementara itu, Ketua LPM Mata Air Abdul Azis mengatakan, koordinasi dengan pemerintah kota, provinsi hingga pusat memang harus dilakukan dengan maksimal. Apalagi Mato Air memiliki kebutuhan infrastruktur penunjang yang banyak. Masyarakat harus memikirkan Mato Air yang lebih baik kedepannya, dan banjir merupakan persoalan yang masih menjadi pekerjaan rumah hingga sekarang. 

“Drainase butuh perbaikan. Jika tidak beroperasi, bisa menggerus perekonomian masyarakat. Begitupun kebutuhan penerangan, harus dipasang di beberapa ruas jalan untuk mengantisipasi kriminalitas,” katanya. (n-r)

Bagikan

Terbaru

Copyright © Analisakini.id | Jernih Melihat - All Rights Reserved