arrow_upward

Fenomenal, Dua Alumni FPUA Diganjar Top 100 CEO 2022 se-Indonesia, Ini Sosoknya

Selasa, 01 November 2022 : 22.09


Padang, Analisakini.id-Tidak mudah masuk top 100 CEO 2022. Mereka adalah para CEO, pemimpin-pemimpin perusahaan dari lima sektor industri, yakni perbankan, asuransi jiwa, asuransi umum, multifinance, dan BUMN. Dari 100 tokoh nasional itu, dua di antaranya diraih oleh alumni Fakultas Pertanian Universitas Andalas (FPUA).

Mereka adalah Fidri Arnaldy (Direktur Utama Bank DKI) dan Muhammad Irsyad (Direktur Utama Bank Nagari). Fidri dan Irsyad, masuk dalam daftar Top 100 CEO 2022 versi Majalah Infobank setelah dipandang berhasil memenuhi tiga kriteria yaitu cara berpikir yang visioner, keahlian dalam menghadapi tantangan serta orientasi dalam kepemimpinannya.

Fidri Arnaldy 

Fidri Arnaldy lahir di Padang, 3 Maret 1966 yang berdomisili di Jakarta. Mendapatkan gelar Sarjana Pertanian dari Universitas Andalas, Padang pada tahun 1990.

Fidri Arnaldy yang biasa disapa Afid adalah bankir yang rekam jejaknya teruji dan mumpuni. Dia menjabat sebagai Direktur Utama Bank DKI sejak 28 Juni 2021 berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Bank DKI tanggal 28 Juni 2021.

Afid sebelumnya berkiprah di Bank BRI. Dimulai sebagai staf piminan  di BRI Riau, kemudian secara berjenjang menapak naik. Putra bungsu H. Djohari Kahar, SH, Ketua DPRD Sumbar semasa Gubernur Azwar Anas, dinilai sebagai bankir BRI bertangan dingin.

Beberapa jabatan yang diamanahkan kepada alumni SD, SMP  Adabiah dan SMA 3 Padang ini ke Apid, di antaranya Pimpinan Wilayah (Pimwil) BRI Padang (2015-2016), Pimwil BRI Banjarmasin (2016-2017), Pimwil BRI Semarang (2018-2019). 

Selanjutnya promosi ke BRI Pusat sebagai Direktur Bisnis Retail BRI Syariah (2019-2021) lalu menjabat Kepala Audit Internal BRI Wilayah Jakarta 2. Terakhir sebagai Pejabat Level Executive - Vice President PT BRI (Juni 2021 – September 2021).

Sejak memimpin Bank DKI, Afid memang terus mengembangkan Bank DKI hingga kancah nasional dan berbagai prestasi diraih.

Pandemi Covid-19 sejak 2 tahun terakhir, berdampak terhadap perekonomian hampir di seluruh negara di dunia tidak terkecuali di Indonesia. Namun, berbekal pengalaman yang dimiliki Afid sebagai profesional perbankan terus berupaya mendongkrak pertumbuhan Bank DKI, termasuk bersama Pemda dalam meningkatkan perekonomian masyarakat.

Bank DKI terus membukukan kinerja positif dengan ekspansi yang solid  seiring dengan fokus pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan. 

Beberapa indikator kinerja keuangan mencatatkan pertumbuhan yang baik dan diiringi dengan perbaikan kualitas aset yang dimiliki. Laba bersih tumbuh, kredit juga tumbuh. Begitu pula Dana Pihak Ketiga (DPK) juga tumbuh pesat di tengah ketatnya persaingan perbankan dalam menghimpun DPK.

Kinerja bagus itu, mengantarkan Bank DKI langganan diganjar penghargaan. Tapi bagi Afid,

penghargaan yang diraih itu ditunjukkan kepada nasabah, stakeholder dan seluruh karyawan, serta menjadi motivasi untuk terus berkarya dan berkontribusi.

"Bank DKI akan terus berkomitmen melakukan inovasi dan memberikan services terbaik kepada customer dengan melakukan penyederhanaan proses bisnis dengan produk dan layanan perbankan digital," tutur Fidri. 

Muhammad Irsyad 

Pria asal Pariaman kelahiran Padang pada 8 Agustus 1963 ini adalah profesional perbankan. Meniti karir dari bawah di Bank Nagari  sebelum mencapai posisi puncak sebagai Direktur Utama di bank plat merah milik Pemprov Sumbar dan Pemkab/kota se-Sumbar itu.

Tamat kuliah di Pertanian Unand pada 1988, tidaklah menjadi halangan bagi Jack, sapaan akrab Muhammad Irsyad untuk memasuki dunia perbankan. Dia diterima di bank plat merah ini pada tahun 1989. Setelah diterima, dia justru menindaklanjuti dengan serius belajar, rajin bertanya dan gigih bekerja dalam melakoni tugas sebagai karyawan Bank Nagari.

Profesional dalam bekerja itulah mengantarkan Jack menjadi Kepala BPD Cabang Koto Baru pada 2004. Lalu di Pariaman, Solok hingga pada 2008 ditarik ke kantor pusat sebagai Wakil Pimpinan Cabang Utama.

Karir gitaris handal dan jago nyanyi ini pun terus menanjak. Pada 2010 menjadi Wakil Pemimpin Divisi Kredit dan Mikro Banking lalu Kepala Divisi Penyelamatan Kredit. Selanjutnya menjadi Pemimpin Divisi Umum pada 2012 dan Pemimpin Divisi Kredit dan Mikro Banking pada 2014.

Sebelum diangkat menjadi Direktur Utama pada Rapat Umum Pemegang Saham - Luar Biasa (RUPS-LB) PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Barat, Kamis (13/8/2020), Jack menjabat sebagai Direktur Keuangan periode 2016-2020.

Selama memimpin Bank Nagari, dia sukses membawa bank ini berkinerja baik. Laba menanjak, kredit tumbuh dan terobosan yang dilahirkan banyak pula. Semua untuk memudahkan dan memanjakan nasabah.

Bahkan saat pandemi Covid-19 melanda dunia, termasuk Sumbar, Bank Nagari termasuk mampu beradaptasi. Era digital digencarkan dan terus melahirkan inovasi. Hanya satu tekad, kehadiran Bank Nagari untuk memberikan dampak positif kepada daerah dan masyarakatnya. Perekonomian berputar, UMKM hidup dan bergairah. 

Jadi wajar pula jika, Bank Nagari cukup banyak diganjar penghargaan karena kinerja yang memuaskan dan terukur itu. Bisa dicapai tak terlepas dari sosok leadership seorang Muhammad Irsyad.

"Bank adalah soal kepercayaan. Maka itu yang harus dijaga dan dipelihara. Bagusnya kinerja Bank Nagari berkat peran semuanya. Gubernur, DPRD Sumbar, Bupati/Walikota se-Sumbar,  teamwork Bank Nagari dan para nasabah, " katanya. (effendi)











Bagikan

Terbaru

Copyright © Analisakini.id | Jernih Melihat - All Rights Reserved