arrow_upward

Pemko Padang Anggarkan 7,1 Miliar Tekan Inflasi dan Dampak Kenaikan BBM

Jumat, 09 September 2022 : 10.24

 

Hendri Septa.

Padang, Analisakini.id - Pemerintah Kota Padang menyiapkan anggaran Rp7,1 miliar yang bersumber dari APBD Padang 2022 untuk menekan harga kebutuhan pokok dan pengendalian inflasi yang disebabkan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) 3 September 2022.

Hal tersebut disampaikan Walikota Padang Hendri Septa usai memimpin Rapat Rencana Kegiatan Penanganan Inflasi 2022, di kediaman resminya, di Jl. A. Yani Nomor 11 Padang, Kamis (8/9/2022).

Wako Hendri Septa merinci, Rp6,038 miliar digunakan untuk perlindungan sosial dampak inflasi. Anggaran tersebut berasal dari dana belanja wajib perlindungan sosial yang besarnya 2% dari Dana Transfer Umum (DTU) salur triwulan IV. 

Sementara Rp1,033 miliar untuk penurunan dan penanganan dampak inflasi yang bersumber dari pergeseran dana Belanja Tak Terduga (BTT).

"Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan RI Nomor 134/PMK.07/2022 Tentang Belanja Wajib Dalam Rangka Penanganan Dampak Infalasi Tahun Anggaran 2022, dan Surat Edaran Mendagri RI Nomor 500/4825/SJ Tentang Penggunaan Belanja Tidak Terduga Dalam Rangka Pengendalian Inflasi di Daerah, kita telah alokasikan dana wajib perlindungan sosial 2% dari DTU dan juga BTT untuk tiga bulan ke depan, yang  dimulai sejak Oktober-Desember 2022 mendatang,” ucap Wako.

Lebih lanjut, Wako Hendri Septa menambahkan, dana tersebut nantinya akan disalurkan kepada masyarakat Kota Padang sebanyak 8.185 Kepala Keluarga (KK) yang bersumber dari data Kelompok Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang belum menerima bantuan sama sekali, baik dari APBD maupun APBN.

“Bantuan ini nantinya akan kita berikan dalam bentuk uang tunai, barang, dan kebutuhan bahan pokok lainnya. Bantuan ini akan kita peruntukan bagi keluarga miskin, nelayan, bantuan bagi pelaku usaha mikro, pemberian subsidi tarif angkutan dan program padat karya. Insya Allah bantuan ini secepatnya akan kita salurkan. Saat ini kita sedang melakukan persiapan administrasi dan menunggu daftar penyaluran bantuan perlindungan sosial (Perlinsos) dari pemerintah pusat sehingga tidak terjadi dupliakasi atau pemberian bantuan kepada orang yang sama,” pungkas Wako Hendri Septa.

Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Kota Padang Syahendri Barkah mengatakan, dalam rangka pengendalian inflasi dan menekan harga kebutuhan pokok akibat kenaikan BBM ini Pemerintah Kota Padang telah melakukan beberapa langkah.

Di antaranya, membentuk Satgas Pangan, Pelaksanaan Operasi Pasar di Setiap Kecamatan, Pelaksanaan Gerakan Menanam Cabe, dan Pelaksanaan Program Kegiatan Padat Karya.

 “Ke depan kita juga akan melakukan pemberian subsidi transportasi, pemberian bantuan sosial bagi masyarakat miskin, bagi pelaku usaha mikro, dan nelayan. Semoga dengan usaha ini akan dapat menurunkan angka inflasi di Padang  yang masih di angka 5,48 persen,” ucapnya. (do)

Bagikan

Terbaru

Copyright © 2020 Analisakini.id | Jernih Melihat - All Rights Reserved