arrow_upward

Gubernur Mahyeldi Tembus Hutan Sepanjang 11 KM, Tinjau Jalan Alternatif Malalak - Maninjau

Minggu, 18 September 2022 : 08.05

 

Gubernur Sumbar Mahyeldi tembus hutan belantara untuk buka jalan alternatif Maninjau-Malalak. (ist).

Malalak, Analisakini.id- Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) di bawah komando Gubernur Mahyeldi bersama Pemerintah Kabupaten Agam (Pemkab Agam) meninjau pembukaan jalan alternatif Nagari Malalak Utara, Kecamatan Malalak ke Nagari Sungai Batang Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sabtu (17/9/2022).

Pembukaan jalan alternatif Malalak - Maninjau ini selain dapat meningkatkan sektor pariwisata Kabupaten Agam, pembukaan jalan sepanjang 11 kilometer ini nantinya dapat mempermudah arus transportasi menuju Lubuk Basung dan daerah sekitar. Soalnya, jalan kelok 44 saat ini rawan terjadi kecelakaan dan longsor.

Melihat hal tersebut Gubernur Sumatera Barat, Buya Mahyeldi, didampingi kepala BKSDA Sumbar Ardi Andono, Kepala PSDA Sumbar Fathol Bari, Kepala Dinas Kehutanan, Yozawardi, Kepala Dinas Bina Marga Cipta Karya dan Tata Ruang Sumbar, Era Sukma Munaf, Kepala Bapedda Sumbar, Medi Iswandi, Kepala Dinas PMD Sumbar Amasrul  dan Kepala Dinas Kominfotik Sumbar Jasman Rizal serta kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Agam, dan masyarakat lainnya, melakukan Survey Jalan Alternatif Malalak - Maninjau dengan berjalan kaki untuk melihat kondisi secara langsung jalan alternatif tersebut.

Gubernur Mahyeldi ikut langsung masuk hutan, mengulang pengalaman lama. Pantas saja, enjoy dan menikmati pula. Maklum selama ditempa saat kuliah di Fakultas Pertanian Universitas Andalas, masuk hutan keluar hutan hingga berkunjung ke daerah terpencil adalah hal biasa. Justru hal itu salah satu bekal berharga yang didapatnya.

Selama di perjalanan Gubernur beserta rombongan Kepala OPD disambut secara meriah oleh masyarakat, banyak masyarakat setempat yang senang dan sangat antusias dengan dibukanya akses jalan tersebut. 

Gubernur mengatakan pembukaan akses jalan ini dapat memajukan perekonomian masyarakat setempat, sebab alselama ini banyak potensi-potensi di Maninjau dalam distribusinya terjadi perlambatan dikarenakan jalan yang buruk. 

“Disamping itu banyak peristiwa mobil tersekat dan longsor di kelok 44, semoga dengan dibukanya jalan alternatif ini dapat meminimalisir kejadian tersebut,” ujar gubernur.

Lebih lanjut gubernur mengatakan akses jalan sicincin menuju Balingka kerap terjadi longsor sehingga menghambat arus transportasi kendaraan.

“Apalagi saat ini sering terjadi hujan, jalan alternatif tersebut jarang dilalui pengendara karena licin, oleh karena itu jalan alternatif malalak yang jaraknya lebih dekat, perlu segera dibangun,” papar gubernur.

Masyarakat setempat juga mengapresiasi kehadiran gubernur beserta rombongan meninjau jalan alternatif Malalak Sungai Batang. Hal ini merupakan tindak lanjut pertemuan masyarakat Sungai Batang Maninjau dengan gubernur akhir Juli lalu.

"Semoga harapan masyarakat Agam yang sudah 40 tahun menunggu agar jalan ini bisa dibangun, dan menjadi akses alternatif bisa dituntaskan dalam kepemimpinan Buya Mahyeldi," ujar salah seorang warga.

Orang nomor satu di Sumbar tersebut sangat bersyukur atas antusias masyarakat dalam pembangunan jalan ini, beberapa kepala OPD dan instansi terkait juga saling berdiskusi terkait percepatan pembangunan jalan alternatif Malalak - Maninjau ini.

Dalam diskusi tersebut, Kepala BKSDA Provinsi Sumbar, Ardi Andono, meminta untuk membuat ruang untuk satwa, seperti jalur penyeberangan harimau, melalui gorong-gorong, dan hewan primata sudah dibangun jembatan oleh Dinas BMCKTR.

“Harimau, beruang, dan siamang merupakan kekayaan hayati sumbar, satwa tersebut perlu dibuat jalan untuk mereka. Hal tersebut juga sudah diatur dalam Permenhub Nomor 23 Tahun 2018 tentang Pembangunan Jalan Strategis di Kawasan Hutan,” ujarnya.

Kepala Dinas Pertanian Agam Afniwirman, berharap dengan tangan dingin gubernur permasalahan terkait hutan lindung dan cagar alam di jalan alternatif malalak segera terselesaikan, sebab jalan Malalak ini sangat dekat dengan lubuk basung, apabila jalan tersebut dibuka estimasi jarak tempuh malalak - lubuk basung hanya 40 kilometer saja.

Menjawab hal tersebut, Gubernur sudah berjanji akan menyurati Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk membantu mencari solusi terkait jalan alternatif malalak yang melewati hutan lindung dan kawasan konservasi tersebut. (***)



Bagikan

Terbaru

Copyright © 2020 Analisakini.id | Jernih Melihat - All Rights Reserved